
Trombektomi: Prosedur Penting Selamatkan Aliran Darah
Trombektomi: Prosedur Penting Selamatkan Aliran Darah

Trombektomi Adalah: Definisi, Prosedur, dan Kegunaannya
Trombektomi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat bekuan darah (trombus) yang menyumbat pembuluh darah arteri atau vena. Tujuannya adalah untuk memulihkan aliran darah dengan cepat ke organ atau bagian tubuh yang terpengaruh.
Prosedur ini sangat penting dalam kasus-kasus darurat seperti stroke iskemik, emboli paru, dan penyumbatan vaskular lainnya. Dengan menghilangkan bekuan darah, trombektomi dapat mengurangi risiko kerusakan organ permanen dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jenis-Jenis Trombektomi
Terdapat dua jenis utama trombektomi yang umum dilakukan, yaitu:
- Trombektomi Mekanis (Minimal Invasif): Prosedur ini melibatkan penggunaan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah, biasanya dari paha. Ahli radiologi intervensi akan menggunakan alat khusus seperti stent retriever (jaring logam) untuk menangkap bekuan darah atau kateter aspirasi untuk menyedotnya.
- Trombektomi Bedah: Dalam prosedur ini, dilakukan operasi terbuka untuk membuat sayatan pada pembuluh darah dan mengeluarkan bekuan darah secara langsung.
Tujuan dan Kegunaan Trombektomi
Tujuan utama trombektomi adalah untuk memulihkan aliran darah yang terhambat oleh bekuan darah. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan organ, disabilitas permanen, dan bahkan kematian.
Trombektomi sering digunakan dalam beberapa kondisi medis, antara lain:
- Stroke iskemik akut
- Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam
- Emboli paru
- Iskemia akut pada kaki atau usus
Prosedur Trombektomi: Bagaimana Cara Kerjanya?
Prosedur trombektomi dilakukan dengan bantuan panduan pencitraan radiologi untuk memvisualisasikan bagian dalam tubuh dan memandu alat ke lokasi bekuan darah. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam prosedur trombektomi:
- Pasien akan diberikan anestesi lokal atau umum, tergantung pada jenis trombektomi dan kondisi pasien.
- Dokter akan membuat sayatan kecil, biasanya di selangkangan, untuk memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah.
- Dengan bantuan pencitraan radiologi, kateter akan diarahkan ke lokasi bekuan darah.
- Alat khusus, seperti stent retriever atau kateter aspirasi, digunakan untuk mengangkat atau menghancurkan bekuan darah.
- Setelah bekuan darah berhasil diangkat, aliran darah akan dipulihkan.
- Kateter kemudian ditarik, dan sayatan ditutup.
Waktu Krusial dalam Trombektomi
Waktu adalah faktor penting dalam keberhasilan trombektomi, terutama pada kasus stroke iskemik. Prosedur ini paling efektif jika dilakukan dalam beberapa jam pertama setelah gejala stroke muncul. Semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin kecil risiko kerusakan otak permanen.
Pada kondisi lain seperti DVT atau emboli paru, waktu juga berperan penting. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan peluang pemulihan.
Risiko dan Komplikasi Trombektomi
Seperti semua prosedur medis, trombektomi memiliki risiko dan potensi komplikasi. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi:
- Perdarahan
- Infeksi
- Kerusakan pada pembuluh darah
- Reaksi alergi terhadap obat anestesi atau kontras
- Bekuan darah kembali terbentuk
Namun, risiko ini relatif kecil dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari pemulihan aliran darah yang cepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Trombektomi adalah prosedur penting yang dapat menyelamatkan jiwa dan mencegah disabilitas permanen dalam kasus penyumbatan pembuluh darah. Jika mengalami gejala seperti nyeri dada tiba-tiba, kesulitan bernapas, mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, segera cari pertolongan medis.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang trombektomi atau masalah kesehatan lainnya. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membuat perbedaan besar dalam hasil pengobatan.


