Passing Voli: Teknik Dasar & Tips Mudah!

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Nyeri Otot Setelah Olahraga
- Teknik Passing Bawah yang Benar untuk Mencegah Cedera
- Studi Terkait
- FAQ
Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di Indonesia. Dalam praktiknya, penguasaan teknik dasar sangat menentukan performa seorang pemain di lapangan. Salah satu teknik fundamental yang paling sering digunakan untuk menerima servis atau menahan serangan lawan adalah teknik menahan bola dengan dua tangan dari arah bawah.
Perlu diketahui bahwa gerakan menahan bola dengan dua tangan dari arah bawah disebut sebagai passing bawah. Teknik ini tidak hanya menuntut ketepatan posisi tangan, tetapi juga koordinasi seluruh tubuh mulai dari kaki, pinggul, hingga bahu. Jika dilakukan dengan teknik yang salah, pemain berisiko mengalami cedera pada pergelangan tangan, lengan bawah, hingga bahu akibat benturan bola yang keras.
Penting bagi kamu untuk memahami cara melakukan passing bawah yang benar guna meminimalisir risiko trauma pada jaringan lunak atau otot. Namun, jika kamu sudah terlanjur mengalami pegal atau nyeri otot setelah berlatih, penggunaan produk topikal pereda nyeri bisa menjadi solusi awal yang efektif untuk mempercepat pemulihan.
Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk mengatasi nyeri otot setelah olahraga? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Obat Nyeri Otot Setelah Olahraga yang Ampuh
Kondisi nyeri otot atau Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) sering terjadi setelah melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi seperti voli. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut:
1. Counterpain Cream 30 g
Counterpain Cream adalah krim pereda nyeri yang sudah sangat dikenal oleh kalangan olahragawan. Produk ini mengandung kombinasi Methyl salicylate, Eugenol, dan Menthol yang memberikan sensasi hangat untuk merelaksasi otot yang kaku.
Kandungan Methyl salicylate di dalamnya bekerja sebagai analgesik topikal yang membantu meredakan nyeri sendi, sakit punggung, serta memar akibat benturan bola saat melakukan passing bawah.
Manfaat utama produk ini adalah membantu memperlancar aliran darah di area yang dioleskan sehingga rasa nyeri berkurang lebih cepat. Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan pada bagian yang sakit 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan.
- Hanya untuk pemakaian luar pada kulit yang utuh.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Counterpain Cream 30 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Voltaren Emulgel 20 g
Voltaren Emulgel mengandung zat aktif Diclofenac diethylamine. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa kimia dalam tubuh yang memicu rasa sakit dan peradangan (inflamasi).
Voltaren sangat efektif untuk mengatasi peradangan pada tendon, ligamen, otot, dan sendi yang mungkin mengalami trauma ringan saat bermain voli. Tekstur emulgel-nya memberikan efek menyejukkan sekaligus menghangatkan.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan 3-4 kali sehari pada area nyeri secara perlahan.
- Dosis tergantung pada luas area yang terkena nyeri.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltaren Emulgel 20 g di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Pertolongan Pertama Cedera Voli
- Segera hentikan aktivitas jika terasa nyeri tajam mendadak.
- Gunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dalam 24 jam pertama.
- Oleskan krim pereda nyeri untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
3. Hot In Cream 60 ml
Hot In Cream merupakan krim analgesik yang diformulasikan untuk meringankan pegal-pegal, nyeri sendi, dan nyeri otot. Produk ini mengandung Menthol dan Methyl salicylate dengan basis krim yang tidak lengket dan cepat meresap.
Keunggulan Hot In Cream adalah tidak meninggalkan bekas noda pada pakaian, sehingga nyaman digunakan bahkan saat kamu masih harus beraktivitas setelah latihan voli. Produk ini memberikan rasa panas yang pas untuk membantu otot lengan bawah kembali rileks.
Dosis dan aturan pakai:
- Oleskan secukupnya pada area yang terasa pegal atau nyeri.
- Gunakan sesuai kebutuhan, namun jangan berlebihan pada kulit sensitif.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Hot In Cream 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Salonpas Koyo 10 Lembar
Salonpas Koyo adalah plester pereda nyeri yang mengandung Methyl salicylate, Menthol, dan Camphor. Koyo ini bekerja dengan memberikan efek panas yang konsisten selama beberapa jam untuk menembus lapisan kulit dan meredakan nyeri pada sumbernya.
Bagi pemain voli, Salonpas Koyo sangat praktis ditempelkan pada area bahu atau pergelangan tangan sebelum tidur untuk membantu pemulihan otot di malam hari. Bahan kainnya yang elastis memudahkan gerakan meskipun sedang ditempel.
Dosis dan aturan pakai:
- Tempelkan pada bagian yang sakit maksimal 3-4 kali sehari.
