Apakah Plasenta di Bawah Bisa Bergeser ke Atas? Simak

DAFTAR ISI
- Memahami Kondisi Plasenta di Bawah
- Bagaimana Plasenta Bisa Bergeser ke Atas?
- Faktor yang Memengaruhi Pergeseran Plasenta
- Tips Menjaga Kehamilan dengan Plasenta Rendah
- Studi Terkait
- FAQ
Mendengar kabar dari dokter bahwa posisi plasenta berada di bawah atau dekat dengan jalan lahir tentu bisa membuat kamu merasa khawatir. Kondisi yang sering terdeteksi pada pemeriksaan USG trimester kedua ini sering kali memicu pertanyaan besar: apakah plasenta dibawah bisa bergeser ke atas seiring bertambahnya usia kehamilan? Kabar baiknya, dalam sebagian besar kasus, jawabannya adalah ya.
Plasenta adalah organ vital yang terbentuk di dalam rahim selama masa kehamilan. Organ ini berfungsi sebagai jembatan kehidupan bagi janin, menyediakan oksigen serta nutrisi, sekaligus membuang produk limbah dari darah bayi. Letak plasenta yang ideal adalah di bagian atas atau samping rahim. Namun, pada awal kehamilan, tidak jarang plasenta menempel di bagian bawah rahim yang masih sempit.
Penting bagi ibu hamil untuk memahami bahwa tubuh memiliki mekanisme luar biasa untuk menyesuaikan diri. Seiring dengan pembesaran rahim, posisi plasenta yang tadinya terlihat “menutup” atau “di bawah” dapat tampak seolah-olah bergerak menjauhi serviks atau leher rahim. Fenomena ini secara medis dikenal sebagai migrasi plasenta.
Nah, agar kamu tidak terlalu cemas dan bisa menjalani kehamilan dengan lebih tenang, mari kita bahas secara mendalam mengenai proses pergeseran plasenta, faktor risikonya, hingga langkah medis yang perlu diambil jika kondisi ini menetap hingga mendekati waktu persalinan.
Memahami Kondisi Plasenta di Bawah
Dalam istilah medis, kondisi plasenta yang berada di bagian bawah rahim disebut dengan plasenta letak rendah (low-lying placenta) atau jika menutupi jalan lahir disebut plasenta previa. Pada trimester pertama atau awal trimester kedua, posisi ini sebenarnya cukup umum ditemukan. Berdasarkan data medis, sekitar 5 hingga 15 persen ibu hamil didiagnosis memiliki plasenta di bawah pada usia kehamilan 18 hingga 20 minggu.
Namun, klasifikasi ini sangat bergantung pada jarak antara tepi bawah plasenta dengan lubang internal leher rahim (ostium uteri internum). Jika plasenta berada sangat dekat (biasanya kurang dari 2 sentimeter dari serviks) tetapi tidak menutupinya, maka disebut plasenta letak rendah. Jika plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, barulah kondisi ini disebut plasenta previa.
Kekhawatiran utama pada kondisi ini adalah risiko perdarahan vagina, terutama saat rahim mulai menipis dan melebar menjelang persalinan. Oleh karena itu, jika kamu memiliki keluhan terkait gejala ini, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Bagaimana Plasenta Bisa Bergeser ke Atas?
Sebenarnya, plasenta tidak benar-benar “berjalan” atau berpindah tempat menempelnya. Plasenta tetap tertanam di jaringan rahim yang sama sejak awal pembuahan. Namun, rahim adalah organ yang sangat elastis. Bayangkan sebuah balon yang digambar sebuah titik di bagian bawahnya; saat balon ditiup dan membesar, titik tersebut akan tampak bergerak ke atas dan menjauh dari dasar balon.
Inilah yang terjadi pada rahim kamu. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim membesar secara signifikan. Bagian bawah rahim, yang disebut segmen bawah rahim, meregang dan tumbuh lebih cepat dibandingkan bagian atasnya. Karena plasenta melekat pada dinding rahim, proses peregangan ini secara mekanis menarik plasenta menjauh dari leher rahim ke arah puncak rahim (fundus) yang memiliki suplai darah lebih melimpah.
Proses ini paling sering terjadi antara minggu ke-20 hingga minggu ke-32 kehamilan. Secara statistik, sekitar 90 persen dari kasus plasenta rendah yang terdeteksi pada usia 20 minggu akan “bermigrasi” ke atas dengan sendirinya pada saat trimester ketiga dimulai. Itulah sebabnya dokter biasanya akan menjadwalkan pemeriksaan USG ulang di usia 32 atau 36 minggu untuk memastikan posisi akhir plasenta.
Kapan Plasenta Mungkin Tidak Bergeser?
- Jika plasenta menutupi jalan lahir secara total (plasenta previa totalis) pada trimester kedua, peluang untuk bergeser tetap ada namun lebih kecil dibandingkan plasenta letak rendah.
- Adanya jaringan parut pada rahim akibat operasi caesar sebelumnya atau prosedur kuretase dapat menghambat pergeseran plasenta.
- Jika plasenta menempel pada dinding depan rahim (anterior), terkadang pergeserannya bisa lebih lambat dibandingkan yang menempel di dinding belakang (posterior).
Faktor yang Memengaruhi Pergeseran Plasenta
Meskipun sebagian besar plasenta akan bergeser, ada beberapa faktor yang memengaruhi kemungkinan tersebut. Pemahaman mengenai faktor-faktor ini sangat penting agar kamu dan dokter dapat merencanakan persalinan yang aman. Berikut adalah beberapa poin penentunya:
1. Tingkat Keparahan Penutupan Jalan Lahir
Jika plasenta hanya “menyentuh” tepi serviks, kemungkinannya untuk menjauh sangat besar. Namun, jika plasenta menutupi serviks sepenuhnya (total), jaringan tersebut harus “tertarik” lebih jauh untuk bisa membebaskan jalan lahir. Jika pada minggu ke-35 plasenta masih menutupi jalan lahir, kemungkinan besar posisi tersebut tidak akan berubah lagi.
2. Riwayat Operasi Caesar
Jaringan parut (scar) pada dinding rahim akibat operasi caesar sebelumnya dapat memengaruhi di mana plasenta menempel dan bagaimana ia bergerak. Plasenta cenderung tidak bisa bergeser dengan mudah jika ia menempel tepat di atas jaringan parut operasi terdahulu.
3. Gaya Hidup dan Kesehatan Ibu
Kesehatan pembuluh darah sangat berpengaruh pada perkembangan plasenta. Kebiasaan merokok atau kondisi medis seperti hipertensi dapat memengaruhi suplai darah dan elastisitas rahim, yang secara tidak langsung berdampak pada proses perkembangan segmen bawah rahim.
Tips Menjaga Kehamilan dengan Plasenta Rendah
Jika kamu didiagnosis dengan plasenta rendah, langkah terpenting adalah mengikuti instruksi dokter dengan disiplin. Meskipun tidak ada obat yang bisa “menarik” plasenta ke atas, kamu bisa melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi komplikasi perdarahan.
Selama masa kehamilan, pastikan asupan nutrisi dan vitamin harianmu terpenuhi dengan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Selain nutrisi, berikut adalah beberapa batasan yang biasanya disarankan oleh dokter (sering disebut sebagai pelvic rest):
- Hindari Hubungan Seksual: Penetrasi atau orgasme terkadang dapat memicu kontraksi rahim atau trauma ringan pada serviks yang berada dekat dengan plasenta, sehingga memicu perdarahan.
- Batasi Aktivitas Fisik Berat: Jangan mengangkat beban berat (lebih dari 5 kilogram) atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti melompat atau lari cepat.
- Hindari Perjalanan Jauh: Jika memungkinkan, hindari duduk terlalu lama dalam perjalanan yang jauh untuk meminimalkan tekanan pada panggul dan memastikan akses cepat ke rumah sakit jika terjadi perdarahan mendadak.
- Waspadai Perdarahan: Segera ke rumah sakit jika kamu mengalami flek atau darah segar yang keluar dari vagina, meskipun tidak disertai rasa sakit.
Studi Mengenai Pergeseran Plasenta
The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa lebih dari 90% plasenta letak rendah yang terdiagnosis pada trimester kedua akan mengalami resolusi secara spontan sebelum persalinan. Studi ini menekankan pentingnya penggunaan USG transvaginal untuk pengukuran jarak yang lebih akurat dibandingkan USG abdominal saja.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa jarak tepi plasenta terhadap ostium internal yang lebih dari 20 mm pada usia kehamilan 32-35 minggu sangat aman untuk menjalani persalinan pervaginam. Temuan ini memberikan harapan besar bagi banyak ibu hamil bahwa diagnosis awal bukan berarti akhir dari peluang melahirkan secara normal.
Sebagai kesimpulan, plasenta dibawah yang bergeser ke atas adalah proses alami yang terjadi pada mayoritas ibu hamil. Yang perlu kamu lakukan adalah tetap tenang, menjaga asupan nutrisi, membatasi aktivitas fisik, dan rutin melakukan kontrol kehamilan. Jika pada akhirnya plasenta tidak bergeser (tetap previa), dokter akan merencanakan operasi caesar demi keselamatan kamu dan buah hati.
Jangan ragu untuk mencari opini medis jika kamu merasa cemas. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan lebih lengkap dan akurat melalui layanan profesional. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Placenta Previa: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Placenta Previa.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2026. Low Lying Placenta (Placenta Previa).
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Placental Migration and Placenta Previa.
FAQ
1. Apakah plasenta dibawah bisa bergeser ke atas melalui olahraga tertentu?
Tidak, tidak ada olahraga atau gerakan fisik yang bisa menggeser posisi plasenta. Sebaliknya, olahraga berat justru dilarang karena berisiko memicu perdarahan. Pergeseran terjadi secara alami karena peregangan rahim.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan plasenta untuk bergeser?
Proses ini terjadi secara bertahap seiring pertumbuhan rahim, biasanya paling signifikan terlihat antara minggu ke-20 sampai minggu ke-32 kehamilan.
3. Apakah plasenta rendah selalu menyebabkan perdarahan?
Tidak selalu. Banyak ibu hamil dengan plasenta rendah tidak mengalami perdarahan sama sekali, terutama jika mereka mengikuti anjuran pembatasan aktivitas fisik dari dokter.
4. Bisakah saya melahirkan normal jika plasenta sudah bergeser?
Ya, jika pada USG terakhir (sekitar minggu ke-36) posisi plasenta sudah menjauh minimal 2 cm dari jalan lahir, dokter umumnya akan mengizinkan proses persalinan normal.
Khawatir dengan Posisi Plasenta Janin? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu sedang merasa khawatir dengan hasil pemeriksaan USG atau punya keluhan kehamilan lainnya, tapi bingung harus mulai bertanya dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



