Ad Placeholder Image

Ternyata Ini Penyebab Kesurupan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Kesurupan: Gangguan Jiwa atau Dihuni Roh Halus?

Ternyata Ini Penyebab Kesurupan dan Cara MengatasinyaTernyata Ini Penyebab Kesurupan dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Fenomena kesurupan telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat dan budaya di Indonesia. Secara tradisional, kondisi ini sering dikaitkan dengan masuknya entitas gaib ke dalam tubuh seseorang. Namun, dari sudut pandang medis dan psikologis, tanda tanda kesurupan sebenarnya dapat dijelaskan sebagai fenomena kesehatan mental yang kompleks, yang dikenal dengan istilah gangguan trans disosiatif atau dissociative trance disorder.

Penting bagi kita untuk memahami kondisi ini secara objektif agar penanganan yang diberikan tepat sasaran. Seringkali, gejala yang dianggap mistis merupakan manifestasi dari tekanan psikologis yang sangat berat, trauma masa lalu, atau kelelahan mental yang ekstrem. Dengan memahami tanda-tandanya dari sisi medis, kamu bisa membantu orang terdekat mendapatkan pertolongan profesional yang mereka butuhkan.

Kondisi ini tidak boleh disepelekan, karena menyangkut fungsi otak dan kestabilan emosi seseorang. Penanganan yang salah atau hanya mengandalkan metode non-medis terkadang justru memperburuk kondisi psikis penderitanya. Oleh karena itu, edukasi mengenai gejala fisik dan psikis yang menyertai fenomena ini menjadi krusial.

Nah, mau tahu apa saja tanda-tanda dan penjelasan medis di balik fenomena kesurupan? Berikut ulasannya!

Mengenal Fenomena Kesurupan dalam Kacamata Medis

Dalam dunia kedokteran jiwa (psikiatri), fenomena yang sering disebut kesurupan dikategorikan ke dalam gangguan disosiatif. Menurut International Classification of Diseases (ICD) dari WHO, kondisi ini disebut sebagai Gangguan Trans dan Kesurupan (Trance and Possession Disorder). Ini adalah kondisi di mana seseorang kehilangan sementara kesadaran akan identitas dirinya dan kesadaran terhadap lingkungannya.

Saat hal ini terjadi, seseorang mungkin merasa atau bertindak seolah-olah dikendalikan oleh kekuatan atau kepribadian lain. Namun, secara klinis, ini adalah mekanisme pertahanan diri otak (coping mechanism) saat menghadapi stresor yang tidak tertahankan. Otak “memutus” koneksi dengan realitas untuk melindungi diri dari rasa sakit atau trauma.

Tanda-tanda Kesurupan yang Sering Muncul

Gejala yang muncul pada seseorang yang mengalami trans disosiatif bisa sangat bervariasi, namun ada beberapa pola umum yang sering ditemukan secara klinis:

1. Kehilangan Identitas Diri Sementara

Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya akan berbicara atau bertindak dengan karakter yang sangat berbeda dari kepribadian aslinya. Suara bisa berubah, gaya bahasa menjadi berbeda, dan mereka mungkin mengeklaim diri sebagai orang lain atau entitas tertentu.

2. Perubahan Kesadaran terhadap Lingkungan

Penderita tampak “kosong” atau tidak merespons rangsangan dari luar dengan normal. Fokus perhatian mereka menjadi sangat sempit atau hanya tertuju pada satu hal di dalam pikiran mereka sendiri, sehingga mengabaikan orang-orang di sekitarnya.

3. Kekuatan Fisik yang Tidak Biasa

Secara medis, lonjakan adrenalin saat seseorang berada dalam kondisi trans dapat menyebabkan mereka memiliki kekuatan fisik yang tampak melebihi batas normal. Hal ini sering disalahartikan sebagai kekuatan gaib, padahal merupakan reaksi fisiologis tubuh terhadap stres akut.

4. Amnesia Setelah Kejadian

Setelah episode selesai, penderita biasanya tidak ingat sama sekali (amnesia) apa yang telah terjadi atau apa yang telah mereka lakukan. Ini adalah ciri khas dari gangguan disosiatif, di mana ingatan selama fase trans tidak tersimpan dalam memori sadar.

Gejala Fisik yang Perlu Diwaspadai
  1. Mata mendelik atau tertutup rapat dalam waktu lama.
  2. Kejang-kejang ringan atau tubuh menjadi sangat kaku (katatonik).
  3. Napas menjadi cepat (hiperventilasi) atau tidak teratur.

