Ad Placeholder Image

Tensi 170/110: Jangan Remehkan Angka Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Jangan Remehkan Tensi 170/110! Kenali dan Segera Atasi

Tensi 170/110: Jangan Remehkan Angka Ini!Tensi 170/110: Jangan Remehkan Angka Ini!

Seseorang dengan tensi 170/110 mmHg berada dalam kategori Hipertensi Tingkat II, suatu kondisi medis serius yang memerlukan perhatian dan penanganan segera dari dokter. Angka tekanan darah ini menandakan risiko tinggi terjadinya komplikasi fatal seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal, sehingga tidak cukup hanya diatasi dengan perubahan gaya hidup semata. Penting untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis untuk diagnosis akurat dan rencana pengobatan yang tepat. Jika disertai gejala seperti nyeri dada atau sesak napas, kondisi ini bisa menjadi krisis hipertensi yang membutuhkan penanganan darurat.

Apa Arti Tensi 170/110 mmHg?

Tekanan darah diukur dalam dua angka: sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah). Angka sistolik (170) menunjukkan tekanan pada pembuluh darah saat jantung berdetak. Sementara itu, angka diastolik (110) menunjukkan tekanan di antara detak jantung, saat jantung sedang beristirahat.

Menurut pedoman kesehatan, tekanan darah 170/110 mmHg termasuk dalam kategori Hipertensi Tingkat II. Kondisi ini jauh di atas batas normal (kurang dari 120/80 mmHg) dan mengindikasikan bahwa pembuluh darah serta organ-organ vital terus-menerus terpapar tekanan tinggi. Hal ini merupakan sinyal serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Mengapa Tensi 170/110 mmHg Dianggap Berbahaya?

Tekanan darah yang mencapai 170/110 mmHg bukan hanya sekadar “tinggi”, melainkan kondisi kritis yang berpotensi memicu berbagai komplikasi serius. Tekanan darah setinggi ini memberikan beban berlebihan pada jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan progresif pada organ vital.

Beberapa komplikasi yang berisiko terjadi meliputi:

  • Stroke: Pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah di otak.
  • Serangan Jantung: Kerusakan otot jantung akibat aliran darah yang terhambat.
  • Gagal Ginjal: Kerusakan fungsi ginjal yang menyebabkan penumpukan limbah dalam tubuh.
  • Penyakit Arteri Perifer: Penyempitan pembuluh darah di luar jantung dan otak.
  • Retinopati Hipertensi: Kerusakan pembuluh darah di mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai pada Tensi 170/110 mmHg

Hipertensi sering dijuluki “pembunuh senyap” karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, bahkan pada tekanan darah yang sangat tinggi. Namun, pada tingkat 170/110 mmHg, beberapa individu mungkin mengalami gejala.

Gejala yang perlu diwaspadai, terutama jika tiba-tiba muncul dan parah, antara lain:

  • Sakit kepala parah
  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada
  • Sesak napas
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Mual atau muntah
  • Kelelahan ekstrem
  • Mati rasa atau kesemutan pada wajah, lengan, atau kaki

Jika mengalami tekanan darah 170/110 mmHg disertai gejala seperti nyeri dada atau sesak napas, kondisi ini dapat menjadi krisis hipertensi. Krisis hipertensi memerlukan penanganan medis darurat, terutama jika tekanan darah mencapai 180/110 mmHg atau lebih tinggi.

Penyebab Hipertensi Tingkat II

Penyebab tekanan darah tinggi dapat bervariasi. Secara umum, hipertensi dibagi menjadi dua jenis utama:

  • Hipertensi Primer (Esensial): Ini adalah jenis hipertensi yang paling umum. Penyebab spesifiknya seringkali tidak diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik, gaya hidup tidak sehat (seperti diet tinggi garam, kurang aktivitas fisik, obesitas), dan proses penuaan.
  • Hipertensi Sekunder: Jenis ini disebabkan oleh kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa penyebab umumnya meliputi penyakit ginjal, masalah tiroid, apnea tidur, penyempitan arteri ginjal, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Pada tekanan darah setinggi 170/110 mmHg, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan jenis dan penyebab hipertensi.

Penanganan Medis Tensi 170/110 mmHg: Kapan Harus ke Dokter?

Mendapatkan pembacaan tensi 170/110 mmHg adalah panggilan darurat untuk segera mencari bantuan medis. Ini bukan kondisi yang bisa ditunda atau diatasi hanya dengan perubahan gaya hidup. Kunjungan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat harus dilakukan tanpa penundaan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengukur tekanan darah ulang, dan mungkin menyarankan tes tambahan seperti tes darah, tes urine, atau EKG. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi diagnosis, mengevaluasi potensi kerusakan organ, dan mencari tahu penyebab mendasar hipertensi.

Penanganan kemungkinan besar akan melibatkan pemberian obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah secara efektif. Dokter akan menentukan jenis dan dosis obat yang sesuai. Sambil menunggu instruksi dokter untuk pengobatan berkelanjutan, beberapa langkah gaya hidup sehat bisa diterapkan, seperti mengurangi asupan garam, berolahraga teratur, dan mengelola stres. Namun, langkah-langkah ini hanyalah pelengkap dan tidak bisa menggantikan terapi medis yang diresepkan.

Pencegahan dan Pengelolaan Jangka Panjang Hipertensi

Setelah diagnosis dan penanganan awal untuk tensi 170/110 mmHg, pengelolaan jangka panjang menjadi kunci untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan. Pencegahan hipertensi, bahkan setelah kondisi terdiagnosis, berpusat pada perubahan gaya hidup sehat yang berkelanjutan dan kepatuhan terhadap pengobatan.

Langkah-langkah yang direkomendasikan meliputi:

  • Diet Sehat: Mengurangi asupan garam, membatasi makanan olahan, dan mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, serta biji-bijian. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) sangat direkomendasikan.
  • Aktivitas Fisik Teratur: Melakukan olahraga aerobik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.
  • Menjaga Berat Badan Ideal: Obesitas adalah faktor risiko utama hipertensi.
  • Menghindari Rokok dan Batasi Alkohol: Keduanya dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah.
  • Mengelola Stres: Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau hobi dapat membantu menurunkan tingkat stres.

Selain itu, penting untuk secara rutin memantau tekanan darah di rumah dan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala dengan dokter. Kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter adalah hal mutlak untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi serius.

Jika mengalami tensi 170/110 mmHg, jangan menunda. Segera hubungi dokter atau manfaatkan layanan konsultasi kesehatan melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan saran profesional. Konsultasi dini dan pengelolaan yang tepat dapat membantu menghindari risiko komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup.