Ad Placeholder Image

TTTS: Sindrom Transfusi Kembar, Penyebab dan Dampaknya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

Twin to Twin Transfusion Syndrome: Kenali TTTS!

TTTS: Sindrom Transfusi Kembar, Penyebab dan DampaknyaTTTS: Sindrom Transfusi Kembar, Penyebab dan Dampaknya

**Twin to Twin Transfusion Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya**

Twin to twin transfusion syndrome (TTTS) adalah komplikasi serius yang terjadi pada kehamilan kembar identik yang berbagi plasenta. Kondisi ini menyebabkan aliran darah yang tidak seimbang antara kedua janin, yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS)?

TTTS adalah singkatan dari Sindrom Transfusi Kembar-ke-Kembar. Ini adalah kondisi yang terjadi pada kehamilan kembar monokorionik, yaitu kembar identik yang berbagi satu plasenta. Pada TTTS, terjadi koneksi pembuluh darah abnormal di dalam plasenta yang menyebabkan aliran darah tidak seimbang antara kedua janin.

Akibatnya, satu janin (disebut donor) akan kekurangan darah dan nutrisi, sementara janin lainnya (disebut penerima) akan kelebihan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada kedua janin, bahkan kematian.

Gejala Twin to Twin Transfusion Syndrome

Gejala TTTS dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan usia kehamilan. Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Perbedaan ukuran kantung ketuban yang signifikan antara kedua janin.
  • Peningkatan cairan ketuban yang berlebihan pada janin penerima (polihidramnion).
  • Penurunan cairan ketuban pada janin donor (oligohidramnion).
  • Janin donor tampak lebih kecil dari janin penerima.
  • Tanda-tanda gagal jantung pada janin penerima.

Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini mungkin tidak selalu jelas atau mudah dikenali. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan USG secara teratur selama kehamilan kembar monokorionik untuk mendeteksi TTTS sedini mungkin.

Penyebab dan Faktor Risiko TTTS

TTTS hanya terjadi pada kehamilan kembar identik yang berbagi plasenta (monokorionik). Penyebab pasti dari koneksi pembuluh darah abnormal yang menyebabkan TTTS belum sepenuhnya dipahami. Namun, beberapa faktor risiko yang mungkin berperan meliputi:

  • Kehamilan kembar monokorionik diamniotik (berbagi plasenta tetapi memiliki kantung ketuban yang terpisah).
  • Lokasi plasenta yang tidak ideal.
  • Faktor genetik.

Diagnosis TTTS

Diagnosis TTTS biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan USG. Dokter akan memeriksa jumlah cairan ketuban di sekitar masing-masing janin, ukuran janin, dan aliran darah di dalam plasenta.

Kriteria diagnosis TTTS meliputi:

  • Polihidramnion pada kantung ketuban janin penerima (biasanya diukur dengan *deepest vertical pocket* (DVP) > 8 cm sebelum usia kehamilan 20 minggu atau > 10 cm setelah usia kehamilan 20 minggu).
  • Oligohidramnion pada kantung ketuban janin donor (DVP < 2 cm).
  • Tidak terlihatnya kandung kemih pada janin donor.

Pengobatan Twin to Twin Transfusion Syndrome

Pengobatan TTTS bertujuan untuk menyeimbangkan aliran darah antara kedua janin dan mengurangi risiko komplikasi. Pilihan pengobatan tergantung pada tingkat keparahan TTTS dan usia kehamilan. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • **Amnioreduksi:** Prosedur ini melibatkan pengeluaran cairan ketuban yang berlebihan dari kantung ketuban janin penerima untuk mengurangi tekanan dan meningkatkan aliran darah ke janin donor.
  • **Septostomi:** Prosedur ini membuat lubang pada selaput yang memisahkan kedua kantung ketuban untuk memungkinkan cairan ketuban mengalir antara kedua janin.
  • **Laser Ablation:** Prosedur ini menggunakan laser untuk menutup pembuluh darah abnormal di plasenta yang menyebabkan TTTS. Ini adalah pengobatan yang paling efektif untuk TTTS.
  • **Selective Feticide:** Dalam kasus yang sangat parah, di mana salah satu janin memiliki prognosis yang sangat buruk, dokter mungkin merekomendasikan selective feticide untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup janin lainnya.

Komplikasi TTTS

Jika tidak diobati, TTTS dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Kelahiran prematur.
  • Cacat lahir.
  • Gagal jantung pada kedua janin.
  • Kematian salah satu atau kedua janin.

Pencegahan TTTS

Saat ini, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah TTTS. Namun, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup dan kesehatan kedua janin.

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu hamil dengan kehamilan kembar monokorionik harus menjalani pemeriksaan USG secara teratur untuk memantau kondisi kehamilan dan mendeteksi TTTS sedini mungkin. Jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter.

**Rekomendasi Halodoc**

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang twin to twin transfusion syndrome, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan di Halodoc. Dengan penanganan yang tepat dan pemantauan yang ketat, risiko komplikasi akibat TTTS dapat diminimalkan. Download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan akses mudah ke layanan kesehatan terpercaya.