Ad Placeholder Image

Tulang Belakang Bengkok Disebut Skoliosis, Pahami Jenisnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 17 Juni 2026

Tulang Belakang Bengkok? Ketahui Skoliosis Sekarang!

Tulang Belakang Bengkok Disebut Skoliosis, Pahami JenisnyaTulang Belakang Bengkok Disebut Skoliosis, Pahami Jenisnya

DAFTAR ISI


Kesehatan tulang belakang adalah fondasi utama bagi tubuh manusia untuk dapat berdiri tegak, bergerak bebas, dan menjaga keseimbangan. Namun, tidak semua orang memiliki susunan tulang belakang yang lurus sempurna. Kelainan tulang belakang yang membengkok kekanan atau kekiri disebut skoliosis. Kondisi ini bisa membuat tulang belakang tampak menyerupai huruf “C” atau “S” saat dilihat dari belakang, bukannya lurus seperti garis vertikal pada orang normal.

Skoliosis sering kali muncul tanpa disadari, terutama pada masa pertumbuhan dan pubertas anak-anak hingga remaja. Pada banyak kasus, lengkungan yang terjadi bersifat ringan dan tidak menimbulkan gangguan aktivitas yang berarti. Namun, jika dibiarkan tanpa pemantauan, lengkungan dapat bertambah parah seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan tulang. Kondisi skoliosis yang parah bukan hanya merusak postur tubuh dan kepercayaan diri, tetapi juga dapat menekan organ dalam seperti paru-paru dan jantung, sehingga memicu kesulitan bernapas dan masalah kardiovaskular.

Penting bagi kamu untuk menyadari bahwa penanganan skoliosis sangat bergantung pada derajat kelengkungan tulang, usia, serta penyebab yang mendasarinya. Sayangnya, karena gejalanya sering kali tidak menimbulkan rasa sakit di tahap awal, banyak orang tua maupun individu yang baru menyadari kondisi ini ketika lengkungan sudah sangat jelas terlihat secara fisik.

Oleh karena itu, edukasi mengenai tanda-tanda awal, penyebab, hingga langkah medis yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi skoliosis di masa depan. Mari kita ulas secara mendalam mengenai kondisi kelengkungan tulang belakang ini agar kamu dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang paling tepat.

Pengertian dan Gejala Skoliosis

Secara medis, kelainan tulang belakang yang membengkok kekanan atau kekiri disebut skoliosis, dan diagnosis biasanya ditegakkan apabila kurva atau derajat kemiringan (dikenal dengan sudut Cobb) mencapai lebih dari 10 derajat pada hasil rontgen. Jika kemiringan kurang dari 10 derajat, hal tersebut sering kali hanya dianggap sebagai asimetri postur tubuh biasa.

Gejala skoliosis bisa sangat bervariasi, dari yang sama sekali tidak terlihat oleh mata telanjang hingga kelainan bentuk tubuh yang sangat nyata. Keluhan fisik pada tahap awal jarang terjadi, yang membuat deteksi dini menjadi tantangan tersendiri. Namun, seiring bertambahnya sudut lengkungan tulang belakang, beberapa perubahan fisik yang khas akan mulai muncul.

Beberapa tanda dan gejala umum dari skoliosis yang perlu kamu perhatikan antara lain:

  • Tinggi bahu yang tidak sejajar (satu bahu tampak lebih tinggi dari yang lain).
  • Salah satu tulang belikat (scapula) terlihat lebih menonjol ke belakang dibandingkan sisi lainnya.
  • Garis pinggang yang tidak rata atau asimetris.
  • Satu sisi pinggul tampak lebih tinggi atau menonjol.
  • Tubuh terlihat condong ke satu sisi saat berdiri tegak.
  • Pada kasus yang lebih parah, tulang rusuk di salah satu sisi tubuh dapat menonjol ke depan (rib hump).

Selain perubahan fisik, skoliosis yang sudah parah (dengan lengkungan lebih dari 40-50 derajat) dapat menyebabkan gejala medis lain seperti nyeri punggung kronis, kelelahan otot setelah berdiri atau duduk lama, hingga sesak napas karena rongga dada menyempit dan membatasi ekspansi paru-paru. Jika kamu atau anak kamu menunjukkan tanda-tanda ini, jangan tunda untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis ortopedi agar bisa dilakukan pemeriksaan tulang belakang secara komprehensif.

Tanda Peringatan Skoliosis pada Anak dan Remaja
  1. Sering mengeluh pegal di punggung tanpa sebab yang jelas setelah aktivitas ringan.
  2. Pakaian terasa tidak pas; satu sisi kerah baju sering melorot atau panjang celana terlihat tidak sama.
  3. Cara berjalan yang terlihat sedikit pincang atau tidak seimbang.

