Ad Placeholder Image

Tipes Boleh Makan Apa Saja? Ini Daftar Lengkapnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Tipes Boleh Makan Apa Saja? Panduan Lengkap!

Tipes Boleh Makan Apa Saja? Ini Daftar Lengkapnya!Tipes Boleh Makan Apa Saja? Ini Daftar Lengkapnya!

DAFTAR ISI


Demam tifoid, atau yang lebih akrab dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai penyakit tipes, adalah infeksi bakteri serius yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penyakit ini sangat rentan menyerang anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang dan paparan terhadap kebersihan makanan serta lingkungan yang mungkin belum optimal. Saat anak terkena tipes, bakteri akan menyerang dan berkembang biak di dalam saluran pencernaan, khususnya usus halus, yang memicu peradangan dan pembengkakan. Hal ini menyebabkan anak kerap mengalami demam tinggi yang naik turun (terutama di malam hari), nyeri perut, mual, muntah, hingga diare atau justru sembelit.

Karena fokus infeksi berada pada organ pencernaan, memberikan asupan nutrisi yang tepat menjadi tantangan tersendiri namun sangat krusial. Sistem pencernaan anak yang sedang meradang membutuhkan “waktu istirahat” dari makanan yang sulit dicerna, namun di saat yang sama, tubuh anak sangat membutuhkan asupan kalori dan protein tinggi untuk melawan infeksi dan memperbaiki sel-sel usus yang rusak. Jika salah memberikan makanan, peradangan pada usus bisa memburuk dan berisiko menimbulkan komplikasi fatal seperti perdarahan atau kebocoran usus.

Oleh karena itu, penanganan tipes tidak hanya bergantung pada pemberian antibiotik, tetapi juga terapi diet yang tepat. Diet yang dianjurkan dalam dunia medis untuk pasien tipes dikenal dengan sebutan diet sisa rendah atau diet lambung. Tujuan utamanya adalah memberikan makanan yang meminimalisir kerja usus, tidak merangsang saluran cerna, namun tetap padat gizi. Perawatan yang komprehensif sangat dibutuhkan agar anak bisa pulih dengan sempurna tanpa mengalami gejala sisa.

Nah, bagi kamu yang sedang merawat anak sakit dan bingung harus memberikan asupan seperti apa, mari simak ulasan lengkap mengenai daftar makanan untuk anak tipes beserta panduan nutrisinya di bawah ini!

Prinsip Pemberian Makanan untuk Anak Tipes

Sebelum memilih jenis makanan, sangat penting untuk memahami prinsip dasar pemberian nutrisi bagi anak yang sedang menderita tipes. Prinsip ini bertujuan untuk mempercepat penyembuhan dinding usus sekaligus memenuhi kebutuhan basal anak.

Pertama, makanan harus bersisa rendah (rendah serat). Serat kasar seperti yang terdapat pada sayuran mentah, biji-bijian utuh, dan kulit buah sangat sulit dicerna. Pada kondisi normal, serat sangat baik untuk pencernaan, namun saat usus meradang akibat tipes, serat kasar justru akan menggesek dinding usus dan memperparah luka peradangan. Kedua, makanan harus bertekstur lunak. Memberikan makanan dalam bentuk saring, cincang halus, atau bubur sangat disarankan untuk meringankan kerja mekanik lambung dan usus.

Ketiga, makanan tidak boleh merangsang saluran cerna. Hindari pemberian makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, berlemak tinggi, atau mengandung gas (seperti kol dan minuman bersoda). Selain itu, pastikan asupan protein hewani tercukupi dengan baik karena protein adalah makronutrien utama yang dibutuhkan untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak akibat infeksi bakteri.

Jika anak mengalami kesulitan makan dan butuh dukungan produk kesehatan agar tidak dehidrasi atau kekurangan gizi, kamu bisa beli vitamin atau suplemen pendukung melalui aplikasi kesehatan untuk menunjang masa pemulihannya. Pastikan untuk selalu memeriksa panduan dosis yang tertera pada kemasan atau bertanya pada apoteker.

Rekomendasi Makanan untuk Anak Tipes yang Aman dan Bergizi

Berikut adalah berbagai jenis makanan yang aman, mudah dicerna, dan dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak selama masa penyembuhan penyakit tipes:

1. Karbohidrat Lunak dan Mudah Dicerna

Karbohidrat adalah sumber energi utama yang sangat dibutuhkan tubuh anak untuk melawan infeksi. Karena metabolisme meningkat saat demam, anak membutuhkan kalori yang cukup tinggi. Pilihan karbohidrat yang paling ideal adalah nasi tim, bubur saring, atau bubur ayam polos. Beras putih yang dimasak hingga sangat lunak mengandung sedikit serat sehingga mudah diserap usus.

