Ad Placeholder Image

Tes Buta Warna: Mengenal Huruf Tokek Lebih Dekat

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Tes buta warna huruf tokek membuat skrining warna lebih mudah dan menarik bagi anak-anak.

Tes Buta Warna: Mengenal Huruf Tokek Lebih DekatTes Buta Warna: Mengenal Huruf Tokek Lebih Dekat

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat sekumpulan titik berwarna-warni yang membentuk angka atau pola tertentu? Gambar tersebut dikenal secara luas sebagai gambar tes buta warna atau sering disebut masyarakat Indonesia sebagai “huruf tokek”. Tes ini bukan sekadar permainan visual, melainkan instrumen medis penting untuk mendeteksi gangguan persepsi warna pada seseorang.

Buta warna adalah kondisi di mana kualitas penglihatan terhadap warna berkurang. Meskipun jarang menyebabkan kebutaan total, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, terutama dalam menentukan pilihan karier di bidang tertentu seperti penerbangan, kedokteran, desain grafis, hingga teknik elektro. Oleh karena itu, memahami hasil tes sedini mungkin sangatlah krusial untuk langkah adaptasi di masa depan.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai berbagai jenis gambar tes buta warna, cara kerjanya secara ilmiah, hingga bagaimana kamu bisa menyikapi hasilnya jika ditemukan indikasi gangguan penglihatan warna. Memahami kesehatan mata adalah langkah awal untuk menjaga produktivitas sehari-hari.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai gambar tes buta warna? Berikut ulasannya!

Apa Itu Gambar Tes Buta Warna?

Gambar tes buta warna adalah alat diagnostik yang dirancang khusus untuk mengevaluasi kemampuan mata dalam membedakan spektrum warna primer. Di dalam mata manusia, terdapat sel-sel kerucut (cones) di retina yang berfungsi menangkap cahaya warna merah, hijau, dan biru. Jika salah satu atau lebih dari sel kerucut ini tidak berfungsi dengan baik, maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam membedakan warna-warna tertentu.

Tes yang paling populer digunakan secara global adalah Tes Ishihara. Tes ini menggunakan lembaran kertas yang berisi titik-titik dengan warna, kecerahan, dan ukuran yang bervariasi. Di tengah titik-titik tersebut, tersembunyi angka atau pola yang hanya bisa dilihat dengan jelas oleh orang dengan penglihatan warna normal.

Mengenal Metode Ishihara (Huruf Tokek)

Ditemukan oleh Dr. Shinobu Ishihara pada tahun 1917, tes ini tetap menjadi standar emas dalam pendeteksian buta warna merah-hijau. Mengapa disebut “huruf tokek” oleh masyarakat lokal? Hal ini dikarenakan pola titik-titiknya yang sekilas menyerupai tekstur kulit tokek atau reptil.

Metode Ishihara biasanya terdiri dari 24 hingga 38 piringan (plates). Setiap piringan memiliki tujuan spesifik:

  • Piringan Demonstrasi: Biasanya menunjukkan angka yang sangat kontras sehingga hampir semua orang (termasuk yang buta warna total) bisa melihatnya. Ini digunakan untuk memastikan pasien memahami instruksi tes.
  • Piringan Transformasi: Orang dengan penglihatan normal melihat satu angka, sedangkan orang dengan buta warna melihat angka yang berbeda.
  • Piringan Tersembunyi: Hanya orang dengan buta warna yang bisa melihat pola di dalamnya, sementara mata normal tidak melihat apa pun.
  • Piringan Diagnostik: Digunakan untuk menentukan jenis defisiensi (apakah protanopia atau deuteranopia).

Jenis-Jenis Buta Warna yang Perlu Diketahui

Penting untuk diingat bahwa buta warna bukan berarti seseorang hanya melihat hitam dan putih. Berikut adalah klasifikasi umumnya:

1. Buta Warna Merah-Hijau

Ini adalah jenis yang paling umum. Penderita kesulitan membedakan warna merah, kuning, dan hijau. Kondisi ini terbagi menjadi dua: Protan (gangguan pada sel kerucut merah) dan Deutan (gangguan pada sel kerucut hijau).

2. Buta Warna Biru-Kuning

Kondisi yang lebih jarang terjadi (Tritan). Penderita sulit membedakan warna biru dengan hijau, atau kuning dengan merah muda.

3. Buta Warna Total (Akromatopsia)

Kondisi yang sangat langka di mana seseorang benar-benar hanya melihat warna dalam skala abu-abu, hitam, dan putih. Biasanya disertai dengan sensitivitas cahaya yang tinggi dan ketajaman penglihatan yang rendah.

