• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes Widal Positif Belum Tentu Tifus, Cek Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tes Widal Positif Belum Tentu Tifus, Cek Penjelasannya

Tes Widal Positif Belum Tentu Tifus, Cek Penjelasannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 September 2022

“Tes widal positif belum tentu seseorang tersebut mengidap penyakit tifus. Menguji sampel sumsum tulang adalah cara yang lebih akurat untuk mendiagnosis tifus.”

Tes Widal Positif Belum Tentu Tifus, Cek PenjelasannyaTes Widal Positif Belum Tentu Tifus, Cek Penjelasannya

Halodoc, Jakarta –   Tes widal adalah salah satu metode yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit tifus. Tes widal sebagai bentuk pemeriksaan tifus dinilai mudah untuk dilakukan, namun hasil tes widal positif belum tentu orang tersebut mengidap tifus

Walaupun mudah dilakukan, tes widal tidak spesifik memeriksa tifus, sehingga seseorang yang melakukan tes widal dengan hasil positif bisa jadi tidak memiliki infeksi. Cek penjelasan lebih lanjut mengenai tes widal positif di sini!

Tes Widal Positif Bisa Jadi Gejala Infeksi Lain

Seseorang dengan tifus akan mengalami gejala seperti: 

  • Kelelahan.
  • Demam tinggi.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Sakit perut.
  • Penurunan berat badan.
  • Bintik-bintik merah.

Sangat penting untuk mendeteksi dan mengobati tifus sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti pendarahan usus yang parah atau perforasi.

Tes widal merupakan uji serologis yang digunakan untuk mendiagnosis tifus.  Tifus disebabkan oleh Salmonella typhi ataupun Salmonella paratyphi). Bakteri ini memengaruhi sistem pencernaan setelah kamu mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Salmonella memiliki antigen O pada dinding selnya dan antigen h pada flagelanya. Ketika infeksi terjadi, antigen merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi spesifik yang dilepaskan dalam darah. 

Tes widal digunakan untuk mendeteksi antibodi spesifik ini dalam sampel serum pasien yang mengidap tifus menggunakan interaksi antigen-antibodi. Antibodi spesifik ini dapat dideteksi dalam serum pasien setelah 6 hari infeksi atau saat demam terjadi.

Ketika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Salmonella, bakteri akan masuk ke tubuh dalam bentuk antigen. Setelah mencapai sistem pencernaan, kekebalan akan menciptakan antibodi terhadap antigen tersebut. Akibatnya, antigen bereaksi, dan penyakit tifus pun terdeteksi.

Prinsip utama tes widal adalah jika antibodi tertentu ada dalam serum, antibodi tersebut akan bereaksi dengan antigen spesifik dan menunjukkan penggumpalan yang terlihat pada kartu tes. 

Sayangnya tes widal ini juga sensitif terhadap infeksi lain, termasuk juga infeksi masa lalu, sehingga tes widal positif belum tentu seseorang tersebut mengidap penyakit tifus.  Diagnosis penyakit tifus dapat dikonfirmasi dengan menganalisis sampel darah, kotoran, atau kencing yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan kondisi tersebut.

Bakteri tidak selalu terdeteksi pertama kali, jadi bisa jadi perlu melakukan serangkaian tes. Menguji sampel sumsum tulang adalah cara yang lebih akurat untuk mendiagnosis penyakit tifus. Tetapi mendapatkan sampelnya membutuhkan waktu lama dan menyakitkan, jadi biasanya hanya digunakan jika tes lain tidak meyakinkan.

Kenali Gejala dan Penanganan Tifus

Masa inkubasi infeksi tifus biasanya 1-2 minggu, dan durasi penyakitnya sekitar 3-4 minggu. Adapun gejalanya meliputi:

  • Nafsu makan buruk.
  • Sakit kepala.
  • Sakit dan nyeri pada tubuh.
  • Demam tinggi. 
  • Kelesuan.
  • Diare

Gejala tifus lain bisa jadi adalah rasa nyeri pada dada serta sakit perut dan ketidaknyamanan. orang yang terinfeksi bisa jadi mengalami gejala berulang. Pengobatannya bisa dilakukan dengan menggunakan antibiotik yang membunuh bakteri Salmonella

Kematian terjadi jika infeksi sampai mengakibatkan komplikasi pneumonia, pendarahan usus, atau perforasi usus. Dengan antibiotik dan perawatan terhadap gejala, komplikasi dan tingkat kematian ini bisa diturunkan. Penggunaan terapi antibiotik yang tepat bisa mempercepat pemulihan tujuh hingga 10 hari.

Demikianlah informasi mengenai tifus dan tes widal yang dilakukan untuk diagnosisnya. Tanyakan kepada dokter lewat aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih jelas lagi terkait tifus. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2022. Typhoid fever.
Srlworld. Diakses pada 2022. Widal Test For Typhoid: Procedure, Test Results, Price, Labs.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Typhoid.
Online Biology Notes.com. Diakses pada 2022. Widal test: Introduction, Principle, Procedure, Result interpretation, Applications and limitations.