Tummy Time: Yuk Kenali Latihan Tengkurap untuk Bayi

DAFTAR ISI
- Apa Itu Tummy Time?
- Manfaat Tummy Time untuk Tumbuh Kembang
- Kapan Bayi Boleh Mulai Tummy Time?
- Cara Melatih Tummy Time yang Aman
- Durasi Ideal Berdasarkan Usia Bayi
- Kapan Harus Khawatir?
- Studi Terkait
- FAQ
Sebagai orang tua baru, kamu mungkin sering mendengar istilah tummy time dari dokter anak atau sesama orang tua di komunitas kesehatan. Aktivitas ini bukan sekadar tren pengasuhan modern, melainkan salah satu tonggak awal yang sangat krusial dalam perkembangan motorik bayi. Memahami secara mendalam tentang apa itu tummy time akan membantumu mendukung si kecil mencapai perkembangan fisik yang optimal sejak dini.
Secara garis besar, tummy time adalah sesi di mana bayi diletakkan dalam posisi tengkurap di atas permukaan yang datar dan aman saat ia dalam keadaan terjaga sepenuhnya dan di bawah pengawasan ketat. Aktivitas ini sangat ditekankan oleh para ahli pediatrik di seluruh dunia, terutama sejak kampanye “Back to Sleep” dimulai untuk mencegah risiko SIDS (Sudah Infant Death Syndrome). Karena bayi kini lebih banyak menghabiskan waktu tidur dengan posisi telentang, mereka membutuhkan waktu khusus saat bangun untuk melatih otot-otot yang tidak terpakai saat telentang.
Konteks pentingnya tummy time terletak pada pencegahan kondisi medis tertentu dan percepatan kemampuan fisik. Tanpa stimulasi yang cukup dalam posisi tengkurap, bayi berisiko mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar, seperti terlambat berguling, duduk, atau merangkak. Selain itu, posisi telentang yang terus-menerus tanpa variasi dapat menyebabkan tekanan pada bagian belakang kepala bayi yang masih lunak, memicu kondisi yang dikenal sebagai plagiocephaly atau kepala peyang.
Nah, jika kamu ingin memastikan si kecil tumbuh dengan otot yang kuat dan koordinasi yang baik, penting untuk mengetahui langkah-langkah praktis dan manfaat medis di baliknya. Selain latihan fisik, kamu juga bisa mendukung kesehatan kulit dan nutrisi si kecil dengan beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk perawatan bayi yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah.
Apa Itu Tummy Time?
Tummy time adalah latihan fisik terencana yang dilakukan dengan memposisikan bayi di atas perutnya (tengkurap). Aktivitas ini dilakukan secara eksklusif saat bayi bangun dan waspada. Dalam dunia medis, posisi ini penting untuk melawan efek gravitasi pada otot leher dan punggung bayi. Saat bayi berada dalam posisi tengkurap, ia akan secara alami mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat sekeliling, yang secara bertahap memperkuat otot-otot besar di bagian belakang tubuhnya.
Manfaat Tummy Time untuk Tumbuh Kembang
Manfaat dari aktivitas ini sangat luas, mencakup aspek fisik, sensorik, hingga kognitif. Berikut adalah beberapa poin utama mengapa si kecil membutuhkan sesi tengkurap setiap hari:
- Penguatan Otot Inti (Core Muscles): Melatih otot leher, bahu, lengan, dan punggung yang nantinya diperlukan untuk aktivitas merangkak dan duduk tegak.
- Mencegah Kepala Peyang (Plagiocephaly): Mengurangi durasi tekanan pada tulang tengkorak bagian belakang bayi.
- Stimulasi Sensorik: Memberikan perspektif visual yang berbeda dibandingkan saat telentang, serta merangsang indra peraba saat kulit perut bersentuhan dengan berbagai tekstur alas.
- Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar: Bayi yang rutin berlatih cenderung lebih cepat mencapai milestone berguling dari perut ke punggung dan sebaliknya.
Tips Memulai Tummy Time yang Menyenangkan
- Lakukan setelah bayi bangun tidur atau ganti popok agar ia merasa segar.
- Gunakan mainan berwarna cerah atau cermin aman bayi di hadapannya untuk menarik perhatian.
- Turutlah berbaring di depan bayi agar ia bisa melihat wajahmu, karena wajah orang tua adalah stimulan terbaik bagi bayi.