Jenis dan Penyebab Skoliosis

Untuk memahami skoliosis secara menyeluruh, kamu juga harus mengetahui bahwa kondisi ini tidak hanya dipicu oleh satu hal. Berdasarkan penyebabnya, dunia medis mengklasifikasikan kelainan tulang belakang ini ke dalam beberapa jenis utama. Mengetahui jenis skoliosis sangat penting karena akan menentukan pendekatan pengobatan yang akan diambil oleh dokter.

1. Skoliosis Idiopatik

Ini adalah jenis skoliosis yang paling umum, menyumbang sekitar 80 persen dari seluruh kasus yang ada. Istilah “idiopatik” berarti penyebab pastinya tidak diketahui. Skoliosis idiopatik paling sering terdiagnosis pada masa remaja (Adolescent Idiopathic Scoliosis), yaitu antara usia 10 hingga 18 tahun, ketika tubuh sedang mengalami pacu tumbuh (growth spurt). Meski penyebabnya tidak diketahui, genetika dan riwayat keluarga diduga kuat memainkan peran penting.

2. Skoliosis Kongenital

Jenis ini terjadi karena kelainan bawaan sejak dalam kandungan (cacat lahir). Pada kasus skoliosis kongenital, tulang belakang bayi tidak terbentuk dengan sempurna saat masa perkembangan janin. Misalnya, ada satu ruas tulang belakang yang hilang atau tulang belakang yang menyatu satu sama lain. Karena terjadi sejak lahir, jenis ini sering kali terdeteksi pada usia balita atau masa kanak-kanak awal.

3. Skoliosis Neuromuskular

Skoliosis neuromuskular disebabkan oleh gangguan atau penyakit pada sistem saraf maupun otot yang membuat otot punggung tidak mampu menopang tulang belakang agar tetap lurus. Kondisi medis yang sering memicu skoliosis jenis ini antara lain cerebral palsy (lumpuh otak), distrofi otot, spina bifida, dan cedera saraf tulang belakang. Skoliosis neuromuskular biasanya berkembang lebih cepat dan sering kali membutuhkan intervensi bedah.

4. Skoliosis Degeneratif

Berbeda dengan jenis lainnya yang biasa terjadi pada anak-anak dan remaja, skoliosis degeneratif terjadi pada orang dewasa (biasanya di atas usia 50 tahun). Kondisi ini dipicu oleh kerusakan atau keausan pada sendi dan cakram tulang belakang akibat proses penuaan, osteoporosis, atau riwayat cedera punggung di masa lalu.

Cara Diagnosis dan Pemeriksaan Medis

Diagnosis yang akurat adalah langkah krusial untuk mencegah pembengkokan tulang belakang menjadi lebih parah. Ketika kamu mengunjungi dokter karena mencurigai adanya kelainan bentuk punggung, dokter biasanya akan memulai dengan anamnesis (tanya jawab medis) dan pemeriksaan fisik.

Salah satu pemeriksaan fisik standar yang paling sering dilakukan adalah Adam’s Forward Bend Test. Pada tes ini, kamu akan diminta untuk membungkuk ke depan dengan lutut lurus dan kedua lengan menjuntai ke bawah. Posisi ini membuat tulang belakang terlihat jelas, sehingga dokter dapat melihat apakah ada tonjolan tulang rusuk atau asimetri pada otot punggung yang menandakan skoliosis.

Jika pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda skoliosis, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang (pencitraan) untuk memastikan diagnosis dan mengukur tingkat keparahannya, meliputi:

  • Sinar-X (Rontgen): Ini adalah metode diagnosis utama. Rontgen diambil dari berbagai sudut (depan, belakang, dan samping) untuk melihat bentuk tulang belakang secara utuh dan menghitung derajat kelengkungan (Sudut Cobb).
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging): Biasanya direkomendasikan jika dokter mencurigai adanya penyebab mendasar yang lebih kompleks, seperti kelainan pada saraf tulang belakang atau tumor.
  • CT Scan: Memberikan gambaran tulang yang lebih detail, biasanya digunakan saat dokter merencanakan tindakan operasi.

Pilihan Penanganan dan Perawatan Medis

Pengobatan skoliosis sangat dipersonalisasi dan bergantung pada usia, seberapa parah lengkungan tulang belakang (derajat Cobb), jenis skoliosis, serta apakah tulang masih dalam masa pertumbuhan atau sudah berhenti tumbuh. Berikut adalah beberapa metode penanganan yang umum direkomendasikan secara medis:

1. Observasi (Pemantauan Berkala)

Untuk kasus skoliosis ringan (lengkungan di bawah 20 derajat), terutama pada anak yang tulangnya masih tumbuh, dokter biasanya hanya menyarankan observasi. Anak akan diminta untuk datang kontrol dan melakukan rontgen ulang setiap 4 hingga 6 bulan. Tujuannya adalah memantau apakah lengkungan bertambah parah atau tetap stabil.