Penyebab Utama Buta Warna
  1. Faktor Genetik: Diturunkan melalui kromosom X (lebih sering terjadi pada pria).
  2. Faktor Usia: Penurunan fungsi saraf mata seiring bertambahnya usia.
  3. Penyakit Tertentu: Glaukoma, katarak, atau diabetes.
  4. Paparan Kimia: Seperti karbon disulfida atau pupuk tertentu.

Cara Membaca Gambar Tes Buta Warna

Membaca gambar tes buta warna tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Dalam lingkungan klinis, dokter biasanya memberikan waktu sekitar 3-5 detik per piringan. Berikut adalah tips dan cara membacanya:

Pertama, pastikan pencahayaan ruangan cukup terang namun tidak menimbulkan pantulan cahaya (glare) pada gambar. Jika kamu melakukan tes secara online, pastikan kecerahan layar monitor berada pada level standar dan tidak menggunakan filter “night mode” atau “blue light filter”.

Kedua, fokuskan mata pada bagian tengah gambar. Jangan mencoba menebak angka hanya dari bentuk luar titik-titiknya saja. Jika mata kamu normal, angka akan muncul secara instan karena otak langsung mengelompokkan warna yang serupa. Jika kamu merasa ragu atau melihat angka yang berbeda dari orang lain, jangan panik. Kamu disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan pemeriksaan resmi menggunakan buku Ishihara yang terkalibrasi.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Medis?

Meskipun tes buta warna online banyak tersedia, hasil tersebut tidak bisa dijadikan dasar diagnosis medis final. Jika kamu mengalami hal-hal berikut, segera temui dokter spesialis mata:

  • Anak-anak yang kesulitan membedakan warna saat belajar atau mewarnai.
  • Kesulitan membedakan warna lampu lalu lintas.
  • Kehilangan kemampuan membedakan warna secara tiba-tiba (bisa menjadi tanda kerusakan saraf).
  • Persyaratan masuk sekolah kedinasan atau pekerjaan teknis.

Untuk menjaga kesehatan mata secara umum, pastikan juga kamu mencukupi asupan nutrisi seperti vitamin A dan antioksidan. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc termasuk suplemen kesehatan mata yang sudah terjamin kualitasnya.

Studi Mengenai Gambar Tes Buta Warna

Journal of the Optical Society of America menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa efektivitas Tes Ishihara mencapai lebih dari 95% dalam mendeteksi defisiensi warna merah-hijau pada populasi pria.

Studi ini juga menekankan pentingnya standarisasi cahaya saat melakukan tes, karena spektrum cahaya lampu pijar yang berbeda dapat memengaruhi persepsi warna pada piringan tes. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik oleh ahli medis tetap menjadi cara paling akurat untuk validasi hasil.

Jika kamu merasakan perubahan pada penglihatan, jangan menunda untuk mendapatkan bantuan profesional. Deteksi dini membantu kamu merencanakan masa depan dengan lebih baik, terutama jika kondisi tersebut bersifat herediter atau genetik.

Segera konsultasikan dengan tenaga medis ahli jika hasil tes mandiri kamu menunjukkan kejanggalan. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Keluhan Penglihatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan mata atau penglihatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. What Is Color Blindness?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Poor Color Vision.
National Eye Institute. Diakses pada 2026. Color Blindness.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Buta Warna dan Penanganannya.

FAQ

1. Apakah buta warna bisa disembuhkan?

Hingga saat ini, buta warna genetik tidak dapat disembuhkan. Namun, penggunaan lensa khusus atau kacamata koreksi warna dapat membantu penderita melihat perbedaan warna dengan lebih jelas dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mengapa pria lebih sering mengalami buta warna daripada wanita?

Gen pembawa buta warna terletak pada kromosom X. Karena pria hanya memiliki satu kromosom X, satu gen cacat saja sudah cukup menyebabkan buta warna. Sementara wanita memiliki dua kromosom X, sehingga harus memiliki gen cacat di keduanya untuk menjadi buta warna.

3. Apakah anak-anak perlu melakukan tes buta warna?

Sangat disarankan. Anak sebaiknya menjalani skrining penglihatan warna pada usia 4-5 tahun sebelum masuk sekolah dasar untuk membantu guru menyesuaikan metode pembelajaran jika ditemukan adanya hambatan persepsi warna.

4. Apa perbedaan Tes Ishihara dengan Tes Farnsworth-Munsell?

Tes Ishihara lebih fokus pada pendeteksian buta warna merah-hijau menggunakan pola angka. Sedangkan Tes Farnsworth-Munsell meminta pasien menyusun gradasi warna dan lebih akurat untuk mendeteksi semua jenis buta warna termasuk biru-kuning.