Ad Placeholder Image

Trakeostomi: Apa dan Mengapa Perlu Dilakukan?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Trakeostomi: Pengertian, Fungsi, dan Kenapa Perlu

Trakeostomi: Apa dan Mengapa Perlu Dilakukan?Trakeostomi: Apa dan Mengapa Perlu Dilakukan?

DAFTAR ISI


Ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas akibat sumbatan atau kondisi medis tertentu, intervensi medis yang cepat dan tepat menjadi kunci keselamatan nyawa. Salah satu prosedur bedah penyelamat jalan napas yang paling umum dan vital dalam dunia medis adalah trakeostomi. Secara sederhana, tracheostomy adalah sebuah prosedur bedah yang dilakukan dengan cara membuat lubang (sayatan) di bagian depan leher hingga menembus ke dalam trakea (batang tenggorokan). Melalui lubang yang disebut stoma ini, dokter akan memasukkan sebuah tabung atau pipa khusus untuk menjaga jalan napas tetap terbuka, sehingga udara dapat langsung masuk ke paru-paru tanpa harus melewati hidung atau mulut.

Prosedur ini sering kali menjadi jalan keluar terakhir bagi pasien yang mengalami gagal napas berat, memiliki tumor di area leher, atau pasien koma yang membutuhkan bantuan mesin ventilator dalam jangka waktu yang lama. Meski terkesan menakutkan, trakeostomi sebenarnya adalah tindakan yang sangat aman bila dilakukan oleh tenaga profesional, dan bertujuan murni untuk menyelamatkan nyawa serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Setelah pasien stabil dan kondisi medis primernya membaik, pipa trakeostomi pada banyak kasus dapat dilepas, dan lubang stoma di leher dapat menutup dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Namun, bagi pasien yang harus hidup dengan trakeostomi secara permanen atau dalam jangka waktu berbulan-bulan, perawatan di rumah pasca rawat inap menjadi fase yang sangat krusial. Perawatan stoma yang buruk dapat memicu infeksi paru-paru kronis, penyumbatan lendir, hingga kerusakan jaringan trakea. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara merawat stoma, menjaga kebersihan tabung, dan mengetahui alat-alat kesehatan dasar apa saja yang harus tersedia di rumah sangat penting untuk dikuasai oleh pasien maupun pihak keluarga yang merawat.

Nah, mau tahu apa saja tahapan, risiko, dan pilihan perlengkapan perawatan pasca trakeostomi di rumah? Berikut ulasan lengkap secara medis!

Anatomi Saluran Napas dan Indikasi Trakeostomi

Untuk memahami mengapa tracheostomy adalah solusi yang efektif, kita perlu sedikit memahami anatomi saluran napas manusia. Dalam kondisi normal, udara yang kita hirup akan masuk melalui hidung (di mana udara disaring dan dilembapkan) atau mulut, turun melewati laring (kotak suara), dan masuk ke dalam trakea. Trakea kemudian bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri yang membawa udara masuk langsung ke dalam jaringan paru-paru. Sistem ini bekerja secara otomatis dan mulus. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat “jalur atas” (hidung, mulut, laring) tidak bisa dilewati, tersumbat, atau otot-otot pernapasan gagal berfungsi.

Trakeostomi memotong jalur masuk udara tersebut dengan membuat “jalan tol” baru langsung ke trakea. Dengan demikian, udara tidak lagi melewati area hidung maupun laring. Hal ini menjelaskan mengapa pasien dengan trakeostomi umumnya kehilangan kemampuan untuk berbicara (karena udara tidak melewati pita suara), dan kehilangan kemampuan membaui udara secara normal.

Secara medis, tindakan trakeostomi diindikasikan untuk beberapa kondisi utama, di antaranya:

  • Obstruksi Jalan Napas Atas: Tersedak benda asing berukuran besar yang tidak bisa dikeluarkan, adanya tumor ganas di rongga mulut, laring, atau kelenjar tiroid yang menekan trakea, serta pembengkakan hebat akibat reaksi alergi (anafilaksis) atau infeksi parah seperti epiglotitis.
  • Kebutuhan Ventilasi Mekanis Jangka Panjang: Pasien yang mengalami koma berkepanjangan, cedera otak traumatis, atau gagal napas akut kronis (seperti pada penderita PPOK berat atau eksaserbasi asma) yang tidak bisa lepas dari mesin ventilator lebih dari 10-14 hari. Pemindahan intubasi dari mulut (Endotracheal Tube) ke trakeostomi dinilai jauh lebih nyaman bagi pasien, mengurangi risiko kerusakan pita suara, dan memudahkan penyapihan (weaning) dari ventilator.
  • Ketidakmampuan Membersihkan Sekresi Napas: Kondisi penyakit saraf otot atau neuro-muskuler (seperti Amyotrophic Lateral Sclerosis / ALS, Guillain-Barre Syndrome, atau cedera saraf tulang belakang) yang membuat otot dada dan otot menelan pasien terlalu lemah untuk batuk dan mengeluarkan dahak secara mandiri. Lendir yang menumpuk di paru-paru berisiko tinggi memicu pneumonia mematikan.
  • Kondisi Trauma Wajah atau Leher: Patah tulang rahang parah, luka bakar di area wajah yang menyebabkan pembengkakan saluran napas, atau trauma leher tembus.

Mengenal Jenis-Jenis Pipa Trakeostomi

Setelah lubang di trakea dibuat, dokter tidak bisa membiarkannya terbuka begitu saja karena jaringan kulit dan otot leher akan segera berusaha menyembuhkan diri dan menutup lubang tersebut. Untuk menahannya, dimasukkan sebuah pipa (tracheostomy tube). Jenis pipa ini sangat bervariasi dan akan disesuaikan oleh dokter spesialis THT atau dokter paru tergantung pada kebutuhan anatomis serta kondisi medis pasien.

1. Pipa dengan Balon (Cuffed Tube)

Ini adalah jenis pipa standar yang sering dipasang pada awal masa perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Pipa ini memiliki balon tiup kecil di ujungnya yang berada di dalam trakea. Jika balon dikembangkan (ditiup), ia akan menyegel dinding trakea secara keseluruhan. Tujuannya adalah agar udara yang dipompa dari mesin ventilator tidak bocor naik kembali ke mulut/hidung, serta mencegah air liur atau makanan dari kerongkongan “tumpah” masuk ke paru-paru (aspirasi).

2. Pipa Tanpa Balon (Uncuffed Tube)

Biasanya digunakan untuk pasien yang sudah mulai pulih, tidak lagi bergantung pada mesin ventilator, dan sudah memiliki refleks menelan yang baik sehingga risiko aspirasi rendah. Pipa ini memungkinkan sedikit udara merembes ke atas menuju pita suara, sehingga jika lubang pipa ditutup dengan jari, pasien perlahan bisa berlatih berbicara kembali.

3. Pipa Berjendela (Fenestrated Tube)

Tabung ini memiliki satu atau beberapa lubang kecil di lengkungannya. Saat kanul bagian dalam dilepas dan ujung stoma disumbat dengan katup bicara (speaking valve), udara dari paru-paru dapat mengalir ke atas melewati lubang kecil ini menuju pita suara. Ini adalah jenis pipa yang sangat penting untuk rehabilitasi wicara, memungkinkan pasien berinteraksi secara verbal dengan keluarganya.

Prosedur Bedah dan Masa Pemulihan

Trakeostomi dapat dilakukan secara darurat di ruang gawat darurat, namun lebih sering direncanakan dan dilakukan di ruang operasi (Surgical Tracheostomy) atau langsung di ruang ICU (Percutaneous Dilatational Tracheostomy). Tindakan ini dilakukan di bawah pengaruh bius total, meskipun pada kasus krisis tertentu bisa dilakukan dengan bius lokal. Dokter bedah akan memposisikan kepala pasien mendongak ke belakang untuk meregangkan area leher, lalu membuat sayatan horizontal atau vertikal di kulit tepat di bawah jakun. Setelah fasia dan otot leher dipisahkan, cincin tulang rawan trakea terlihat. Dokter kemudian membuat lubang di antara cincin tulang rawan tersebut dan segera memasukkan pipa trakeostomi.

