Kenapa Mata Suka Berair? Bukan Sekadar Iritasi!

Mata yang suka berair atau mengeluarkan air mata secara berlebihan merupakan kondisi umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu penglihatan, serta aktivitas sehari-hari. Memahami penyebab di balik mata berair penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi.
Apa Itu Mata Suka Berair?
Mata suka berair, dalam istilah medis disebut epiphora, adalah kondisi saat mata memproduksi air mata lebih banyak dari biasanya atau saat air mata tidak dapat mengalir dengan baik dari mata. Meskipun air mata penting untuk menjaga kelembapan dan membersihkan mata, produksi berlebihan atau drainase yang buruk bisa menjadi tanda adanya masalah. Kelebihan air mata dapat mengalir ke pipi, menyebabkan pandangan buram, dan iritasi pada kulit di sekitar mata.
Penyebab Kenapa Mata Suka Berair
Air mata yang terus-menerus bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari iritasi ringan hingga masalah medis yang lebih serius. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya karena hal tersebut akan memengaruhi jenis penanganan yang diperlukan. Berikut adalah beberapa penyebab umum kenapa mata suka berair:
- Iritasi Mata Eksternal. Paparan debu, asap, angin, polusi, bahan kimia seperti klorin, atau bahkan udara yang terlalu kering dapat mengiritasi permukaan mata. Sebagai respons alami, mata akan memproduksi lebih banyak air mata untuk membilas zat iritan tersebut.
- Alergi. Reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, atau tungau debu dapat memicu mata gatal, merah, dan berair. Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, menyebabkan pelepasan histamin yang memicu gejala tersebut.
- Infeksi Mata. Infeksi bakteri atau virus, seperti konjungtivitis (mata merah), adalah penyebab umum mata berair. Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
- Saluran Air Mata Tersumbat. Saluran air mata (duktus nasolakrimalis) adalah jalur yang mengalirkan air mata dari mata ke hidung. Jika saluran ini tersumbat, air mata tidak dapat mengalir dengan baik dan menumpuk di mata, menyebabkan mata terus berair. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau berkembang di kemudian hari.
- Mata Kering. Ironisnya, mata kering dapat memicu produksi air mata berlebihan. Saat mata tidak memiliki kelembapan yang cukup, ia akan bereaksi dengan memproduksi air mata berlebihan sebagai upaya kompensasi. Namun, air mata ini seringkali tidak memiliki komposisi yang tepat untuk melumasi mata secara efektif.
- Bulu Mata Tumbuh ke Dalam (Trikiasis). Kondisi ini terjadi ketika bulu mata tumbuh mengarah ke dalam, menggosok permukaan mata. Gesekan ini dapat menyebabkan iritasi kronis, rasa nyeri, dan produksi air mata yang berlebihan.
- Perubahan Hormonal. Wanita menopause atau yang sedang mengalami perubahan hormonal juga bisa mengalami mata kering, yang kemudian memicu mata berair.
- Kondisi Medis Lain. Beberapa kondisi medis seperti Bell’s Palsy, kelumpuhan wajah, atau masalah tiroid dapat memengaruhi fungsi kelopak mata dan produksi air mata.
Kapan Perlu Konsultasi Dokter untuk Mata Berair?
Penting untuk memperhatikan gejala lain yang menyertai mata berair. Konsultasi dengan dokter direkomendasikan jika mata terus berair dan disertai dengan:
- Rasa sakit atau nyeri pada mata.
- Perubahan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.
- Kemerahan yang parah atau bengkak pada mata atau kelopak mata.
- Keluarnya nanah atau cairan kental dari mata.
- Mata berair yang tidak membaik setelah beberapa hari.
- Mata berair terjadi setelah cedera mata atau paparan bahan kimia.
Langkah Pengobatan Mata Berair
Pengobatan untuk mata berair sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Setelah diagnosis oleh dokter, beberapa penanganan umum mungkin termasuk:
- Obat Tetes Mata. Untuk iritasi ringan atau mata kering, obat tetes mata pelumas (air mata buatan) dapat membantu. Antihistamin dalam bentuk tetes mata dapat digunakan untuk alergi.
- Antibiotik atau Antivirus. Jika infeksi menjadi penyebabnya, dokter mungkin meresepkan tetes mata antibiotik atau antiviral.
- Prosedur Medis. Untuk saluran air mata yang tersumbat, dokter dapat merekomendasikan pijatan ringan, probing (melalui saluran), atau dalam kasus yang lebih parah, operasi (dacryocystorhinostomy).
- Penanganan Trikiasis. Jika bulu mata tumbuh ke dalam, dokter dapat mencabutnya, melakukan elektrolisis, atau bedah laser untuk menghancurkan folikel bulu mata.
- Menghindari Pemicu. Jika disebabkan oleh alergi atau iritasi, menghindari pemicu adalah langkah penting.
Cara Mencegah Mata Suka Berair
Meskipun tidak semua penyebab mata berair dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko atau gejalanya:
- Lindungi Mata. Gunakan kacamata pelindung saat berada di lingkungan berdebu, berangin, atau saat berenang untuk menghindari iritasi.
- Hindari Alergen. Jaga kebersihan rumah, gunakan filter udara, dan hindari kontak langsung dengan alergen yang diketahui.
- Jaga Kebersihan Mata. Jangan mengucek mata dengan tangan kotor dan selalu cuci tangan sebelum menyentuh mata.
- Gunakan Pelembap Udara. Di lingkungan yang kering, penggunaan pelembap udara dapat membantu menjaga kelembapan mata.
- Istirahatkan Mata. Bagi orang yang sering bekerja di depan layar komputer, istirahatkan mata secara berkala dengan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Mata yang suka berair bisa menjadi tanda kondisi yang beragam. Jika mengalami mata berair terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis yang akurat.



