Ad Placeholder Image

TTTS: Kenali Sindrom pada Kembar Berbagi Plasenta

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

ttts adalah: Kenali Risiko Kehamilan Kembar Ini

TTTS: Kenali Sindrom pada Kembar Berbagi PlasentaTTTS: Kenali Sindrom pada Kembar Berbagi Plasenta

Mengenal TTTS Adalah: Sindrom Transfusi Kembar-ke-Kembar yang Mengancam Kehamilan

Sindrom Transfusi Kembar-ke-Kembar, atau yang dikenal dengan singkatan TTTS, adalah komplikasi serius yang dapat terjadi pada kehamilan kembar identik. Kondisi ini timbul ketika kedua janin berbagi satu plasenta, menyebabkan distribusi aliran darah yang tidak seimbang di antara keduanya. Pemahaman mengenai apa itu TTTS sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Apa Itu TTTS Adalah?

TTTS adalah singkatan dari Twin to Twin Transfusion Syndrome, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Sindrom Transfusi Kembar-ke-Kembar. Ini merupakan kondisi medis langka namun berbahaya yang hanya terjadi pada kehamilan kembar monokorionik, yaitu kembar identik yang berbagi satu plasenta.

Dalam kondisi TTTS, salah satu janin, yang disebut “donor”, memberikan terlalu banyak darah dan nutrisi kepada janin pasangannya, yang disebut “penerima”. Akibatnya, janin donor dapat mengalami kekurangan nutrisi, dehidrasi, dan pertumbuhan terhambat. Sementara itu, janin penerima akan kelebihan cairan dan darah, yang bisa membebani jantung dan ginjalnya, serta menyebabkan penumpukan cairan berlebih atau polihidramnion.

Bagaimana TTTS Terjadi?

Penyebab utama TTTS adalah adanya pembuluh darah abnormal yang menghubungkan sirkulasi darah kedua janin di dalam plasenta yang sama. Pada kehamilan kembar monokorionik, meskipun berbagi plasenta, idealnya aliran darah ke masing-masing janin seimbang.

Namun, pada kasus TTTS, koneksi pembuluh darah ini tidak berfungsi semestinya. Darah mengalir satu arah dari janin donor ke janin penerima secara berlebihan. Ketidakseimbangan ini menyebabkan janin donor kekurangan volume darah dan janin penerima mengalami kelebihan volume darah, dengan konsekuensi medis yang parah bagi keduanya.

Gejala Sindrom Transfusi Kembar-ke-Kembar

Gejala TTTS mungkin tidak langsung terlihat pada ibu hamil. Namun, ada beberapa tanda yang dapat diamati dan sering terdeteksi melalui pemeriksaan USG rutin. Gejala yang dapat muncul pada ibu hamil antara lain:

  • Pertumbuhan rahim yang sangat cepat, lebih besar dari usia kehamilan normal untuk kembar.
  • Perut terasa tegang atau nyeri akibat volume cairan ketuban yang berlebihan.
  • Pembengkakan pada tubuh, termasuk tangan dan kaki.

Sementara itu, pada janin, tanda-tanda TTTS yang terdeteksi melalui USG meliputi:

  • Pada Janin Donor: Ukuran yang lebih kecil, volume cairan ketuban yang sangat sedikit (oligohidramnion), kandung kemih yang sulit terlihat atau kecil.
  • Pada Janin Penerima: Ukuran yang lebih besar, volume cairan ketuban yang sangat banyak (polihidramnion), pembesaran kandung kemih, tanda-tanda gagal jantung.

Diagnosis TTTS

Diagnosis TTTS sebagian besar dilakukan melalui pemeriksaan USG khusus yang dilakukan secara rutin pada kehamilan kembar monokorionik. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk memantau pertumbuhan kedua janin, volume cairan ketuban, dan aliran darah melalui plasenta.

Dokter akan mencari perbedaan signifikan dalam ukuran janin, jumlah cairan ketuban di sekitar masing-masing janin, dan kondisi jantung kedua janin. Semakin dini TTTS terdiagnosis, semakin baik pula peluang untuk intervensi yang berhasil.

Pengobatan TTTS

Pengobatan untuk TTTS sangat bergantung pada stadium keparahan kondisi dan usia kehamilan. Beberapa pilihan penanganan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter meliputi:

  • Laser Fotokoagulasi Fetal: Prosedur bedah minimal invasif ini melibatkan penggunaan laser untuk memotong pembuluh darah abnormal di plasenta yang menyebabkan ketidakseimbangan aliran darah. Tujuan utamanya adalah menghentikan transfer darah yang tidak seimbang.
  • Amnioreduksi: Prosedur ini melibatkan pengeluaran cairan ketuban berlebih dari kantung janin penerima untuk mengurangi tekanan dan risiko kelahiran prematur. Ini bersifat sementara dan mungkin perlu diulang.
  • Manajemen Ekspektasi: Dalam beberapa kasus yang ringan, dokter mungkin hanya akan memantau kondisi secara ketat dengan USG rutin.

Keputusan mengenai metode pengobatan akan diambil oleh tim medis spesialis berdasarkan evaluasi menyeluruh.

Pencegahan dan Penanganan Dini TTTS

TTTS tidak dapat dicegah karena merupakan komplikasi acak dari kehamilan kembar monokorionik. Namun, deteksi dini adalah kunci untuk meningkatkan hasil luaran bagi kedua janin. Untuk kehamilan kembar identik yang berbagi plasenta, pemeriksaan prenatal yang teratur dan lebih sering sangat dianjurkan.

Pemeriksaan USG secara berkala, terutama mulai dari trimester kedua, dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda awal TTTS. Pemantauan ketat oleh dokter spesialis kandungan yang berpengalaman dalam kehamilan kembar merupakan langkah terbaik untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat jika kondisi ini terjadi.

Pemahaman mengenai TTTS adalah langkah pertama untuk memastikan kehamilan kembar yang sehat. Jika terdapat kekhawatiran atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan sangat disarankan untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang sesuai. Halodoc siap menjadi mitra terpercaya dalam menyediakan informasi medis yang akurat dan berbasis riset.