• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tren Kesehatan Zaman Now, Saatnya Coba Autophagy
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tren Kesehatan Zaman Now, Saatnya Coba Autophagy

Tren Kesehatan Zaman Now, Saatnya Coba Autophagy

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 23 April 2018
Tren Kesehatan Zaman Now, Saatnya Coba AutophagyTren Kesehatan Zaman Now, Saatnya Coba Autophagy

Halodoc, Jakarta – Mungkin sebagian masyarakat Indonesia tidak begitu mengenal sistem autophagy. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan autophagy? Autophagy berasal dari kata auto yang artinya sendiri dan phagy yang memiliki arti makan. Dengan kata lain, autophagy adalah proses ketika sel-sel pada tubuh kita mengeluarkan racun dan menggantikan racun-racun dengan memperbaiki diri mereka sendiri. Ya, dalam sistem autophagy, pemeliharaan tubuh digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang bagian sel yang rusak.

Kurangnya tubuh dalam melakukan autophagy ternyata bisa menjadi penyebab penumpukan sel yang rusak, sehingga membuat kita mengalami penuaan dini. Nah, jika kamu suka makan sembarangan dan tidak memperhatikan waktu makan, tubuh kamu akan kurang melakukan autophagy. Enggak mau kan mengalami penuaan dini?

Pada 2016, penghargaan Nobel medis diberikan pada seorang peneliti dari Jepang dan penelitiannya mengenai autophagy. Yoshinori Ohsumi melakukan eksperimen terhadap ragi yang memiliki pertahanan terhadap diri sendiri dan mendaur ulang diri mereka.

Naomi Whittel, seorang ahli nutrisi yang telah meneliti mengenai sistem autophagy, mengatakan bahwa proses autophagy terjadi alami dalam tubuh kita masing-masing. Namun, Whittel menemukan jenis makanan tertentu dan beberapa pola latihan untuk fisik kamu yang dapat membantu untuk lebih membersihkan sel-sel dalam tubuh kita.

(Baca juga: Turunkan Berat Badan dengan Diet Mediterania)

Ingin Mencoba Autophagy? Atur Pola Makan

Ya, jika kamu ingin tubuh kamu sering melakukan autophagy, sebaiknya yang kamu lakukan adalah mengatur pola makan kamu. Tidak hanya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kamu, waktu makan pun perlu kamu jadwalkan dan ikuti jadwal tersebut. Saat hari-hari kamu sibuk, kamu boleh makan pada jam normal seperti biasa. Namun, saat kamu memiliki waktu yang tidak terlalu padat, cobalah untuk mencoba autophagy. Caranya adalah kamu harus berhenti makan pada pukul 8 malam. Lalu pada pagi hari, kamu bisa melewati sarapan dan menggantinya saat kamu makan siang.

Memang dibutuhkan usaha dalam menjalankan autophagy. Namun, jika kamu berhasil melakukannya, kamu akan mendapatkan hasil yang luar biasa. Saat kamu berpuasa dari makan malam hingga makan siang, tubuh kamu mengaktifkan sistem autophagy pada tubuh kamu. Dengan begitu, sel-sel yang ada dalam tubuh kamu mendapatkan jeda untuk mengembalikan dan mengganti sel-sel yang lama dengan yang baru. Namun, jika kamu mencuri-curi makan pada saat waktu puasa kamu, itu justru bisa menghentikan proses autophagy pada tubuh kamu, meskipun nutrisi yang masuk hanya sedikit.

Apakah Perbedaan Autophagy dengan Proses Diet Lainnya?

Saat kamu menginginkan sistem autophagy terjadi pada tubuh kamu, kamu tidak perlu menghindari atau menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang telah kamu lakukan sebelumnya. Selain mengatur jadwal makan, kamu juga perlu membuat sedikit perubahan, seperti memperhatikan waktu tidur kamu dan bagaimana kamu rajin berolahraga. Dengan kamu melakukan autophagy, sel tubuh kamu akan membersihkan racun-racun yang akan membuat kamu terlihat lebih awet muda.

Terapi Penyakit

Saat ini, autophagy kerap dilakukan untuk terapi beberapa penyakit kronis seperti kanker dan juga penyakit hati akibat terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Hal ini karena autophagy juga bisa membantu tubuh melawan bakteri dan virus.

Nah, untuk memaksimalkan sistem autophagy, sebaiknya saat kamu makan setelah berpuasa cukup lama, jangan makan dengan porsi yang berlebihan. Makan secukupnya agar proses pembersihan berjalan dengan baik. Jangan lupa perhatikan asupan nutrisi dan gizi, ya. Nah, kalau kamu mau tahu lebih banyak mengenai autophagy, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga.