Ad Placeholder Image

Tidur di Sore Hari: Enak, Tapi Ini Bahayanya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Tidur di Sore Hari: Manisnya Sesekali, Jangan Tiap Hari!

Tidur di Sore Hari: Enak, Tapi Ini Bahayanya!Tidur di Sore Hari: Enak, Tapi Ini Bahayanya!

Dampak Tidur di Sore Hari: Memahami Efeknya pada Kesehatan

Banyak individu merasa tidur di sore hari mampu mengusir kelelahan setelah beraktivitas. Namun, praktik ini, meskipun terasa menyenangkan sesaat, tidak selalu dianjurkan dari perspektif kesehatan. Kebiasaan tidur di sore hari berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang.

Informasi ini akan menjelaskan secara rinci mengenai dampak tidur di sore hari, baik dari segi gangguan tidur hingga risiko penyakit kronis, serta memberikan rekomendasi cara mengatasi kantuk di sore hari secara efektif.

Apa Itu Tidur di Sore Hari?

Tidur di sore hari mengacu pada periode istirahat atau tidur singkat yang dilakukan antara waktu makan siang dan menjelang waktu tidur malam, seringkali di rentang waktu pukul 15.00 hingga 18.00. Aktivitas ini umumnya dipicu oleh rasa kantuk setelah makan siang atau kelelahan akibat aktivitas harian.

Meskipun seringkali dianggap sebagai cara untuk mengisi ulang energi, durasi dan waktu tidur sore yang tidak tepat dapat menimbulkan konsekuensi negatif pada tubuh.

Risiko dan Dampak Negatif Tidur di Sore Hari

Kebiasaan tidur di sore hari secara rutin memiliki beberapa dampak yang kurang menguntungkan bagi kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

Gangguan Pola Tidur Malam

Salah satu dampak paling umum dari tidur di sore hari adalah terganggunya pola tidur malam. Tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur-bangun.

Tidur di sore hari dapat mengacaukan ritme ini, menyebabkan individu sulit tidur di malam hari. Akibatnya, kualitas tidur malam menurun dan dapat memicu insomnia.

Merasa Lemas dan Pusing Saat Bangun

Fenomena ini dikenal sebagai inersia tidur atau “sleep inertia”. Setelah terbangun dari tidur sore yang terlalu lama atau terlalu dalam, seseorang mungkin merasa lebih lemas, pusing, disorientasi, atau kurang fokus dibandingkan sebelum tidur.

Hal ini terjadi karena tubuh terbangun dari fase tidur dalam yang tidak lengkap, menyebabkan sensasi tidak nyaman dan penurunan kinerja kognitif sementara.

Penurunan Fungsi Otak dan Daya Ingat

Tidur sore yang berlebihan atau tidak tepat waktu dapat memengaruhi fungsi kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tidur sore yang tidak sehat dapat menurunkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan pemecahan masalah.

Otak membutuhkan tidur malam yang berkualitas untuk melakukan konsolidasi memori dan proses penting lainnya.

Peningkatan Risiko Penyakit Kronis

Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur sore yang tidak teratur dan berkepanjangan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis. Ini termasuk diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan masalah jantung.

Gangguan pola tidur secara keseluruhan dapat memengaruhi metabolisme tubuh, resistensi insulin, dan kesehatan kardiovaskular.

Kapan Tidur Sore Bisa Diterima: Power Nap

Meskipun tidur sore secara umum tidak dianjurkan, ada pengecualian yang dikenal sebagai “power nap”. Power nap adalah tidur singkat yang idealnya berlangsung sekitar 15-20 menit.

Tidur singkat ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh tanpa memasuki fase tidur dalam yang dapat menyebabkan inersia tidur. Power nap dapat meningkatkan kewaspadaan, suasana hati, dan kinerja kognitif tanpa mengganggu tidur malam.

Alternatif Mengatasi Kantuk di Sore Hari

Jika rasa kantuk yang tidak tertahankan muncul di sore hari, terdapat beberapa cara efektif untuk mengatasinya tanpa perlu tidur:

  • Jalan Kaki Ringan: Berjalan kaki singkat selama 10-15 menit dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menyegarkan tubuh.
  • Minum Air Putih: Dehidrasi ringan bisa memicu rasa kantuk. Minum segelas air putih dapat membantu mengembalikan kewaspadaan.
  • Melakukan Peregangan: Peregangan otot ringan dapat mengurangi ketegangan dan meningkatkan energi.
  • Mengonsumsi Camilan Sehat: Pilih camilan kaya protein atau serat, seperti buah-buahan atau kacang-kacangan, untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kesimpulan: Rekomendasi Halodoc

Tidur di sore hari, terutama jika durasinya panjang dan tidak teratur, berpotensi membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat bagi kesehatan. Halodoc merekomendasikan untuk memprioritaskan kualitas tidur malam yang cukup dan teratur.

Jika rasa kantuk sangat dominan di sore hari, pertimbangkan untuk melakukan power nap singkat (maksimal 20 menit) atau menerapkan alternatif lain seperti jalan kaki ringan, minum air putih, atau peregangan.

Apabila seseorang mengalami gangguan tidur kronis atau merasa lelah secara terus-menerus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli tidur untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.