Masa pemulihan menuntut adaptasi fisik dan psikologis yang tidak mudah. Pada hari-hari pertama, leher akan terasa nyeri, membengkak, dan produksi lendir akan meningkat drastis sebagai respons tubuh terhadap benda asing. Pasien tidak bisa berbicara, sehingga sangat membutuhkan papan tulis kecil atau aplikasi gawai untuk berkomunikasi. Mengingat kompleksitas ini, mendapatkan bantuan medis yang tepat pasca operasi adalah keharusan. Jika dalam proses perawatan ini kamu merasa perlu panduan spesifik atau terjadi keluhan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dokter spesialis agar proses pemulihan dapat dipantau dengan baik dan tepat sasaran.

Rekomendasi Perlengkapan Perawatan Mandiri yang Harus Ada di Rumah

Ketika pasien dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang dengan trakeostomi yang masih terpasang, keluarga mengambil alih peran krusial sebagai “perawat utama”. Perawatan stoma (lubang di leher) wajib dilakukan 1-2 kali sehari, atau lebih sering jika lendir sangat banyak. Tujuannya adalah mencegah terbentuknya kerak darah/lendir kering yang bisa menyumbat pipa, serta mencegah infeksi bakteri di area sekitar sayatan.

Untuk menunjang perawatan stoma di rumah dengan standar kebersihan rumah sakit, kamu bisa beli perlengkapan medis berikut secara praktis. Di bawah ini adalah ulasan mengenai tiga perlengkapan esensial (alat kesehatan) untuk merawat trakeostomi secara mandiri:

1. Hansaplast Kasa Steril 16×16 cm 5 Lembar

Hansaplast Kasa Steril terbuat dari bahan kapas alami 100% yang ditenun secara khusus untuk memaksimalkan daya serap. Kasa ini diproses dengan sterilisasi berteknologi tinggi sehingga bebas dari bakteri, jamur, maupun spora yang dapat memicu infeksi. Dalam perawatan trakeostomi, kasa steril ini digunakan sebagai bantalan utama yang diselipkan di bawah sayap (flange) pipa trakeostomi. Cara kerjanya adalah dengan menyerap rembesan keringat, lendir, darah ringan, atau sisa cairan pembersih agar kulit leher tetap kering dan terhindar dari maserasi (kerusakan kulit akibat lembap berlebih).

Manfaat: Mencegah iritasi akibat gesekan langsung antara plastik pipa trakeostomi dengan kulit leher bagian depan, menyerap cairan eksudat luka, serta menjaga area stoma tetap bersih dari kontaminasi udara luar.

Dosis dan aturan pakai:
Gunakan 1-2 lembar kasa steril setiap kali melakukan penggantian balutan stoma (idealnya pagi setelah mandi dan malam sebelum tidur), atau segera ganti jika kasa sudah basah terkena dahak/lendir tebal. Lipat kasa membentuk huruf “V” agar pas menyelip di bawah pipa tanpa harus dipotong, karena memotong kasa berisiko meninggalkan serat benang yang bisa masuk ke dalam saluran pernapasan.

Produk ini termasuk alat kesehatan yang aman digunakan bebas. Perhatikan kebersihan tangan saat menggunakannya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hansaplast Kasa Steril 16×16 cm 5 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

2. Otsuka Nacl 0.9% 500 ml

Otsuka NaCl 0.9% adalah cairan infus steril yang mengandung Sodium Chloride atau natrium klorida sebesar 0,9%. Cairan ini bersifat isotonik, artinya konsentrasi garam di dalamnya sama persis dengan konsentrasi cairan alami di dalam jaringan tubuh manusia. Cara kerjanya sebagai cairan pembersih adalah melunakkan dan mengangkat kotoran, kerak darah, hingga dahak kental yang mengering di sekitar stoma dan pinggiran pipa tanpa menimbulkan sensasi perih, iritasi, atau kerusakan pada sel-sel jaringan baru yang sedang tumbuh.

Manfaat: Merupakan cairan paling ideal (gold standard) untuk membersihkan area kulit stoma leher setiap hari. NaCl juga sering digunakan untuk membersihkan kanul bagian dalam (inner cannula) dari kerak dahak yang mengeras.

Dosis dan aturan pakai:
Tuangkan secukupnya ke atas kasa steril, lalu usapkan secara lembut dari arah pangkal stoma ke arah luar leher (jangan membersihkan dari luar ke dalam stoma). Gunakan sesuai kebutuhan setiap kali membersihkan luka. Jangan gunakan larutan ini jika kemasan sudah bocor atau cairan terlihat keruh.