2. Penggunaan Brace (Penyangga Punggung)

Jika lengkungan tulang belakang berkisar antara 20 hingga 40 derajat dan anak masih dalam masa pertumbuhan, penggunaan brace atau penyangga punggung sangat disarankan. Perlu dicatat, brace tidak dapat meluruskan kembali tulang belakang yang sudah bengkok. Fungsinya adalah untuk menahan agar lengkungan tidak bertambah parah seiring masa pertumbuhan anak. Brace biasanya terbuat dari plastik kaku yang disesuaikan dengan bentuk tubuh dan harus dipakai antara 16 hingga 23 jam sehari.

3. Terapi Fisik dan Olahraga

Terapi fisik tidak bisa menyembuhkan skoliosis, tetapi sangat membantu untuk meredakan nyeri, menguatkan otot-otot inti (core muscles) perut dan punggung, serta meningkatkan fleksibilitas tubuh. Berenang, yoga, dan pilates adalah beberapa olahraga yang sering direkomendasikan untuk pasien skoliosis karena minim risiko cedera sekaligus bagus untuk postur tubuh. Untuk menjaga kesehatan tulang selama masa perawatan, dokter juga sering menyarankan asupan kalsium dan vitamin D. Kamu bisa mencari dan beli obat pereda nyeri maupun suplemen tulang secara praktis untuk mendukung terapi.

4. Operasi Fusi Tulang Belakang (Spinal Fusion)

Tindakan operasi biasanya menjadi pilihan terakhir dan direkomendasikan untuk kasus skoliosis berat (lengkungan lebih dari 45-50 derajat) yang tidak membaik dengan penggunaan brace dan berisiko mengganggu fungsi organ vital. Prosedur yang paling umum adalah fusi tulang belakang (spinal fusion). Dalam operasi ini, dokter bedah ortopedi akan meluruskan tulang belakang menggunakan sekrup dan batang logam buatan, lalu menyatukan dua atau lebih ruas tulang belakang menggunakan cangkok tulang, sehingga membentuk satu tulang tunggal yang lurus dan solid.

Mitos tentang Skoliosis yang Perlu Diluruskan
  1. Mitos: Membawa tas ransel yang berat bisa menyebabkan skoliosis. Fakta: Tas berat bisa menyebabkan nyeri bahu dan punggung, tetapi bukan penyebab medis tulang belakang menjadi bengkok permanen.
  2. Mitos: Postur tubuh yang buruk saat duduk menyebabkan skoliosis. Fakta: Postur duduk yang buruk tidak mengubah struktur tulang, meski dapat memicu sakit punggung. Skoliosis adalah kelainan struktural bawaan atau genetik.

Studi Terkait Skoliosis

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi di tahun 2013 yang menjelaskan bahwa penggunaan bracing pada remaja dengan skoliosis idiopatik secara signifikan menurunkan risiko lengkungan berkembang ke tahap yang membutuhkan operasi bedah.

Studi observasional ini menjadi salah satu landasan medis terkuat yang membuktikan bahwa pemakaian penyangga tulang belakang secara disiplin selama masa growth spurt sangat efektif. Dari partisipan yang mematuhi pemakaian brace sesuai anjuran (lebih dari 13 jam sehari), persentase keberhasilan dalam mencegah operasi mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan konservatif.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Scoliosis – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Scoliosis: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2023. Musculoskeletal conditions.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2023. Mengenal Skoliosis dan Cara Penanganannya.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). Diakses pada 2023. Scoliosis in Children and Teens.

FAQ

1. Apakah kelainan tulang belakang yang membengkok kekanan atau kekiri disebut skoliosis bisa disembuhkan secara total?

Skoliosis tidak bisa disembuhkan sepenuhnya seperti penyakit infeksi. Namun, perkembangannya bisa dihentikan dan kelengkungannya bisa dikurangi melalui penggunaan brace atau operasi pembedahan, sehingga penderita bisa menjalani hidup dengan normal.

2. Apakah penderita skoliosis boleh melakukan olahraga berat seperti angkat beban?

Secara umum penderita skoliosis disarankan untuk berolahraga, tetapi angkat beban berat atau olahraga yang memberikan tekanan kompresi berlebih pada tulang belakang (seperti trampolin atau senam lantai ekstrem) sebaiknya dihindari atau dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ortopedi.

3. Kapan saya harus membawa anak ke dokter jika curiga ia mengalami skoliosis?

Jika kamu melihat salah satu bahu anak lebih tinggi, pinggul yang asimetris, atau anak sering mengeluh pegal pada punggungnya saat duduk atau berdiri lama, segera periksakan anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan Adam’s Forward Bend Test dan rontgen.

4. Apakah skoliosis hanya terjadi pada anak perempuan?

Tidak, skoliosis bisa terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan. Namun, data medis menunjukkan bahwa anak perempuan memiliki risiko jauh lebih tinggi (hingga 8 kali lipat) mengalami skoliosis dengan derajat kelengkungan parah yang membutuhkan tindakan medis dibandingkan anak laki-laki.