Ad Placeholder Image

Telur Fertil: Ciri, Perbedaan, dan Potensi Menetas!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Telur Fertil: Ciri, Perbedaan & Potensi Menetas

Telur Fertil: Ciri, Perbedaan, dan Potensi Menetas!Telur Fertil: Ciri, Perbedaan, dan Potensi Menetas!

DAFTAR ISI


Telur merupakan salah satu sumber protein hewani paling populer dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Di balik bentuknya yang sederhana, terdapat proses biologis kompleks yang menentukan apakah sebuah telur memiliki potensi untuk berkembang menjadi anak ayam atau hanya sekadar menjadi bahan pangan. Dalam dunia peternakan dan kesehatan, kita mengenal istilah telur fertil dan telur infertil.

Perbedaan antara keduanya sering kali menimbulkan pertanyaan di masyarakat, terutama mengenai keamanan konsumsi dan nilai gizinya. Beberapa orang percaya bahwa telur fertil memiliki khasiat kesehatan yang lebih tinggi, sementara yang lain merasa ragu untuk mengonsumsinya karena adanya embrio yang mungkin mulai terbentuk. Memahami perbedaan ini sangat penting untuk memastikan kamu mendapatkan nutrisi terbaik dari sumber makanan harianmu.

Secara medis, perbedaan fertil dan infertil sebenarnya tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas protein jika telur dikonsumsi dalam kondisi segar. Namun, pengetahuan mengenai cara membedakannya membantu kamu dalam memilih kualitas telur yang baik di pasar serta menghindari telur yang mungkin sudah tidak layak konsumsi karena proses inkubasi yang tidak sengaja. Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai asupan nutrisi harian, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran medis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja perbedaan mendalam antara telur fertil dan infertil serta dampaknya bagi kesehatan? Berikut ulasannya!

Apa Itu Telur Fertil dan Infertil?

Telur fertil adalah telur yang telah dibuahi oleh sperma ayam jantan. Dalam proses alami di peternakan, ayam betina yang kawin dengan ayam jantan akan menghasilkan telur yang mengandung materi genetik dari kedua induknya. Jika telur ini dierami atau dimasukkan ke dalam mesin tetas dengan suhu yang tepat, maka sel di dalamnya akan membelah dan membentuk embrio ayam.

Sebaliknya, telur infertil adalah telur yang dihasilkan oleh ayam betina tanpa adanya proses perkawinan atau pembuahan. Ayam betina secara alami dapat bertelur setiap 24-26 jam sekali tanpa membutuhkan ayam jantan. Telur-telur inilah yang biasanya kita temukan di supermarket atau pasar tradisional (telur ayam ras/negeri). Karena tidak ada pembuahan, telur infertil tidak akan pernah bisa menetas meskipun dierami dalam waktu lama.

Perbedaan Utama Secara Biologis

Meskipun secara kasat mata dari luar terlihat sama, struktur internal kedua jenis telur ini memiliki perbedaan mendasar pada bagian kuning telurnya (yolk). Perbedaan ini terletak pada titik putih kecil yang disebut cakram germinal (germinal disc).

Pada telur infertil, cakram germinal ini disebut blastodisc. Bentuknya berupa bintik putih kecil yang tidak beraturan dan cenderung pucat. Sedangkan pada telur fertil, cakram tersebut disebut blastoderm. Bentuk blastoderm lebih teratur, menyerupai lingkaran cincin atau “bullseye” dengan bagian tengah yang lebih bening dan pinggiran yang lebih putih tegas. Lingkaran ini menunjukkan bahwa sel-sel telah mulai siap untuk membelah.

Cara Sederhana Membedakan Telur Fertil dan Infertil
  1. Peneropongan (Candling): Menggunakan cahaya lampu di ruangan gelap untuk melihat isi telur tanpa memecah cangkangnya.
  2. Pemeriksaan Fisik: Memecahkan telur di atas piring datar dan mencari keberadaan lingkaran “bullseye” pada kuning telur.
  3. Asal Peternakan: Telur dari peternakan ayam petelur komersial umumnya infertil karena ayam betina dipisahkan dari pejantan.

Ciri-Ciri Telur Fertil saat Diteropong

Teknik candling atau peneropongan adalah metode paling umum yang digunakan peternak untuk memisahkan telur fertil. Jika telur yang telah dierami selama 3-4 hari diteropong, telur fertil akan menunjukkan tanda-tanda kehidupan berupa jaringan pembuluh darah yang menyerupai sarang laba-laba berwarna kemerahan. Di tengah jaringan tersebut, biasanya terlihat titik gelap yang merupakan jantung embrio yang mulai berdenyut.

Sementara itu, telur infertil saat diteropong akan terlihat “bening” atau jernih. Cahaya lampu akan menembus isi telur dengan merata, hanya menyisakan bayangan kuning telur yang mengapung tanpa ada tanda-tanda garis merah atau pembuluh darah. Jika telur yang diteropong tetap bening setelah satu minggu pengeraman, maka telur tersebut dipastikan infertil atau disebut “clear egg”.