Produk ini termasuk kategori obat bebas / alat kesehatan. Hindari menyentuh mulut botol dengan tangan langsung agar tetap steril.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Otsuka Nacl 0.9% 500 ml di Toko Kesehatan Halodoc

3. 3M Micropore 1 inch dengan Dispenser 1 Rol

3M Micropore merupakan plester bedah berbahan kertas hipoalergenik yang dilengkapi dengan perekat akrilik ramah kulit. Plester ini memiliki teknologi pori-pori mikro (microporous) yang memungkinkan kulit tetap bisa bernapas (sirkulasi udara berjalan baik) meskipun sedang ditutup. Cara kerjanya memberikan fiksasi atau daya lekat yang stabil pada kasa penutup luka tanpa menimbulkan rasa sakit hebat atau menyebabkan kulit leher kemerahan saat plester dilepas berulang kali.

Manfaat: Menahan lipatan kasa steril tetap berada di posisinya, menempel rapi pada kulit leher di sekitar area trakeostomi sehingga debu, kotoran, atau air tidak mudah masuk saat pasien sedang beraktivitas. Plester ini juga tahan terhadap kelembapan ringan.

Dosis dan aturan pakai:
Potong plester secukupnya menggunakan dispenser yang tersedia, rekatkan pada tepi ujung kasa steril hingga menempel di kulit leher yang bersih dan kering. Ganti setiap kali melakukan pembersihan stoma.

Produk ini merupakan alat kesehatan luar. Aman untuk penggunaan rutin pada pasien dengan kulit sensitif sekalipun.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan 3M Micropore 1 inch dengan Dispenser 1 Rol di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Esensial Mencegah Infeksi di Rumah
  1. Cuci Tangan 6 Langkah: Selalu gunakan sabun antiseptik dan air mengalir, atau hand sanitizer berbasis alkohol minimal 70% sebelum dan sesudah menyentuh area leher pasien.
  2. Perhatikan Kelembapan Udara: Udara yang langsung masuk ke trakea tidak melewati hidung sehingga tidak terlembapkan. Gunakan humidifier di kamar tidur untuk mencegah dahak mengering dan menyumbat pipa saluran napas.
  3. Teknik Batuk dan Suction: Pastikan kamu memiliki alat pengisap lendir (suction machine) portabel di rumah. Ajarkan pasien untuk batuk ringan sebelum disuction agar dahak naik lebih mudah.

Risiko Komplikasi dan Kapan Harus Segera ke Dokter

Layaknya tindakan bedah lainnya, trakeostomi bukanlah prosedur tanpa risiko. Komplikasi bisa terbagi menjadi komplikasi dini (terjadi saat operasi hingga beberapa hari pasca bedah) dan komplikasi lanjut (terjadi berbulan-bulan setelah pipa dipasang). Komplikasi dini meliputi perdarahan berlebih dari area sayatan stoma, masuknya udara ke dalam rongga dada sebelah luar paru (pneumotoraks), hingga kerusakan mekanis pada kelenjar tiroid, kerongkongan, dan persarafan pita suara.

Sementara itu, komplikasi jangka panjang yang sangat diwaspadai adalah pertumbuhan jaringan granulasi (daging tumbuh di sekitar stoma akibat iritasi kronis), trakeomalasia (melunaknya cincin tulang rawan trakea sehingga saluran napas gampang kolaps), hingga fistula trakeoesofageal, yakni terbentuknya saluran tidak normal yang menghubungkan tenggorokan (trakea) dengan kerongkongan (esofagus), sehingga makanan yang ditelan justru masuk ke paru-paru.