- Lepaskan plester setelah 8 jam pemakaian.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Salonpas Koyo di Toko Kesehatan Halodoc
5. Salonpas Jet Spray 118 ml
Salonpas Jet Spray memberikan solusi praktis “spray and go”. Mengandung Methyl salicylate dan Menthol, produk ini memberikan efek dingin instan (cryotherapy) yang diikuti dengan sensasi hangat untuk meredakan nyeri seketika.
Semprotan ini sangat cocok digunakan saat pertandingan sedang berlangsung apabila terjadi kram atau benturan mendadak. Format spray memungkinkan aplikasi tanpa perlu menyentuh atau memijat area yang sakit secara langsung.
Dosis dan aturan pakai:
- Kocok sebelum digunakan. Semprotkan pada area yang sakit dari jarak sekitar 10 cm selama tidak lebih dari 1 detik.
- Jangan gunakan pada luka terbuka.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Salonpas Jet Spray di Toko Kesehatan Halodoc
Teknik Passing Bawah yang Benar untuk Mencegah Cedera
Memahami bahwa menahan bola dengan dua tangan dari arah bawah disebut passing bawah adalah langkah awal, namun menguasai tekniknya adalah kunci kesehatan fisik jangka panjang bagi atlet voli. Berikut adalah langkah-langkah detail untuk melakukan passing bawah yang aman:
1. Posisi Tubuh dan Kaki
Berdirilah dengan kaki dibuka selebar bahu. Salah satu kaki diletakkan sedikit di depan untuk menjaga keseimbangan. Tekuk kedua lutut sehingga berat badan bertumpu pada bagian depan telapak kaki. Posisi ini memungkinkan kamu untuk bergerak dengan cepat merespons arah datangnya bola.
2. Posisi Lengan dan Tangan
Rapatkan kedua lengan di depan tubuh hingga kedua siku terkunci lurus. Letakkan salah satu telapak tangan di atas telapak tangan lainnya, lalu pertemukan kedua ibu jari secara sejajar. Pastikan pergelangan tangan mengarah ke bawah untuk menciptakan “papan” yang datar pada lengan bawah sebagai area kontak dengan bola.
3. Perkenaan Bola yang Tepat
Usahakan bola mengenai area lengan bawah, tepatnya di atas pergelangan tangan dan di bawah siku. Jika bola mengenai kepalan tangan, pantulan akan menjadi tidak terkendali. Saat bola datang, jangan mengayunkan tangan terlalu tinggi di atas bahu; cukup gunakan dorongan dari kekuatan kaki (lutut yang melurus) untuk mengarahkan bola ke sasaran.
Studi Mengenai Cedera Olahraga Voli
British Journal of Sports Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa cedera pada ekstremitas atas (seperti bahu dan pergelangan tangan) pada pemain voli sering kali disebabkan oleh teknik repetitif yang salah dan kurangnya pemanasan pada otot-otot rotator cuff.
Studi tersebut menekankan pentingnya penggunaan pelindung (deker lengan) serta pengaplikasian topikal analgesik seperti Methyl salicylate segera setelah latihan untuk mengurangi mikro-inflamasi pada jaringan otot. Hal ini membuktikan bahwa penanganan awal sangat berpengaruh terhadap masa pemulihan atlet.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan nyeri otot atau cedera setelah berolahraga, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Jika rasa sakit setelah melakukan teknik menahan bola dengan dua tangan dari arah bawah (passing bawah) tidak kunjung hilang atau disertai pembengkakan hebat, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kamu juga bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar langsung ke rumah kamu tanpa perlu mengantre.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Muscle soreness after exercise: What to do.
American Council on Exercise (ACE). Diakses pada 2026. Volleyball Basics: The Underhand Pass.
British Journal of Sports Medicine. Diakses pada 2026. Epidemiology of injuries in volleyball.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Cedera Olahraga: Pencegahan dan Penanganan Awal.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan menahan bola dengan dua tangan dari arah bawah disebut?
Dalam olahraga bola voli, menahan bola dengan dua tangan dari arah bawah disebut dengan passing bawah. Teknik ini digunakan untuk menyambut bola servis, smash, atau bola pantulan net.
2. Mengapa lengan terasa merah dan perih setelah melakukan passing bawah?
Hal ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit akibat benturan bola yang keras, terutama jika kulit belum terbiasa. Kamu bisa menggunakan krim pereda nyeri untuk mengurangi rasa perihnya.
3. Bagaimana cara agar passing bawah tidak terasa sakit?
Pastikan perkenaan bola tepat pada lengan bawah, bukan pada kepalan tangan atau tulang pergelangan tangan. Melakukan pemanasan yang cukup dan menggunakan pelindung lengan (arm sleeve) juga sangat membantu.
4. Kapan saya harus ke dokter jika mengalami cedera saat voli?
Jika terjadi perubahan bentuk pada sendi, nyeri yang sangat tajam sehingga tangan tidak bisa digerakkan, atau memar yang luas dan disertai mati rasa, segera konsultasikan ke dokter spesialis ortopedi.



