Ad Placeholder Image

Tumbuh Gigi Bayi Umur Berapa? Ini Rentang Normalnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Tumbuh Gigi Bayi Umur Berapa? Ini Tahapannya, Moms!

Tumbuh Gigi Bayi Umur Berapa? Ini Rentang NormalnyaTumbuh Gigi Bayi Umur Berapa? Ini Rentang Normalnya

DAFTAR ISI


Melihat senyum pertama Si Kecil adalah momen yang membahagiakan bagi setiap orang tua. Namun, seiring bertambahnya usia, senyum tersebut akan mulai dihiasi oleh munculnya gigi-gigi mungil. Proses tumbuh gigi atau teething merupakan salah satu tonggak perkembangan (milestone) yang sangat penting, namun sering kali disertai dengan drama tangisan dan rasa tidak nyaman pada bayi.

Banyak orang tua merasa khawatir ketika melihat bayinya mulai rewel, mengeluarkan air liur berlebih, atau sering memasukkan benda ke dalam mulut. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Kapan sebenarnya bayi mulai tumbuh gigi?” dan “Apakah gejala yang dialami anak saya normal?”. Memahami lini masa dan tanda-tanda ini sangat penting agar orang tua bisa memberikan penanganan yang tepat dan tetap tenang selama proses ini berlangsung.

Sebagai orang tua, kamu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk kenyamanan buah hati. Penting untuk mengetahui bahwa setiap bayi unik dan memiliki jadwal pertumbuhannya masing-masing. Meski demikian, ada rentang waktu umum yang bisa dijadikan acuan. Jika Si Kecil menunjukkan gejala yang sangat mengganggu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai kapan bayi tumbuh gigi dan bagaimana cara menghadapinya? Berikut ulasannya!

Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi

Proses tumbuh gigi biasanya dimulai beberapa minggu atau bulan sebelum gigi benar-benar muncul ke permukaan gusi. Tanda-tanda ini bisa bervariasi pada setiap anak, namun ada beberapa gejala klasik yang sering dilaporkan oleh orang tua:

  1. Air Liur Berlebih (Drooling): Tumbuh gigi merangsang produksi air liur. Hal ini sering menyebabkan baju bayi basah kuyup dan kadang-kadang memicu ruam di sekitar mulut atau dagu karena kelembapan yang terus-menerus.
  2. Sering Menggigit: Bayi akan mencoba menggigit apa saja, mulai dari mainan, jari mereka sendiri, hingga jari orang tua. Tekanan dari menggigit benda keras membantu meredakan rasa nyeri di bawah gusi.
  3. Gusi Bengkak dan Merah: Jika kamu melihat ke dalam mulut bayi, gusi di tempat gigi akan tumbuh mungkin terlihat menonjol, merah, atau meradang.
  4. Rewel dan Sulit Tidur: Rasa nyeri cenderung meningkat di malam hari saat tidak ada gangguan lain. Ini membuat bayi lebih sering terbangun dan sulit ditenangkan.
  5. Penurunan Nafsu Makan: Bayi mungkin ingin menyusu tetapi kemudian berhenti karena gerakan menghisap menyebabkan tekanan yang menyakitkan pada gusi mereka yang sensitif.
Tips Mengatasi Air Liur Berlebih
  1. Gunakan celemek (bib) yang lembut dan ganti secara berkala agar dada bayi tetap kering.
  2. Usap air liur di dagu dengan kain lembut secara perlahan, jangan digosok agar tidak iritasi.
  3. Oleskan pelembap bayi yang aman di sekitar area dagu jika muncul ruam ringan.

Urutan Pertumbuhan Gigi Bayi

Kapan bayi tumbuh gigi sebenarnya bisa dimulai sejak usia 3 bulan, namun rata-rata gigi pertama muncul antara usia 4 hingga 7 bulan. Ada juga bayi yang baru tumbuh gigi pertamanya di usia 1 tahun, dan ini sering kali masih dianggap normal selama perkembangan lainnya baik.

Berikut adalah urutan umum pertumbuhan gigi susu pada bayi:

  • Gigi Seri Bawah (Central Incisors): Biasanya muncul pertama kali di usia 6–10 bulan.
  • Gigi Seri Atas (Central Incisors): Muncul di usia 8–12 bulan.
  • Gigi Seri Samping (Lateral Incisors): Muncul di usia 9–13 bulan untuk atas dan 10–16 bulan untuk bawah.
  • Gigi Geraham Pertama (First Molars): Muncul di usia 13–19 bulan. Gigi ini lebih besar sehingga sering menyebabkan rasa tidak nyaman yang lebih hebat.
  • Gigi Taring (Canines/Cuspids): Muncul di usia 16–23 bulan untuk mengisi celah antara gigi seri dan geraham.
  • Gigi Geraham Kedua (Second Molars): Muncul terakhir di usia 23–33 bulan.

Pada usia 3 tahun, biasanya anak sudah memiliki set lengkap 20 gigi susu. Urutan ini bisa berbeda-beda, jadi jangan terlalu khawatir jika gigi samping muncul lebih dulu daripada gigi depan.

Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Saat Tumbuh Gigi

Saat bayi merasa sangat tidak nyaman, ada beberapa langkah rumahan yang aman untuk dilakukan:

1. Pijat Gusi Lembut

Gunakan jari yang sudah dicuci bersih atau kain kasa basah yang dingin untuk memijat gusi bayi. Tekanan lembut ini dapat membantu mengalihkan rasa nyeri.

2. Memberikan Teether Dingin

Berikan mainan gigit (teether) yang terbuat dari bahan aman. Dinginkan di dalam lemari es (bukan di freezer karena suhu yang terlalu beku justru bisa melukai gusi). Pastikan teether tidak mengandung cairan yang bisa bocor.

3. Makanan Dingin

Jika bayi sudah mulai makan MPASI, kamu bisa memberikan potongan buah dingin (seperti melon atau pepaya) dalam jaring makanan (fruit feeder) agar aman dari risiko tersedak.

Jika cara alami belum cukup membantu, kamu bisa mencari produk perawatan bayi atau obat pereda nyeri yang aman. Pastikan kamu mendapatkan produk 100% asli dan produk diantar ke rumah melalui layanan terpercaya.

Perawatan Gigi Pertama Si Kecil

Setelah gigi pertama muncul, perawatan mulut harus segera dimulai. Jangan menunggu sampai gigi tumbuh banyak untuk mengenalkan kebiasaan menyikat gigi.

  • Bersihkan Gusi: Sebelum gigi muncul, bersihkan gusi bayi dengan kain lembut setelah menyusu.
  • Sikat Gigi Pertama: Gunakan sikat gigi bayi dengan bulu yang sangat lembut dan kepala kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran butiran beras saja.
  • Hindari Gula: Batasi makanan dan minuman manis yang dapat merusak email gigi susu yang masih tipis.
  • Jangan Membawa Botol Susu ke Tempat Tidur: Cairan yang menggenang di mulut saat tidur (seperti susu atau jus) adalah penyebab utama karies gigi pada balita (nursing bottle caries).

Kapan Harus ke Dokter?

Tumbuh gigi memang bisa menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat (demam ringan), namun secara medis tidak pernah menyebabkan demam tinggi (di atas 38°C), diare berat, atau muntah-muntah. Jika gejala tersebut muncul, kemungkinan besar bayi sedang mengalami infeksi lain yang tidak berhubungan dengan tumbuh gigi.

Segera hubungi tenaga medis jika:

  1. Bayi mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun.
  2. Bayi menolak makan atau minum sama sekali sehingga berisiko dehidrasi.
  3. Muncul luka atau abses pada gusi.
  4. Bayi terus-menerus menangis histeris dan tidak bisa ditenangkan.

Studi Mengenai Tumbuh Gigi

Pediatrics Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa gejala tumbuh gigi paling sering muncul pada empat hari sebelum gigi menembus gusi, pada hari kemunculan, dan tiga hari setelahnya. Studi ini juga menegaskan bahwa tumbuh gigi tidak terkait erat dengan gejala sistemik yang parah seperti diare atau demam tinggi di atas 39 derajat Celsius.

Temuan ini sangat membantu para dokter dan orang tua untuk membedakan antara proses fisiologis normal tumbuh gigi dengan infeksi virus atau bakteri yang membutuhkan penanganan medis segera.

Memahami perjalanan pertumbuhan gigi bayi memang membutuhkan kesabaran ekstra. Tetaplah memberikan dukungan emosional dan kasih sayang kepada Si Kecil selama fase ini.

Jika kondisi Si Kecil tidak membaik atau kamu merasa khawatir dengan keterlambatan pertumbuhan giginya, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kamu bisa mendapatkan konsultasi profesional dengan dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Teething: Signs and Symptoms.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Baby teething: Tips for easing the pain.
NHS UK. Diakses pada 2026. Tips for helping your teething baby.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Teething: Stages, Symptoms and Remedies.
WebMD. Diakses pada 2026. Baby Teething Symptoms and Timeline.

FAQ

1. Apakah tumbuh gigi bisa menyebabkan demam?

Tumbuh gigi dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh yang ringan (low-grade fever), namun tidak sampai menyebabkan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Jika suhu bayi mencapai angka tersebut, segera periksakan ke dokter.

2. Bolehkah memberikan obat gel mati rasa pada gusi bayi?

Para ahli kesehatan saat ini tidak merekomendasikan penggunaan gel mati rasa (benzocaine) untuk bayi karena risiko efek samping yang serius dan kemungkinannya tertelan sebelum sempat bekerja. Gunakan metode dingin yang lebih aman.

3. Kapan kunjungan pertama ke dokter gigi dilakukan?

Sangat disarankan untuk membawa anak ke dokter gigi saat gigi pertamanya muncul atau paling lambat saat ia merayakan ulang tahun pertamanya.

4. Bagaimana jika bayi saya belum tumbuh gigi di usia 12 bulan?

Keterlambatan tumbuh gigi sering kali disebabkan oleh faktor genetik. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi atau dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah nutrisi atau kondisi medis mendasari.

Bingung Menghadapi Gejala Tumbuh Gigi Si Kecil? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait pertumbuhan gigi anak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.