Ad Placeholder Image

Ternyata Tidak Semua Orang Punya Ambeien, Ini Alasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Apakah Semua Orang Punya Ambeien? Ini Bedanya!

Ternyata Tidak Semua Orang Punya Ambeien, Ini AlasannyaTernyata Tidak Semua Orang Punya Ambeien, Ini Alasannya

Pertanyaan apakah semua orang memiliki ambeien sering muncul. Penting untuk memahami perbedaan antara struktur anatomi normal tubuh dan kondisi medis. Tidak, tidak semua orang menderita ambeien sebagai sebuah penyakit. Namun, semua orang memiliki bantalan pembuluh darah di area anus sebagai bagian normal tubuh. Bantalan inilah yang berpotensi menjadi ambeien (wasir) jika mengalami pembengkakan atau peradangan.

Kondisi ambeien atau wasir sangat umum terjadi. Diperkirakan sekitar 50% orang dewasa akan mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup. Ini berarti banyak orang akan mengalami gejalanya, meskipun tidak semua orang mengalaminya secara permanen atau parah.

Apa Itu Bantalan Pembuluh Darah dan Ambeien?

Secara anatomis, setiap individu memiliki bantalan pembuluh darah yang terletak di bagian bawah rektum dan di sekitar anus. Bantalan ini, yang sering disebut bantalan hemoroid, memiliki fungsi penting. Fungsinya adalah untuk membantu mengontrol buang air besar dan menjaga penutupan anus yang rapat. Mereka kaya akan pembuluh darah, jaringan ikat, dan otot.

Ambeien, atau wasir, terjadi ketika bantalan pembuluh darah ini mengalami pembengkakan, peradangan, atau prolaps (keluar dari tempatnya). Pembengkakan ini disebabkan oleh peningkatan tekanan yang abnormal pada pembuluh darah di area tersebut. Saat bantalan ini membengkak dan menyebabkan gejala, barulah kondisi ini disebut sebagai penyakit ambeien.

Penyebab Ambeien: Mengapa Bantalan Pembuluh Darah Menjadi Masalah?

Bantalan pembuluh darah yang normal dapat berubah menjadi ambeien yang menyakitkan karena berbagai faktor pemicu. Pemicu utama adalah peningkatan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Sembelit Kronis: Mengejan terlalu keras saat buang air besar karena tinja yang keras adalah penyebab paling umum. Tekanan ini mendorong bantalan keluar atau membengkak.
  • Diare Kronis: Kondisi diare yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan iritasi dan peningkatan tekanan di area anus.
  • Duduk atau Berdiri Terlalu Lama: Posisi duduk atau berdiri yang berkepanjangan, terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah rektum.
  • Kehamilan: Peningkatan tekanan pada panggul akibat rahim yang membesar, serta perubahan hormon, dapat menyebabkan wasir pada ibu hamil.
  • Faktor Genetik: Ada kemungkinan seseorang lebih rentan terhadap ambeien jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama. Hal ini berkaitan dengan kelemahan bawaan pada dinding pembuluh darah.
  • Obesitas: Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan di area perut dan panggul, berkontribusi pada perkembangan ambeien.
  • Angkat Beban Berat: Aktivitas yang melibatkan angkat beban berat secara berulang juga dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen.

Gejala Ambeien yang Perlu Diwaspadai

Gejala ambeien bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Ambeien dapat bersifat internal (di dalam rektum) atau eksternal (di bawah kulit sekitar anus). Beberapa gejala umum yang sering dialami:

  • Pendarahan tanpa rasa sakit saat buang air besar, yang terlihat sebagai darah merah terang di tinja, tisu toilet, atau di kloset.
  • Rasa gatal atau iritasi di area anus.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama saat duduk atau buang air besar.
  • Pembengkakan di sekitar anus.
  • Benjolan yang terasa lunak di dekat anus (ambeien eksternal).
  • Sensasi adanya sesuatu yang mengganjal setelah buang air besar.

Penting untuk diingat bahwa pendarahan rektum juga bisa menjadi gejala kondisi lain yang lebih serius. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sangat disarankan jika mengalami pendarahan.

Pencegahan Ambeien: Langkah Praktis Sehari-hari

Meskipun ambeien sangat umum, ada banyak cara untuk mengurangi risiko perkembangannya atau mencegah kekambuhannya. Langkah-langkah ini berfokus pada menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi tekanan di area anus:

  • Konsumsi Serat yang Cukup: Makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian membantu melunakkan tinja. Ini memudahkan buang air besar dan mengurangi kebutuhan untuk mengejan.
  • Minum Air yang Cukup: Asupan cairan yang memadai membantu menjaga tinja tetap lunak dan mencegah sembelit.
  • Hindari Mengejan: Jangan menunda buang air besar dan hindari mengejan secara berlebihan. Biarkan tubuh bekerja secara alami.
  • Jangan Duduk Terlalu Lama di Toilet: Batasi waktu duduk di toilet untuk mencegah peningkatan tekanan di area anus.
  • Berolahraga Secara Teratur: Aktivitas fisik membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Jaga Berat Badan Ideal: Menurunkan berat badan jika berlebih dapat mengurangi tekanan di panggul.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Meskipun banyak kasus ambeien dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup, ada beberapa situasi yang memerlukan perhatian medis. Jika mengalami pendarahan rektum, nyeri hebat, benjolan yang tidak kunjung hilang, atau gejala yang memburuk, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis yang akurat diperlukan untuk memastikan penyebab gejala dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat terkait gejala ambeien atau masalah pencernaan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis yang berpengalaman untuk mendapatkan saran medis yang terpercaya.