Ad Placeholder Image

Tenggorokan Sakit Saat Menelan sampai Telinga Kanan?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Sakit Tenggorokan Kanan Menjalar ke Telinga Saat Menelan? Cek Ini!

Tenggorokan Sakit Saat Menelan sampai Telinga Kanan?Tenggorokan Sakit Saat Menelan sampai Telinga Kanan?

Tenggorokan Sakit Saat Menelan Sampai ke Telinga Kanan: Memahami Penyebab dan Penanganannya

Nyeri pada tenggorokan yang terasa hingga menjalar ke telinga kanan saat menelan adalah keluhan umum yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan signifikan. Sensasi ini seringkali membingungkan, namun ada penjelasan medis yang mendasari keterkaitan antara tenggorokan dan telinga. Memahami penyebab di baliknya penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Mengapa Sakit Tenggorokan Bisa Menjalar ke Telinga?

Telinga dan tenggorokan memiliki koneksi saraf yang berdekatan. Saraf-saraf seperti saraf glosofaringeal (saraf kranial IX) dan saraf vagus (saraf kranial X) mempersarafi kedua area ini. Oleh karena itu, iritasi atau peradangan di tenggorokan dapat dirasakan sebagai nyeri yang menjalar ke telinga, seringkali hanya pada satu sisi, seperti telinga kanan.

Penyebab Umum Tenggorokan Sakit Saat Menelan Sampai ke Telinga Kanan

Ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gejala ini, mulai dari infeksi ringan hingga masalah yang memerlukan perhatian lebih serius.

  • Faringitis (Radang Tenggorokan)

    Peradangan pada faring, bagian belakang tenggorokan, adalah salah satu penyebab paling umum. Faringitis bisa disebabkan oleh infeksi virus (seperti flu atau pilek) atau bakteri (misalnya Streptococcus). Nyeri saat menelan menjadi gejala utama yang bisa menjalar ke telinga.

  • Tonsilitis (Radang Amandel)

    Amandel adalah dua kelenjar kecil di bagian belakang tenggorokan. Ketika amandel meradang dan membengkak akibat infeksi virus atau bakteri, nyeri hebat saat menelan dapat terjadi dan menjalar ke telinga. Kondisi ini sering disertai demam dan kesulitan menelan.

  • Infeksi Virus atau Bakteri Lainnya

    Selain faringitis dan tonsilitis, infeksi lain di saluran pernapasan atas juga dapat memicu nyeri tenggorokan yang menjalar ke telinga. Contohnya adalah mononukleosis atau infeksi virus Coxsackie.

  • Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)

    GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan iritasi. Asam yang naik dapat mencapai tenggorokan, memicu rasa sakit, terbakar, dan terkadang menjalar ke telinga. Gejala lain GERD meliputi nyeri ulu hati dan suara serak.

  • Otitis Media (Infeksi Telinga Tengah)

    Meskipun nyeri berasal dari telinga, infeksi pada telinga tengah dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke tenggorokan. Hal ini karena ada saluran yang menghubungkan tenggorokan dan telinga, yaitu tuba Eustachius. Infeksi seringkali dipicu oleh pilek atau alergi.

  • Abses Gigi atau Masalah Gigi/Gusi Lainnya

    Infeksi serius pada gigi, gusi, atau rahang bawah, seperti abses gigi, dapat menyebabkan nyeri yang menyebar ke tenggorokan dan telinga di sisi yang sama.

  • Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ)

    Sendi rahang (TMJ) yang menghubungkan rahang bawah ke tengkorak, jika mengalami gangguan atau peradangan, dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke telinga, wajah, dan tenggorokan, terutama saat mengunyah atau menelan.

Gejala Tambahan yang Mungkin Menyertai

Selain nyeri tenggorokan dan telinga saat menelan, beberapa gejala lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Sulit menelan makanan padat atau cair
  • Suara serak atau batuk
  • Bau mulut
  • Munculnya bercak putih atau nanah pada amandel

Cara Mengatasi Awal di Rumah

Untuk penanganan awal guna meredakan ketidaknyamanan, beberapa langkah dapat dilakukan di rumah:

  • Kumur Air Garam Hangat

    Mencampur setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat dan berkumur dapat membantu membersihkan tenggorokan, mengurangi peradangan, dan membunuh bakteri.

  • Minum Banyak Air Putih

    Menjaga tubuh terhidrasi penting untuk melumasi tenggorokan, mencegah kekeringan, dan membantu tubuh melawan infeksi.

  • Istirahat Cukup

    Istirahat yang memadai memungkinkan sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi.

  • Hindari Makanan dan Minuman Ekstrem

    Jauhi makanan terlalu panas, terlalu dingin, pedas, atau asam yang dapat mengiritasi tenggorokan lebih lanjut.

  • Gunakan Pelembap Udara

    Udara kering dapat memperparah iritasi tenggorokan. Pelembap udara dapat membantu menjaga kelembapan di sekitar.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Meskipun penanganan rumahan dapat membantu meredakan gejala, konsultasi dengan dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) sangat dianjurkan jika nyeri tidak membaik dalam beberapa hari, semakin parah, atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis penyebab pasti dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai, seperti antibiotik untuk infeksi bakteri, obat pereda nyeri, atau penanganan lain untuk kondisi tertentu seperti GERD atau gangguan TMJ. Penting untuk mencari pertolongan medis segera jika ada tanda-tanda serius seperti kesulitan bernapas, pembengkakan parah di leher, atau demam tinggi yang tidak turun.

Pencegahan Nyeri Tenggorokan dan Telinga

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya nyeri tenggorokan dan telinga:

  • Mencuci tangan secara teratur untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi.
  • Menghindari merokok dan paparan asap rokok.
  • Mengelola kondisi kesehatan seperti alergi atau GERD dengan baik.

Jika mengalami tenggorokan sakit saat menelan sampai ke telinga kanan dan gejala tidak membaik dengan penanganan awal, segera cari saran medis profesional. Layanan kesehatan Halodoc dapat membantu menghubungkan dengan dokter spesialis THT untuk diagnosis dan penanganan yang akurat.