Selain bubur beras, alternatif lain yang juga sangat baik adalah kentang tumbuk (mashed potato) tanpa tambahan krim asam atau keju berlebih. Kentang yang direbus hingga empuk dan ditumbuk halus sangat nyaman di perut dan dapat membantu mengembalikan energi anak dengan cepat. Roti tawar putih (bukan gandum utuh) yang dipanggang ringan juga bisa diberikan sebagai camilan sore.

2. Protein Hewani Rendah Lemak

Kunci utama perbaikan jaringan usus yang meradang ada pada asupan protein. Telur ayam rebus atau telur orak-arik yang dimasak tanpa banyak minyak adalah superfood bagi penderita tipes. Telur mengandung asam amino esensial lengkap dengan tekstur yang sangat mudah dicerna oleh lambung dan usus anak.

Pilihan protein hewani lainnya adalah daging dada ayam yang direbus, dikukus, atau dijadikan kaldu cincang. Hindari memberikan daging sapi yang berurat atau bagian ayam yang berlemak dan berkulit. Ikan laut bertekstur lembut seperti ikan dori atau salmon juga bisa diberikan dengan cara dikukus (tim ikan), karena selain tinggi protein, ikan juga mengandung omega-3 yang bersifat anti-inflamasi (meredakan peradangan).

Pantangan Makanan untuk Anak Tipes

Selama masa pemulihan, pastikan untuk MENGHINDARI makanan berikut ini agar usus anak tidak semakin iritasi:

  1. Makanan pedas dan asam yang merangsang asam lambung.
  2. Sayuran berserat tinggi dan bergas (kol, brokoli, kembang kol, daun singkong).
  3. Gorengan dan makanan bersantan kental karena lemak memperlambat pengosongan lambung.
  4. Jajanan sembarangan yang tidak terjamin kebersihannya, untuk mencegah infeksi bakteri ulang.

3. Sayuran Matang Tanpa Serat Kasar

Walaupun sayuran identik dengan serat kasar yang harus dihindari, bukan berarti anak tidak boleh makan sayur sama sekali. Vitamin dan mineral dari sayuran tetap dibutuhkan. Pilihlah sayuran yang rendah serat kasar dan pastikan dimasak hingga sangat empuk atau dilumatkan.

Wortel rebus yang dihaluskan, labu siam, dan oyong adalah pilihan terbaik. Sayuran ini memiliki kadar air yang tinggi dan seratnya menjadi sangat lunak ketika direbus lama. Jika ingin memberikan bayam, pastikan hanya mengambil bagian daun mudanya saja, direbus hingga lunak, dan dicincang sangat halus sebelum dicampurkan ke dalam bubur anak.

4. Buah-buahan Bertekstur Lembut

Buah-buahan dapat membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit dan memberikan vitamin C alami untuk mendongkrak imunitas. Pisang matang (terutama pisang kepok atau pisang ambon) adalah buah terbaik untuk anak tipes. Pisang mengandung pektin yang dapat membantu memadatkan feses jika anak mengalami diare, serta kaya kalium untuk mengganti elektrolit yang hilang saat demam.

Buah pepaya matang juga sangat disarankan karena teksturnya yang hancur di mulut dan mengandung enzim papain yang justru membantu proses pencernaan protein di dalam tubuh. Selain itu, saus apel (apel manis yang dikukus dan dihaluskan tanpa kulit) juga sangat aman dan menenangkan lambung anak.

5. Sumber Cairan Bernutrisi

Demam tinggi dan keringat berlebih membuat anak tipes sangat rentan mengalami dehidrasi. Memberikan air putih matang yang bersih wajib hukumnya, namun kamu juga bisa memberikan cairan bernutrisi untuk menambah asupan kalorinya.

Kaldu tulang ayam atau kaldu sapi buatan rumah yang disaring lemaknya sangat bagus dikonsumsi selagi hangat. Kaldu mengandung kolagen alami dan mineral yang menenangkan mukosa usus. Air kelapa murni juga merupakan minuman hidrasi yang sangat baik untuk menggantikan ion tubuh yang hilang. Jika anak masih minum susu, susu formula ringan atau susu bebas laktosa bisa diberikan secara bertahap sesuai toleransi pencernaannya.

Contoh Menu Sehari untuk Anak Tipes

Untuk memudahkan kamu mempraktikkan diet sisa rendah di rumah, berikut adalah gambaran contoh menu makanan dalam satu hari yang ideal bagi anak penderita tipes:

1. Makan Pagi (Sarapan)

Bubur nasi putih halus dicampur dengan kaldu ayam cincang dan telur orak-arik tanpa minyak. Sebagai hidangan penutup, berikan setengah potong pisang ambon matang.