Keluarga yang merawat pasien di rumah harus menjadi observer yang cermat. Jangan tunda penanganan medis dan segera bawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat terdekat jika menemukan tanda-tanda “Red Flags” berikut:

  • Pipa trakeostomi copot sepenuhnya dari leher dan tidak bisa dimasukkan kembali. (Jangan dipaksa masuk dengan kasar jika terasa ada hambatan keras).
  • Pendarahan merah segar dan deras merembes terus menerus dari stoma, atau pasien membatukkan gumpalan darah segar dari dalam pipa.
  • Tanda infeksi paru atau stoma: Pasien tiba-tiba demam tinggi di atas 38,5°C, lendir (dahak) berubah warna menjadi hijau pekat, kekuningan, atau berbau sangat busuk, serta kulit leher sekitar luka membengkak, merah meradang, dan bernanah.
  • Pasien tampak pucat kebiruan (sianosis) di bibir dan ujung jari, napasnya berbunyi ngik-ngik (wheezing), dan terlihat berusaha keras untuk bernapas (otot dada tertarik ke dalam dengan kuat). Ini merupakan tanda sumbatan jalan napas total yang mengancam nyawa.

Studi Terkait Trakeostomi dan Keberhasilannya

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan tinjauan komprehensif yang meneliti tingkat keberhasilan pemulihan jalan napas pada pasien trakeostomi pasca ventilasi mekanis lama. Studi ini menemukan bahwa perawatan stoma yang higienis, manajemen pengisapan (suctioning) yang tepat, serta pendampingan terapi wicara-menelan secara dini mampu meningkatkan persentase decannulation (proses pelepasan tabung secara permanen) dengan tingkat keberhasilan hingga 60-80% pada pasien tanpa penyakit neurodegeneratif parah.

Fakta medis ini menunjukkan bahwa peran edukasi di level keluarga sangat mendominasi hasil akhir dari kualitas hidup pasien. Perawatan yang disiplin menggunakan cairan pembersih steril dan penggantian kasa secara berkala terbukti meminimalisasi angka rawat inap ulang (readmission) akibat pneumonia nosokomial di rumah sakit.

Oleh sebab itu, jangan pernah ragu untuk terus bertanya dan memperdalam informasi medis kepada para ahli. Proses rehabilitasi membutuhkan kesabaran luar biasa. Kamu bisa mendapatkan perlengkapan alat kesehatan serta obat-obatan penunjang lainnya dengan praktis dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, untuk memantau kemajuan fungsi paru dan kebersihan stoma, kamu sangat disarankan untuk melakukan evaluasi rutin dan berkonsultasi dengan dokter secara berkala melalui Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Tracheostomy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Tracheostomy: Procedure, Recovery & Complications.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2023. Indications and Complications of Tracheostomy.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2023. Tracheostomy Care at Home.

FAQ

1. Apakah tracheostomy adalah prosedur yang menyebabkan pasien bisu permanen?

Tidak. Meski suara akan hilang di awal masa perawatan karena udara dialihkan agar tidak melewati pita suara, banyak pasien tetap bisa berbicara kembali jika dokter mengizinkan penggunaan speaking valve (katup bicara) atau tabung jenis fenestrated. Kemampuan bicara akan pulih sepenuhnya jika kelak pipa dicabut secara permanen.

2. Apakah saya masih bisa makan secara normal dengan trakeostomi terpasang?

Pada hari-hari pertama, mungkin diperlukan selang hidung ke lambung (Nasogastric Tube / NGT) karena rasa nyeri dan penyesuaian fungsi otot menelan. Namun, seiring waktu dan latihan bersama terapis wicara-menelan, sebagian besar pasien bisa kembali makan dan minum secara normal melalui mulut.

3. Bagaimana cara mandi yang aman untuk pasien dengan trakeostomi?

Mandi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Air sama sekali tidak boleh masuk ke dalam stoma (lubang di leher) karena akan langsung mengalir ke paru-paru dan memicu tenggelam (aspirasi). Gunakan shower shield (pelindung stoma khusus saat mandi), arahkan aliran air dari dada ke bawah, dan hindari berenang atau berendam di bathtub hingga leher terendam.

4. Berapa lama lubang trakeostomi akan tertutup rapat kembali setelah pipanya dicabut secara permanen?

Bagi kebanyakan pasien yang kondisi primernya telah sembuh, pipa trakeostomi dapat dilepas (dekabulasi). Setelah pipa dicabut, stoma umumnya akan menutup dengan sendirinya, menyusut secara bertahap dan meninggalkan bekas luka kecil dalam waktu sekitar 1 hingga 2 minggu tanpa memerlukan operasi penjahitan tambahan, asalkan tidak ada komplikasi infeksi.