Ad Placeholder Image

Trisomy 18: Kupas Tuntas Sindrom Edwards Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Pahami Trisomy 18: Gejala dan Penyebab Sindrom Edwards

Trisomy 18: Kupas Tuntas Sindrom Edwards LengkapTrisomy 18: Kupas Tuntas Sindrom Edwards Lengkap

Memahami Trisomi 18: Sindrom Edwards, Penyebab, dan Gejala

Trisomi 18, dikenal juga sebagai Sindrom Edwards, merupakan kelainan genetik serius yang ditandai dengan adanya salinan ekstra kromosom 18. Normalnya, manusia memiliki dua salinan dari setiap kromosom, namun pada kondisi ini terdapat tiga salinan kromosom 18. Kehadiran kromosom tambahan ini menyebabkan cacat perkembangan parah pada berbagai organ tubuh, pertumbuhan terhambat, serta kelainan fisik khas. Sebagian besar kasus Trisomi 18 berujung pada kematian dini, meskipun ada individu yang dapat bertahan hidup dengan disabilitas intelektual berat dan masalah medis kronis, seperti dijelaskan oleh MedlinePlus Genetics. Kondisi ini umumnya terjadi secara acak dan bukan diturunkan.

Definisi Trisomi 18 (Sindrom Edwards)

Sindrom Edwards atau Trisomi 18 adalah kondisi genetik langka namun serius yang disebabkan oleh kesalahan dalam jumlah kromosom. Alih-alih sepasang kromosom 18, individu dengan Sindrom Edwards memiliki tiga salinan kromosom 18. Kelebihan materi genetik ini mengganggu perkembangan normal janin, yang berdampak pada hampir setiap sistem organ dalam tubuh. Dampaknya meliputi masalah jantung yang kompleks, ginjal, sistem pencernaan, serta kelainan bentuk wajah dan anggota tubuh. MedlinePlus Genetics menyatakan bahwa kondisi ini secara signifikan memengaruhi harapan hidup dan kualitas hidup.

Penyebab Trisomi 18

Penyebab utama Trisomi 18 adalah kesalahan acak selama pembelahan sel yang terjadi saat pembentukan sel sperma atau sel telur, atau pada tahap awal perkembangan embrio. Kesalahan ini dikenal sebagai nondisjunction, di mana kromosom gagal terpisah dengan benar, menghasilkan sel dengan kromosom 18 ekstra. Kondisi ini tidak diturunkan dari orang tua dan sebagian besar kasus terjadi tanpa riwayat keluarga sebelumnya.

Meskipun bukan kondisi genetik yang diwariskan, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya Trisomi 18. Menurut NHS, risiko tersebut meliputi:

  • Usia ibu yang lebih tua: Risiko memiliki bayi dengan Trisomi 18 meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu.
  • Memiliki riwayat bayi dengan sindrom ini sebelumnya: Wanita yang pernah memiliki bayi dengan Trisomi 18 memiliki sedikit peningkatan risiko untuk kehamilan berikutnya.

Gejala dan Ciri-ciri Trisomi 18

Anak-anak yang lahir dengan Trisomi 18 menunjukkan berbagai gejala dan ciri fisik yang khas, yang dapat bervariasi tingkat keparahannya. Cacat lahir yang parah dan masalah kesehatan yang kompleks adalah hal umum. Beberapa gejala dan ciri-ciri yang sering terlihat antara lain:

  • Berat lahir rendah dan pertumbuhan terhambat sebelum lahir (restriksi pertumbuhan intrauterin).
  • Kepala berukuran kecil (mikrosefali) dan bentuk kepala yang tidak biasa.
  • Rahang kecil (mikrognatia).
  • Tangan mengepal dengan jari-jari yang tumpang tindih secara khas.
  • Kaki berbentuk “rocker-bottom” (telapak kaki yang bulat).
  • Kelainan jantung bawaan yang parah, seringkali menjadi penyebab utama kematian.
  • Masalah ginjal.
  • Kelainan pada paru-paru dan sistem pencernaan, termasuk hernia diafragma atau omfalokel.
  • Kesulitan makan dan bernapas.
  • Disabilitas intelektual berat yang memengaruhi perkembangan kognitif dan motorik.
  • Tonus otot rendah (hipotonia) saat lahir, diikuti dengan kekakuan otot (hipertonia).

Diagnosis Trisomi 18

Trisomi 18 dapat didiagnosis selama kehamilan melalui skrining prenatal dan tes diagnostik. Skrining meliputi USG untuk mencari tanda-tanda fisik dan tes darah ibu untuk mendeteksi penanda biokimia. Jika hasil skrining menunjukkan risiko tinggi, tes diagnostik seperti amniosentesis atau chorionic villus sampling (CVS) dapat dilakukan. Tes-tes ini menganalisis kromosom dari sel janin untuk mengonfirmasi adanya kromosom 18 ekstra. Setelah lahir, diagnosis dapat dikonfirmasi dengan tes genetik dari sampel darah bayi.

Penanganan dan Dukungan Trisomi 18

Saat ini, belum ada obat untuk Trisomi 18. Penanganan berfokus pada manajemen gejala dan pemberian perawatan suportif untuk meningkatkan kualitas hidup. Dukungan medis yang diberikan sangat individual dan bergantung pada kebutuhan spesifik setiap anak. Ini mungkin melibatkan penanganan masalah jantung, pernapasan, dan pencernaan, serta terapi fisik, okupasi, dan wicara. Perawatan juga mencakup manajemen rasa sakit dan dukungan nutrisi. Keluarga seringkali membutuhkan dukungan psikologis dan konseling untuk menghadapi tantangan yang kompleks ini.

Pencegahan Trisomi 18

Karena Trisomi 18 disebabkan oleh kesalahan acak dalam pembelahan sel, kondisi ini tidak dapat dicegah. Namun, bagi pasangan yang memiliki kekhawatiran atau riwayat keluarga dengan kondisi genetik, konseling genetik dapat menjadi pilihan. Konseling genetik dapat membantu memahami risiko, pilihan skrining, dan tes diagnostik yang tersedia selama kehamilan. Ini juga memberikan informasi tentang pola pewarisan genetik dan pilihan reproduksi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Trisomi 18 adalah kondisi genetik serius yang membutuhkan pemahaman mendalam dan penanganan medis komprehensif. Informasi akurat dan dukungan yang tepat sangat penting bagi keluarga yang menghadapi diagnosis ini. Halodoc berkomitmen untuk menyediakan informasi kesehatan yang tepercaya dan memfasilitasi akses ke layanan medis profesional. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut mengenai Trisomi 18 atau kondisi kesehatan lainnya, konsultasi dengan dokter spesialis melalui Halodoc dapat memberikan panduan dan rekomendasi medis yang sesuai.