2. Camilan Pagi (Snack)

Puding maizena dengan susu (tekstur lembut) atau saus apel kukus (applesauce).

3. Makan Siang

Nasi tim sangat lunak, sup bola-bola daging ayam giling (pastikan daging digiling halus) dengan tambahan wortel rebus yang dipotong super kecil dan dimasak hingga empuk.

4. Camilan Sore

Dua lembar biskuit susu atau biskuit marie yang direndam dalam air hangat atau susu sampai hancur dan menjadi bubur biskuit.

5. Makan Malam

Bubur saring dengan ikan dori kukus bumbu bawang putih ringan (tanpa lada/cabai) dan labu siam rebus yang ditumbuk.

Kunci dari pemberian makan pada anak tipes adalah porsi kecil namun sering (small frequent feeding). Jangan memaksa anak menghabiskan porsi besar sekaligus karena lambungnya bisa terasa mual dan begah. Berikan makanan setiap 3-4 jam sekali dengan porsi secukupnya.

Perlu diingat, jika anak mengalami penolakan makan yang ekstrem, lemas, muntah terus-menerus, atau demam yang tidak kunjung reda setelah beberapa hari, jangan tunda penanganan medis. Segera lakukan konsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan observasi lebih lanjut. Kondisi seperti ini mungkin membutuhkan asupan cairan infus dan pemberian antibiotik secara intravena di rumah sakit.

Studi Mengenai Nutrisi pada Pasien Demam Tifoid

National Center for Biotechnology Information (NCBI) mencatat berbagai literatur medis yang menegaskan pentingnya diet lambung atau diet sisa rendah dalam tata laksana klinis pasien demam tifoid. Studi menunjukkan bahwa mukosa usus yang mengalami ulserasi (perlukaan) akibat infeksi Salmonella typhi membutuhkan lingkungan yang minim gesekan mekanik untuk dapat menutup dan sembuh.

Penelitian gizi klinis menekankan bahwa modifikasi diet dengan menurunkan asupan serat tidak larut (insoluble fiber) secara signifikan menurunkan risiko komplikasi perdarahan usus pada anak-anak. Pemberian makanan padat nutrisi yang mudah diserap juga terbukti memperpendek masa rawat inap (length of stay) pasien di rumah sakit dan mempercepat kembalinya berat badan anak ke kondisi normal pasca-infeksi.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Typhoid fever.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Demam Tifoid pada Anak.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Typhoid fever – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Typhoid Fever: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Diet Penyakit Saluran Cerna.

FAQ

1. Apakah anak tipes boleh makan telur?

Boleh, bahkan sangat dianjurkan. Telur merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mudah dicerna oleh lambung dan usus. Protein pada telur membantu memperbaiki sel-sel usus yang rusak akibat infeksi bakteri. Pastikan telur dimasak hingga benar-benar matang (direbus atau diorak-arik tanpa banyak minyak) agar terhindar dari bakteri tambahan seperti Salmonella.

2. Kenapa anak tipes tidak boleh makan sayur berserat tinggi?

Sayuran berserat tinggi, seperti daun singkong, kol, atau brokoli mentah, memiliki tekstur yang kasar. Saat anak menderita tipes, dinding ususnya sedang meradang dan rentan mengalami perlukaan. Makanan berserat kasar akan membuat usus bekerja lebih keras dan berisiko menggesek luka peradangan tersebut, yang bisa memicu perdarahan usus.

3. Minuman apa yang dilarang saat masa pemulihan tipes?

Hindari memberikan minuman yang mengandung gas seperti soda, minuman yang terlalu manis buatan, susu yang terlalu kental (jika anak intoleran laktosa saat sakit), dan minuman dingin yang merangsang batuk. Berikan air putih matang yang bersih, kaldu hangat, atau air kelapa untuk hidrasi.

4. Sampai kapan diet makanan lunak ini harus dilakukan?

Diet makanan lunak dan rendah serat (diet sisa rendah) umumnya dilakukan selama anak masih demam dan minimal 1 minggu setelah suhu tubuhnya kembali normal. Setelah pencernaan mulai kuat dan tidak ada keluhan sakit perut atau diare, makanan padat biasa bisa mulai dikenalkan kembali secara bertahap dari tekstur tim ke nasi biasa.

5. Apakah anak tipes boleh makan biskuit dan roti?

Boleh, asalkan memilih jenis roti dan biskuit yang tepat. Berikan roti tawar putih (bukan roti gandum) dan biskuit susu atau biskuit marie. Hindari roti yang mengandung biji-bijian kasar, kacang-kacangan, atau cokelat pekat karena lebih sulit dicerna dan dapat memicu penumpukan gas di dalam perut anak.