Gangguan Disosiatif: Penjelasan di Balik Kesurupan

Gangguan disosiatif terjadi ketika ada gangguan pada fungsi integrasi kesadaran, memori, identitas, atau persepsi terhadap lingkungan. Pada kasus kesurupan massal yang sering terjadi di sekolah, fenomena ini sering dikaitkan dengan “histeria massa” atau Mass Psychogenic Illness. Tekanan ujian, aturan yang ketat, atau kecemasan kolektif dapat memicu reaksi berantai di mana satu orang yang mengalami trans memicu orang lain untuk mengalami hal yang sama.

Faktor Pemicu dan Risiko Psikologis

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tanda tanda kesurupan secara medis:

  • Trauma Psikologis: Pengalaman masa lalu yang menyakitkan, seperti pelecehan atau kehilangan orang yang dicintai, yang tidak terproses dengan baik.
  • Stres Akut: Tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, atau konflik keluarga yang memuncak.
  • Kurang Tidur dan Kelelahan: Kelelahan fisik yang ekstrem menurunkan ambang batas pertahanan mental seseorang.
  • Keyakinan Budaya: Lingkungan yang sangat meyakini fenomena mistis dapat memengaruhi cara otak memanifestasikan stres dalam bentuk gejala trans.

Bagaimana Cara Menangani Kondisi Ini?

Langkah pertama yang paling penting adalah membawa penderita ke tempat yang tenang dan aman. Pastikan mereka tidak melukai diri sendiri atau orang lain. Secara medis, pengobatan melibatkan terapi bicara (psikoterapi) untuk menemukan akar masalah psikologis yang memicu disosiasi tersebut.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan penenang atau antidepresan jika ditemukan gangguan kecemasan atau depresi yang mendasari. Jika kamu melihat tanda tanda kesurupan pada orang terdekat yang terjadi berulang kali, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Studi Mengenai Gangguan Trans Disosiatif

The Journal of Nervous and Mental Disease menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa fenomena kesurupan di berbagai budaya memiliki korelasi kuat dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan gangguan somatisasi.

Studi ini menemukan bahwa individu yang sering mengalami kondisi trans memiliki skor yang tinggi pada skala disosiasi psikologis. Hal ini membuktikan bahwa fenomena tersebut merupakan masalah kesehatan mental yang valid dan membutuhkan pendekatan klinis, bukan sekadar penanganan spiritual.

Cara Mencegah Terulangnya Episode Trans

1. Manajemen Stres yang Baik

Belajar teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam dapat membantu menjaga stabilitas mental saat menghadapi tekanan.

2. Cukupi Kebutuhan Nutrisi dan Istirahat

Tubuh yang sehat mendukung jiwa yang kuat. Kamu juga bisa melengkapi kebutuhan kesehatan dengan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, seperti vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kesimpulannya, tanda tanda kesurupan adalah manifestasi nyata dari kondisi psikologis yang membutuhkan empati dan penanganan medis profesional. Jangan ragu untuk mencari bantuan ahli demi kesehatan mental yang lebih baik.

FAQ

1. Apakah kesurupan bisa menular secara medis?

Bisa, fenomena ini disebut Mass Psychogenic Illness. Ini bukan menular karena virus, melainkan reaksi psikologis kolektif terhadap stres atau kecemasan di lingkungan yang sama.

2. Apa perbedaan kesurupan dan skizofrenia?

Kesurupan biasanya bersifat sementara (trans), sedangkan skizofrenia adalah gangguan kronis yang ditandai dengan halusinasi dan delusi yang menetap dalam waktu lama.

3. Mengapa orang yang kesurupan suaranya bisa berubah?

Perubahan suara terjadi karena adanya perubahan tegangan pada pita suara akibat kondisi psikis yang tegang dan upaya bawah sadar untuk memerankan identitas lain.

4. Kapan seseorang harus dibawa ke psikiater setelah kesurupan?

Jika kejadian tersebut berulang, menyebabkan amnesia yang mengganggu aktivitas, atau disertai keinginan untuk menyakiti diri sendiri dan orang lain.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics: Dissociative Trance Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dissociative Disorders: Symptoms and Causes.
American Psychiatric Association. Diakses pada 2026. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Cross-cultural aspects of dissociative possession.

## Punya Keluhan Kesehatan atau Gangguan Tidur yang Mengganggu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sering merasa tidak enak badan, stres berat, atau mengalami keluhan kesehatan yang sulit dijelaskan? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.