Ad Placeholder Image

Ternyata Sickle Cell Anemia Disebabkan Oleh Mutasi Genetik

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Sickle Cell Anemia: Penyebab Utama & Faktor Genetik

Ternyata Sickle Cell Anemia Disebabkan Oleh Mutasi GenetikTernyata Sickle Cell Anemia Disebabkan Oleh Mutasi Genetik

Sickle cell anemia atau anemia sel sabit adalah penyakit keturunan yang memengaruhi bentuk sel darah merah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan yang serius. Artikel ini akan membahas penyebab utama sickle cell anemia dan bagaimana mutasi genetik berperan dalam perkembangan penyakit ini.

Definisi Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah kelainan darah genetik yang menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit atau huruf “S” dan menjadi kaku. Bentuk abnormal ini menghambat aliran darah yang sehat dan mengurangi kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Penyebab Utama Anemia Sel Sabit

Sickle cell anemia disebabkan oleh mutasi genetik pada gen HBB yang bertanggung jawab untuk memproduksi hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Mutasi ini menyebabkan produksi hemoglobin abnormal yang disebut hemoglobin S (HbS).

Seseorang harus mewarisi dua salinan gen yang bermutasi (satu dari setiap orang tua) untuk mengembangkan sickle cell anemia. Jika hanya satu gen yang bermutasi diwarisi, orang tersebut akan menjadi pembawa sifat sickle cell dan biasanya tidak menunjukkan gejala penyakit.

Mutasi Genetik pada Gen HBB

Mutasi pada gen HBB menyebabkan perubahan pada struktur hemoglobin. Hemoglobin S (HbS) cenderung menggumpal di dalam sel darah merah ketika melepaskan oksigen. Penggumpalan ini menyebabkan sel darah merah berubah bentuk menjadi sabit dan menjadi kaku.

Sel darah merah yang berbentuk sabit tidak fleksibel seperti sel darah merah normal. Mereka mudah pecah dan memiliki umur yang lebih pendek, menyebabkan anemia kronis. Selain itu, sel-sel sabit ini dapat menyumbat pembuluh darah kecil, menghambat aliran darah dan oksigen ke berbagai organ dan jaringan.

Bagaimana Mutasi Genetik Diturunkan?

Sickle cell anemia adalah penyakit autosomal resesif, yang berarti bahwa seseorang harus mewarisi dua salinan gen yang bermutasi untuk mengembangkan penyakit tersebut. Jika kedua orang tua adalah pembawa sifat sickle cell (memiliki satu salinan gen normal dan satu salinan gen yang bermutasi), ada:

  • 25% kemungkinan anak akan mewarisi dua gen normal dan tidak memiliki penyakit atau menjadi pembawa sifat.
  • 50% kemungkinan anak akan mewarisi satu gen normal dan satu gen yang bermutasi, menjadi pembawa sifat tanpa gejala.
  • 25% kemungkinan anak akan mewarisi dua gen yang bermutasi dan menderita sickle cell anemia.

Gejala Anemia Sel Sabit

Gejala sickle cell anemia bervariasi dari orang ke orang dan dapat berubah seiring waktu. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Anemia: Kekurangan sel darah merah yang sehat menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan sesak napas.
  • Nyeri: Krisis nyeri (vaso-occlusive crisis) terjadi ketika sel-sel sabit menghalangi aliran darah di pembuluh darah kecil, menyebabkan nyeri hebat di berbagai bagian tubuh.
  • Infeksi: Sel sabit merusak limpa, meningkatkan risiko infeksi bakteri.
  • Sindrom dada akut: Kondisi serius yang mirip dengan pneumonia dan dapat mengancam jiwa.
  • Stroke: Penyumbatan aliran darah ke otak dapat menyebabkan stroke.
  • Masalah penglihatan: Kerusakan pada pembuluh darah di mata dapat menyebabkan masalah penglihatan.

Diagnosis Anemia Sel Sabit

Diagnosis sickle cell anemia biasanya dilakukan melalui tes darah. Tes ini dapat mendeteksi keberadaan hemoglobin S (HbS) dan menentukan apakah seseorang adalah pembawa sifat atau menderita penyakit tersebut. Skrining bayi baru lahir sering dilakukan untuk mendeteksi sickle cell anemia sejak dini.

Pengobatan Anemia Sel Sabit

Pengobatan sickle cell anemia bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan memperpanjang umur. Beberapa pengobatan umum meliputi:

  • Obat pereda nyeri: Untuk mengelola krisis nyeri.
  • Transfusi darah: Untuk meningkatkan jumlah sel darah merah yang sehat dan mengurangi risiko komplikasi.
  • Antibiotik: Untuk mencegah dan mengobati infeksi.
  • Hydroxyurea: Obat yang dapat mengurangi frekuensi krisis nyeri dan sindrom dada akut.
  • Transplantasi sumsum tulang: Satu-satunya pengobatan yang dapat menyembuhkan sickle cell anemia, tetapi memiliki risiko yang signifikan.

Pencegahan Anemia Sel Sabit

Karena sickle cell anemia adalah penyakit genetik, tidak ada cara untuk mencegah mutasi genetik yang menyebabkannya. Namun, konseling genetik dan pengujian dapat membantu pasangan yang berisiko menjadi pembawa sifat sickle cell untuk membuat keputusan yang tepat tentang perencanaan keluarga.

Kesimpulan

Sickle cell anemia disebabkan oleh mutasi genetik pada gen HBB yang memengaruhi produksi hemoglobin. Memahami penyebab genetik penyakit ini penting untuk diagnosis dini, pengobatan yang tepat, dan konseling genetik. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan sickle cell anemia atau berencana untuk memiliki anak, konsultasikan dengan dokter atau ahli genetika untuk mendapatkan informasi dan saran yang tepat. Anda juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan terpercaya seperti Halodoc untuk mendapatkan panduan medis yang lebih personal dan komprehensif.