Perbandingan Kandungan Nutrisi

Banyak mitos berkembang bahwa telur fertil mengandung lebih banyak hormon dan protein. Namun, berdasarkan riset biokimia pangan, tidak ada perbedaan nutrisi yang signifikan antara telur fertil dan infertil selama embrio belum berkembang. Keduanya mengandung sekitar 6 gram protein, lemak sehat, vitamin A, D, E, B12, serta mineral seperti zat besi dan selenium.

Kandungan nutrisi telur lebih banyak dipengaruhi oleh pakan ayam, kesehatan induk, dan lingkungan tempat ayam tinggal daripada status pembuahannya. Sebagai contoh, ayam yang diberi pakan diperkaya omega-3 akan menghasilkan telur dengan kadar omega-3 tinggi, baik itu telur fertil maupun infertil. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin memenuhi kebutuhan gizi harian melalui suplemen atau vitamin tambahan, sangat disarankan untuk beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis.

Keamanan Konsumsi Telur Fertil

Secara medis, mengonsumsi telur fertil yang masih segar (belum mengalami pengeraman signifikan) adalah aman. Di beberapa budaya, telur fertil yang sudah berembrio (seperti balut di Filipina) bahkan dianggap sebagai makanan lezat dan sumber nutrisi tinggi. Namun, bagi masyarakat umum, telur yang sudah mulai membentuk pembuluh darah mungkin terasa kurang menggugah selera.

Hal yang perlu diwaspadai justru adalah risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella. Risiko ini ada pada semua jenis telur, baik fertil maupun infertil. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu mencuci tangan setelah memegang telur mentah dan memasak telur hingga matang sempurna (kuning dan putihnya mengeras) guna membunuh bakteri patogen.

Kapan Harus Menghindari Telur Tertentu?

1. Telur yang Terlalu Lama Dierami

Jangan mengonsumsi telur fertil yang sudah dierami lebih dari 10-14 hari jika kamu tidak terbiasa, karena embrio sudah mulai membentuk tulang dan bulu. Secara higienitas, suhu hangat saat pengeraman juga mempercepat pembusukan jika telur mati di tengah jalan.

2. Telur dengan Cangkang Retak

Cangkang yang retak adalah pintu masuk utama bagi bakteri. Baik telur fertil maupun infertil, jika cangkangnya sudah tidak utuh, sebaiknya segera dibuang untuk menghindari risiko keracunan makanan.

Studi Mengenai Kualitas Telur

Poultry Science Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa komposisi asam lemak dan profil asam amino antara telur fertil dan infertil pada hari ke-0 (sebelum inkubasi) tidak menunjukkan perbedaan statistik yang berarti. Studi ini menekankan bahwa manfaat kesehatan yang didapat konsumen murni berasal dari kualitas biologis telur sebagai sel tunggal yang kaya nutrisi.

Temuan lain dalam studi pangan menunjukkan bahwa daya simpan telur infertil cenderung sedikit lebih lama dibandingkan telur fertil di suhu ruang, karena aktivitas enzimatis pada telur fertil lebih tinggi seiring dengan adanya potensi kehidupan di dalamnya. Hal ini menjadi alasan mengapa industri retail lebih memilih telur infertil untuk dijual secara masal.

Jika kamu mengalami gejala alergi atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi telur, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan tenaga medis. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan yang akurat melalui platform digital kesehatan terpercaya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait nutrisi atau alergi makanan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Poultry Science. Diakses pada 2026. Comparison of Nutrient Content in Fertile and Infertile Eggs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Egg Nutrition: Heart Health and Salmonella Prevention.
World’s Poultry Science Journal. Diakses pada 2026. The Biological Differences of Avian Eggs.
USDA Food Safety and Inspection Service. Diakses pada 2026. Shell Eggs from Farm to Table.

FAQ

1. Apakah telur fertil bisa menetas jika disimpan di kulkas?

Tidak bisa. Embrio pada telur fertil membutuhkan suhu hangat yang konsisten (sekitar 37-38 derajat Celcius) untuk berkembang. Suhu dingin di dalam kulkas justru akan menghentikan perkembangan sel dan mematikan potensi tetasnya.

2. Apakah telur ayam kampung selalu fertil?

Sebagian besar iya, terutama jika ayam kampung tersebut dipelihara secara bebas (free-range) di mana ayam jantan dan betina bercampur. Namun, jika ayam kampung dipelihara di kandang baterai tanpa jantan, telurnya tetap infertil.

3. Apakah ada perbedaan rasa antara telur fertil dan infertil?

Secara umum, tidak ada perbedaan rasa yang mencolok. Rasa telur lebih dipengaruhi oleh jenis pakan yang dikonsumsi ayam. Beberapa orang merasa telur ayam kampung (yang seringkali fertil) lebih gurih, namun itu disebabkan oleh variasi pakan alaminya, bukan karena status fertilitasnya.

4. Bagaimana cara memastikan telur yang dibeli segar?

Lakukan tes apung. Masukkan telur ke dalam segelas air. Telur yang segar akan tenggelam mendatar di dasar gelas. Jika telur berdiri tegak atau bahkan terapung, berarti kantong udaranya sudah besar dan telur tersebut sudah lama disimpan.