Ad Placeholder Image

Transverse Myelitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Transverse Myelitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, & Pengobatan

Transverse Myelitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan PengobatanTransverse Myelitis: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

Transverse myelitis adalah kondisi neurologis langka yang disebabkan oleh peradangan pada sumsum tulang belakang. Peradangan ini merusak lapisan pelindung (mielin) yang mengelilingi serabut saraf, mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah neurologis.

Definisi Transverse Myelitis

Transverse myelitis adalah peradangan yang melintang pada sumsum tulang belakang. Istilah “transverse” mengacu pada lokasi peradangan yang melintang sepanjang sumsum tulang belakang, bukan hanya pada satu sisi.

Kondisi ini dapat mempengaruhi orang dari segala usia dan jenis kelamin. Meskipun jarang terjadi, penting untuk diagnosis dan penanganan dini guna meminimalkan kerusakan permanen.

Gejala Transverse Myelitis

Gejala transverse myelitis dapat berkembang dengan cepat, dalam hitungan jam atau hari, tetapi kadang-kadang berkembang secara bertahap selama beberapa minggu. Gejala yang umum meliputi:

  • Kelemahan Otot: Kelemahan pada lengan dan kaki, yang dapat berkembang menjadi kelumpuhan.
  • Nyeri: Nyeri punggung yang tiba-tiba dan tajam, atau nyeri yang menjalar ke lengan atau kaki.
  • Gangguan Sensorik: Mati rasa, kesemutan, sensasi terbakar, atau dingin.
  • Disfungsi Autonomik: Inkontinensia atau urgensi buang air besar/kecil.
  • Sensasi Spinal: Sensasi tertekan di sekitar dada atau perut.

Gejala dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan lokasi sumsum tulang belakang yang terpengaruh.

Penyebab Transverse Myelitis

Penyebab pasti transverse myelitis seringkali sulit ditentukan. Dalam banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Namun, beberapa faktor risiko dan penyebab yang mungkin meliputi:

  • Infeksi Virus: Virus seperti herpes, West Nile, HIV, dan Zika.
  • Infeksi Bakteri: Infeksi bakteri tertentu.
  • Gangguan Autoimun: Multiple sclerosis (MS), neuromyelitis optica (NMO), dan lupus (SLE).
  • Reaksi Vaksinasi: Dalam kasus yang sangat jarang.

Pada dasarnya, transverse myelitis seringkali terkait dengan respons imun yang keliru menyerang sumsum tulang belakang.

Diagnosis Transverse Myelitis

Diagnosis transverse myelitis melibatkan evaluasi neurologis dan serangkaian tes, termasuk:

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): Untuk memvisualisasikan peradangan pada sumsum tulang belakang.
  • Pungsi Lumbal (Spinal Tap): Untuk menganalisis cairan serebrospinal.
  • Tes Darah: Untuk menyingkirkan penyakit lain.

Penting untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala serupa.

Pengobatan Transverse Myelitis

Pengobatan transverse myelitis bertujuan untuk mengurangi peradangan dan mengelola gejala. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Kortikosteroid Intravena: Dosis tinggi metilprednisolon.
  • Plasmapheresis: Penyaringan darah untuk menghilangkan antibodi berbahaya.
  • Obat-obatan: Antivirus atau imunosupresan.
  • Rehabilitasi: Terapi fisik dan okupasi untuk memulihkan fungsi.

Pemulihan dapat memakan waktu dan bervariasi dari orang ke orang.

Prognosis dan Harapan Hidup

Prognosis transverse myelitis bervariasi. Sekitar 33% pasien pulih dengan baik, 33% mengalami disabilitas sedang, dan 33% mengalami disabilitas permanen yang parah. Pemulihan biasanya terjadi dalam 3 hingga 6 bulan.

Meskipun transverse myelitis dapat kambuh, terutama jika terkait dengan MS atau NMO, kondisi ini umumnya tidak secara signifikan mempersingkat harapan hidup. Namun, kasus yang parah dapat menyebabkan disabilitas kronis yang mengubah hidup.

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala transverse myelitis harus dianggap sebagai keadaan darurat medis. Jika mengalami gejala seperti kelemahan, nyeri, atau gangguan sensorik yang berkembang pesat, segera cari pertolongan medis.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang transverse myelitis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Penanganan dini dapat meningkatkan peluang pemulihan.