Ad Placeholder Image

Tetraparese: Gejala, Penyebab, dan Penanganan Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Tetraparese: Gejala, Penyebab, & Tingkat Keparahan

Tetraparese: Gejala, Penyebab, dan Penanganan LengkapTetraparese: Gejala, Penyebab, dan Penanganan Lengkap

Apa Itu Tetraparese?

Tetraparese, juga dikenal sebagai tetraparesis atau quadriparesis, adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan kelemahan otot pada keempat anggota gerak, yaitu kedua lengan dan kedua kaki. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada sistem saraf yang mengendalikan pergerakan otot.

Berbeda dengan tetraplegia (atau quadriplegia) di mana terjadi kelumpuhan total, tetraparese umumnya menyebabkan kelumpuhan parsial. Artinya, pengidap tetraparese masih memiliki beberapa fungsi motorik, meskipun terbatas. Tingkat kelemahan dapat bervariasi, mulai dari kesulitan ringan hingga kelemahan yang lebih signifikan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Tetraparese dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berjalan, menggunakan tangan, dan melakukan tugas-tugas sederhana. Kondisi ini seringkali disertai dengan kekakuan otot (spastisitas) atau justru otot menjadi lemas (flaksid).

Gejala Tetraparese

Gejala tetraparese bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi kerusakan pada sistem saraf. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kelemahan pada lengan dan kaki
  • Kesulitan menggerakkan anggota badan
  • Penurunan kontrol motorik halus
  • Kekakuan otot (spastisitas)
  • Otot terasa lemas (flaksid)
  • Refleks abnormal
  • Kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan
  • Gangguan koordinasi

Dalam kasus yang lebih kronis, tetraparese dapat menyebabkan komplikasi seperti kontraktur otot (pemendekan otot), nyeri kronis, dan kesulitan bernapas.

Penyebab Tetraparese

Penyebab utama tetraparese adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang (spinal cord) di area leher (servikal). Kerusakan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  • Trauma: Cedera pada sumsum tulang belakang akibat kecelakaan, jatuh, atau kekerasan.
  • Neoplasia: Tumor yang menekan sumsum tulang belakang.
  • Penyakit Neurologis: Kondisi seperti multiple sclerosis (MS), cerebral palsy, atau penyakit motor neuron.
  • Infeksi: Infeksi yang memengaruhi sumsum tulang belakang, seperti meningitis atau ensefalitis.
  • Gangguan Vaskular: Kondisi yang memengaruhi aliran darah ke sumsum tulang belakang, seperti stroke spinal.
  • Penyakit Genetik: Beberapa penyakit genetik dapat menyebabkan tetraparese.

Diagnosis Tetraparese

Diagnosis tetraparese melibatkan evaluasi medis menyeluruh, termasuk:

  • Pemeriksaan Neurologis: Untuk menilai fungsi motorik, sensorik, dan refleks.
  • Studi Pencitraan: MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT scan untuk melihat kondisi sumsum tulang belakang dan mengidentifikasi lesi atau kerusakan.
  • Elektromiografi (EMG): Untuk mengukur aktivitas listrik otot dan saraf.
  • Pungsi Lumbal: Untuk menganalisis cairan serebrospinal jika dicurigai adanya infeksi atau peradangan.

Pengobatan Tetraparese

Pengobatan tetraparese bertujuan untuk meningkatkan fungsi, mengurangi gejala, dan mencegah komplikasi. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Terapi Fisik: Latihan untuk meningkatkan kekuatan otot, rentang gerak, dan koordinasi.
  • Terapi Okupasi: Untuk membantu pengidap melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.
  • Obat-obatan: Untuk mengelola spastisitas, nyeri, atau gejala lain yang terkait.
  • Alat Bantu: Penggunaan alat bantu seperti kursi roda, alat bantu jalan, atau penyangga untuk membantu mobilitas dan kemandirian.
  • Operasi: Dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada sumsum tulang belakang atau memperbaiki deformitas.

Perbedaan Tetraparese dan Tetraplegia

Penting untuk membedakan antara tetraparese dan tetraplegia. Tetraparese mengacu pada kelemahan pada keempat anggota gerak, sedangkan tetraplegia mengacu pada kelumpuhan total pada keempat anggota gerak. Pada tetraparese, pengidap masih memiliki beberapa fungsi motorik, sementara pada tetraplegia, kemampuan bergerak secara sukarela hilang sepenuhnya.

Komplikasi Tetraparese

Tetraparese dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk:

  • Kontraktur otot
  • Nyeri kronis
  • Kesulitan bernapas
  • Infeksi saluran kemih
  • Luka tekan
  • Depresi dan kecemasan

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami kelemahan pada keempat anggota gerak secara tiba-tiba atau bertahap, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami gejala tetraparese, segera konsultasikan dengan dokter spesialis saraf di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Jangan tunda, karena penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Download Halodoc sekarang!