Stres di Tengah Pandemi Virus Corona? Ini 3 Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   29 Juli 2021
Stres di Tengah Pandemi Virus Corona? Ini 3 Tips Mengatasinya Stres di Tengah Pandemi Virus Corona? Ini 3 Tips Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Pukulan yang diberikan pandemi COVID-19 yang disebabkan virus corona, membuat masyarakat global gelisah, takut, dan cemas. Alasannya jelas, meski banyak korban yang telah sembuh, tetapi virus ini menyebar sangat cepat.

Rasa gelisah hingga cemas inilah yang bisa memicu permasalahan baru, yaitu stres. Ketakutan dan kecemasan tentang suatu penyakit dapat menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi stres di tengah pandemi virus corona? Nah, berikut upaya yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari stres yang disebabkan akibat virus corona. 


Baca juga: WHO: Gejala Ringan Corona Bisa Dirawat di Rumah

1. Bersiaplah, Jangan Panik

Berita mengenai perkembangan virus corona beredar tiap harinya, bahkan terkadang dalam hitungan jam. Beberapa berita atau informasi aktual dan terpercaya, sehingga sangat membantu untuk menghadapi pandemi COVID-19. Namun, tak sedikit pula informasi hoaks yang menyebar di masyarakat. 

Dari berita ke media sosial, banyak informasi yang beredar tentang coronavirus baru. Beberapa benar, tetapi banyak di antaranya mungkin salah informasi atau hanya sebagian yang benar, terutama karena informasi berubah dengan cepat.

Ada saran dari Joseph McGuire, Ph.D., M.A. psikolog anak dari Johns Hopkins Medicine, Amerika Serikat (AS) mengenai hal ini. Katanya, untuk menghindari diri dari kegelisahan atau stres akibat berita atau informasi hoaks dan negatif, gunakanlah sumber-sumber yang bisa dipercaya.

Untuk warga AS, ia merekomendasikan situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Nah, di Indonesia kita bisa menggunakan sumber-sumber serupa. Misalnya, situs resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, covid19.go.id), atau pula informasi dari WHO. 

Nah, dari Kemkes, BNPB, atau pula WHO, kita bisa mendapatkan informasi ilmiah dan terkini mengenai virus corona. "Pengetahuan dan persiapan dapat membantu mengurangi perasaan panik," kata McGuire. 

Melalui informasi yang akurat dan sumber yang terpercaya, kita bisa membuat rencana kedepan dalam menghadapi ancaman virus corona. 

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

2. Edukasi Si Kecil

Anak-anak mungkin merasa takut atau cemas akibat kegaduhan yang disebabkan oleh virus corona. Nah, ibu semestinya harus merangkul dan mengedukasi anak mengenai virus corona yang membuat dirinya merasa khawatir. Bagaimana caranya? 

  • Dengarkan Dirinya. Setelah Si Kecil mengeluarkan segala kegelisahan atau kecemasannya, ibu bisa menjawab atau menjelaskannya dengan informasi yang benar. Tujuannya jelas, untuk menenangkan kekhawatiran mereka. 

  • Berikan Informasi yang Akurat. Tentukan apa yang sebaiknya diketahui anak-anak tentang COVID-19. Misalnya, beri mereka informasi yang akurat untuk mengurangi risiko penularannya. Tanyakan kepada mereka apa yang anak sudah ketahui mengenai virus corona. Bila disinformasi, ibu bisa memberikan jawaban yang tepat. 

  • Fokus pada Pencegahan. Buatlah diskusi ibu dengan Si Kecil fokus pada tindakan pencegahan. Atur dan puji kebiasaan mencuci tangan yang sehat. Selain itu, pertahankan rutinitas untuk bermain, makan, dan kegiatan lainnya. 

Jika terdapat anggota keluarga yang sakit dengan gejala COVID-19 atau penyakit lainnya, mungkin anak akan sulit untuk memahaminya. Nah, di sinilah ibu harus memiliki rencana yang tepat untuk meminimalkan kekhawatiran mereka. 

3. Pilih Cara Mengelola Stres 

Ingat, stres bisa menekan sistem kekebalan tubuh. Padahal, kita membutuhkan sistem imun yang prima untuk menghadapi virus-virus nakal, termasuk virus corona. Oleh karena itu, ambilah langkah-langkah yang tepat dan sehat untuk mengelola stres.

Salah satu cara untuk mengurangi kekhawatiran bisa melalui teknik pernapasan atau mindfulness. Menurut Mcguire, teknik ini bisa membantu mengurangi stres selama masa-masa sulit. Kamu bisa melakukan teknik ini dengan duduk diam dan fokus pada pernapasan dan indera tubuh. 

Ada pula cara lain untuk mengelola stres di tengah pandemi COVID-19. Cobalah batasi waktu menggunakan smartphones atau mengakses media massa. Meski media massa memberikan informasi terkini, tetapi terlalu banyak menerima paparan informasi juga bisa menimbulkan masalah. 

“Menetapkan batasan dapat mencegah perasaan khawatir. Penting untuk tidak membiarkan rasa takut mengendalikan hidupmu." jelas Mcguire.

Selain tiga hal di atas, cobalah ungkapkan perasaanmu pada orang-orang yang kamu percaya. Ceritakan perasaan khawatir mengenai virus corona yang kamu rasakan kepada mereka. Selain orang-orang terdekat, kamu juga bisa kok bercerita kepada psikolog dan meminta saran terbaik darinya. 

Baca juga: Cara Hadapi Ancaman Virus Corona di Rumah

Kenali Gejala Stres Gegara COVID-19

Pada dasarnya, tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap situasi yang membuatnya stres. Bagaimana kita merespon pandemi COVID-19, bergantung dari latar belakang diri kita. Hal yang perlu diketahui, ada beberapa orang yang mungkin merespon rasa stres atau khawatir lebih kuat terhadap pandemi ini, yaitu: 

  • Orang yang lebih tua dan orang dengan penyakit kronis yang berisiko lebih tinggi untuk COVID-19.

  • Anak-anak dan remaja.

  • Orang-orang yang berhadapan langsung dengan COVID-19, seperti dokter dan penyedia layanan kesehatan lainnya.

  • Orang yang memiliki kondisi kesehatan mental, termasuk masalah dengan penggunaan narkoba.

Nah, pertanyaannya, seperti apa tanda-tanda stres gara-gara virus corona? Nah, gejalanya bisa berupa: 

  • Takut dan khawatir tentang kesehatan diri sendiri dan kesehatan orang yang kita cintai.

  • Perubahan pola tidur atau makan.

  • Sulit tidur atau berkonsentrasi.

  • Memburuknya masalah kesehatan kronis.

  • Peningkatan penggunaan alkohol, tembakau, atau obat-obatan lainnya.

Yuk, lindungi diri, keluarga, teman-teman dari tekanan atau stres akibat virus corona. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) - Manage Anxiety & Stress.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Stressed About COVID-19? Here's What Can Help.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan