Ad Placeholder Image

Tensi 170/120 Artinya: Pahami Krisis Hipertensi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Tensi 170/120 Artinya: Waspada Hipertensi Kritis

Tensi 170/120 Artinya: Pahami Krisis HipertensiTensi 170/120 Artinya: Pahami Krisis Hipertensi

Apa Arti Tensi 170/120 mmHg? Penjelasan Lengkap

Angka tekanan darah 170/120 mmHg menunjukkan kondisi tekanan darah yang sangat tinggi, sebuah indikasi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Secara umum, tekanan darah di atas 180/120 mmHg termasuk dalam kategori krisis hipertensi, sementara 170/120 mmHg sendiri sudah berada pada hipertensi stadium 2 yang mendekati krisis.

Angka 170 mmHg adalah tekanan sistolik, yaitu tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Angka ini sangat tinggi, mengindikasikan jantung bekerja ekstra keras. Sedangkan 120 mmHg adalah tekanan diastolik, yakni tekanan saat jantung beristirahat di antara detak jantung. Kedua angka yang tinggi ini menunjukkan beban kerja jantung dan pembuluh darah yang sangat berlebihan.

Mengapa Tensi 170/120 mmHg Sangat Berbahaya?

Kondisi tekanan darah 170/120 mmHg sangat berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan serius. Tekanan darah setinggi ini dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ vital seiring waktu, bahkan dalam waktu singkat jika terjadi krisis hipertensi. Risiko utama yang mengancam adalah terjadinya stroke dan serangan jantung.

Kerusakan pada pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke) atau di jantung (serangan jantung). Selain itu, organ lain seperti ginjal dan mata juga berisiko mengalami kerusakan permanen akibat tekanan darah yang tidak terkontrol ini.

Waspadai Gejala yang Menyertai Krisis Hipertensi

Jika tekanan darah mencapai 170/120 mmHg dan disertai gejala tertentu, seseorang mungkin sedang mengalami krisis hipertensi. Krisis ini adalah keadaan darurat medis yang memerlukan pertolongan secepatnya untuk mencegah kerusakan organ target.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri dada hebat atau sesak napas.
  • Pusing yang parah atau vertigo.
  • Gangguan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh.
  • Sakit kepala parah yang tidak biasa.
  • Mual dan muntah.
  • Kecemasan ekstrem.

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut bersamaan dengan tekanan darah yang sangat tinggi, segera cari pertolongan medis darurat.

Penyebab Umum Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor gaya hidup dan genetik. Meskipun penyebab pasti tidak selalu diketahui, beberapa faktor risiko utama dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Pola makan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Merokok.
  • Stres kronis.
  • Usia lanjut.
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi.
  • Kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal, diabetes, atau apnea tidur.

Langkah Penanganan Darurat untuk Tensi 170/120 mmHg

Melihat angka tekanan darah 170/120 mmHg, tindakan segera sangat diperlukan. Jika seseorang mengukur tekanan darahnya sendiri dan mendapatkan angka tersebut, terutama jika disertai gejala krisis hipertensi, langkah pertama adalah mencari bantuan medis darurat.

Hindari melakukan diagnosis atau pengobatan mandiri. Tim medis dapat memberikan penanganan yang tepat untuk menurunkan tekanan darah secara aman dan mencegah komplikasi serius.

Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi Jangka Panjang

Untuk mencegah tekanan darah tinggi atau mengelola kondisi hipertensi, perubahan gaya hidup sehat adalah kunci. Langkah-langkah ini dapat membantu menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal.

Beberapa strategi pencegahan dan pengelolaan meliputi:

  • Mengonsumsi makanan seimbang dengan mengurangi asupan garam, serta memperbanyak buah, sayur, dan biji-bijian utuh.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur, minimal 30 menit sehari, beberapa kali seminggu.
  • Menjaga berat badan ideal atau menurunkan berat badan jika mengalami obesitas.
  • Membatasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok.
  • Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
  • Melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan mengikuti anjuran dokter.

Apabila telah didiagnosis hipertensi, patuh pada regimen pengobatan yang diresepkan dokter adalah hal yang fundamental untuk mengontrol tekanan darah.

Tekanan darah 170/120 mmHg merupakan kondisi serius yang tidak boleh diabaikan dan memerlukan penanganan medis segera. Pemahaman akan risiko dan gejala yang menyertainya sangat penting. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi dengan dokter mengenai kondisi tekanan darah, seseorang dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan berbasis bukti.