• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidur Malam Tanpa Celana Dalam Bisa Cegah ISK?

Tidur Malam Tanpa Celana Dalam Bisa Cegah ISK?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tidur malam tanpa celana dalam bisa membantu pencegahan ISK (infeksi saluran kemih). Jika kamu rentan mengalami ISK sirkulasi udara yang baik di area vagina akan membantu pencegahan ISK. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Women’s Health.gov, disebutkan kalau tidak menjaga kebersihan area intim termasuk kelembapan yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan bakteri, sehingga meningkatkan risiko ISK. Informasi selengkapnya bisa ditemukan di bawah ini!

Perempuan Lebih Rentan

Perempuan lebih rentan mengalami ISK ketimbang laki-laki. Pencegahan ISK adalah kunci untuk menghindari komplikasi infeksi berulang dan terkadang parah. Karena itu, kebersihan genital yang baik adalah sangat penting untuk mencegah ISK. 

Tujuan utamanya adalah untuk menghindari masuknya bakteri berbahaya ke dalam saluran kemih, baik sebagai akibat dari kebiasaan mandi maupun aktivitas seksual. Tujuan kedua adalah untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan membuatnya tidak rentan terhadap infeksi.

Baca juga: Celana Dalam Ketat Bikin Selulit, Benarkah?

Tadi sudah disinggung bagaimana salah satu pencegahan ISK adalah dengan tidur tanpa mengenakan celana dalam. Selain itu, langkah-langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:

  1. Bersihkan alat kelamin sebelum dan sesudah berhubungan seks. Kombinasi air hangat dan sabun biasa yang ringan biasanya akan membantu. Hindari pembersih yang keras atau sabun beraroma yang dapat menyebabkan radang uretra (tabung tempat urine meninggalkan tubuh).

  2. Buang air kecil segera setelah berhubungan seks. Melakoninya dapat membantu mengeluarkan bakteri dan mikroba lain dari saluran kemih.

  3. Cucilah dubur setiap hari. Mencuci secara teratur dapat mencegah bakteri menyebar dan menghilangkan sisa kotoran yang sering terperangkap dalam lipatan kulit, ke jaringan yang berdekatan.

  4. Minum banyak air. Dengan membersihkan saluran kemih secara teratur melalui konsumsi air, bakteri akan mengalami kesulitan membangun infeksi. Butuh informasi ataupun rekomendasi mengenai minum air putih yang baik, bisa ditanyakan langsung di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

  1. Jangan pegang-pegang urine. Ini memungkinkan bakteri bersirkulasi di kandung kemih dan memicu infeksi. Pergi ke kamar mandi segera setelah kamu merasa perlu untuk buang air kecil dan segera kosongkan kandung kemih.

Baca juga: Sibuk Liburan, Ini 5 Bahaya Tidak Rutin Ganti Celana Dalam 

Menjaga kebersihan menjadi salah satu upaya untuk mencegah ISK secara signifikan. Berlama-lama dengan pakaian dan celana dalam yang penuh keringat dapat membuat kamu lebih rentan terhadap masalah vagina termasuk ISK. 

Kamu mungkin sering mengalami infeksi vagina karena perubahan pH dan iritasi yang konstan. Segera mandi dan mengganti pakaian adalah cara terbaik untuk penyebaran bakteri. Jangan pernah menggunakan panty liner atau apapun seperti minyak beraroma untuk diaplikasikan di vagina—terutama saat kamu sedang aktif-aktifnya bergerak. Ini dapat meningkatkan kelembapan yang tidak dibutuhkan, terlebih lagi mengganggu keseimbangan pH.

Pakaian katun dan sutra menyerap kelembapan, membuat kamu tetap kering. Di sisi lain, nilon dan kain sintetis lainnya menahan kelembapan di kulit, mendorong pertumbuhan ragi. Pakaian dalam sintesis juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan hipersensitivitas yang dapat mengubah lingkungan vagina dan berkontribusi terhadap infeksi. Perlu diketahui celana ketat, dan legging dapat menyebabkan panas dan kelembapan menumpuk di area selangkangan.

Referensi:

Very Well Heath. Diakses pada 2020. Urinary Tract Infection Prevention.
WebMD. Diakses pada 2020. Best Ways to Help Prevent UTIs.
Womens Health.gov. Diakses pada 2020. Urinary Tract Infections.