Kapan Bayi Boleh Mulai Tummy Time?
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kamu bisa mulai memperkenalkan tummy time segera setelah bayi pulang dari rumah sakit setelah lahir. Untuk bayi baru lahir (newborn), durasinya mungkin hanya berkisar antara 1 hingga 2 menit per sesi, dilakukan 2-3 kali sehari. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot leher bayi, kamu bisa meningkatkan frekuensi dan durasinya secara bertahap.
Cara Melatih Tummy Time yang Aman
Keamanan adalah prioritas utama. Berikut adalah panduan teknis bagi orang tua:
1. Gunakan Permukaan yang Rata
Tempatkan bayi di atas matras bermain yang bersih atau lantai yang dialasi kain lembut. Pastikan area tersebut bebas dari benda tajam atau hewan peliharaan yang tidak terkendali.
2. Metode Dada-ke-Dada
Untuk bayi yang sangat muda, kamu bisa melakukan tummy time dengan memposisikan bayi di atas dadamu saat kamu sedang bersandar. Ini memberikan rasa aman karena bayi tetap merasakan detak jantung dan kehangatan kulitmu.
3. Gunakan Bantal Penyangga (Jika Diperlukan)
Jika bayi kesulitan mengangkat dada, kamu bisa meletakkan handuk kecil yang digulung atau bantal khusus menyusui (nursing pillow) di bawah ketiak dan dadanya untuk membantu memberikan sedikit ketinggian.
Durasi Ideal Berdasarkan Usia Bayi
- 0-1 Bulan: 2-5 menit per sesi, 2-3 kali sehari.
- 2-3 Bulan: Total 15-30 menit dalam satu hari (bisa dibagi dalam beberapa sesi).
- 4-6 Bulan: Bayi mungkin sudah bisa bertahan lebih lama dan mulai mencoba meraih mainan. Usahakan total 1 jam atau lebih dalam sehari.
Kapan Harus Khawatir?
Beberapa bayi mungkin akan menangis atau tampak sangat tidak nyaman saat pertama kali mencoba posisi ini. Hal ini normal karena otot mereka masih lemah. Namun, jika si kecil menunjukkan tanda-tanda berikut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis:
- Bayi sama sekali tidak bisa mengangkat kepalanya meski sudah berusia 3-4 bulan.
- Tubuh bayi terasa sangat kaku atau justru sangat lemas (floppy).
- Bayi hanya bisa menoleh ke satu sisi saja (potensi tortikolis).
Studi Mengenai Tummy Time
Pediatrics Journal menerbitkan studi sistematis yang menjelaskan bahwa tummy time berkorelasi positif dengan perkembangan motorik kasar dan pencegahan brachycephaly. Penelitian tersebut menekankan bahwa bayi yang mendapatkan durasi tengkurap yang cukup memiliki skor perkembangan yang lebih tinggi pada skala Bayley dibandingkan bayi yang kurang mendapatkan stimulasi serupa.
Selain itu, sebuah riset dari Early Childhood Education Journal menyoroti bahwa aktivitas ini juga berperan dalam koordinasi tangan-mata, karena bayi belajar untuk menyeimbangkan berat badan pada satu lengan sambil berusaha meraih objek dengan tangan lainnya.
Punya Keluhan Tumbuh Kembang Si Kecil atau Bingung Cara Melatihnya? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa khawatir karena si kecil tampak malas saat diajak latihan tengkurap atau ingin tahu lebih lanjut tentang tahap perkembangan lainnya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Back to Sleep, Tummy to Play.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Baby’s first year: How much tummy time is needed?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Tummy Time: How to Help Your Baby Get Comfortable.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Tummy Time for Your Baby.
Journal of Pediatrics. Diakses pada 2026. Systematic Review of Tummy Time and Child Health Outcomes.
FAQ
1. Apakah boleh melakukan tummy time setelah bayi menyusu?
Sebaiknya tunggu sekitar 20-30 menit setelah menyusu. Melakukan posisi tengkurap langsung setelah makan dapat menyebabkan bayi muntah atau gumoh karena tekanan pada perutnya.
2. Bagaimana jika bayi saya menangis saat tummy time?
Mulailah dengan durasi yang sangat singkat, misalnya 1 menit saja. Berikan hiburan seperti mainan bunyi atau ajak bicara agar ia merasa teralihkan. Jika ia tetap menangis histeris, angkat dan coba lagi nanti.
3. Sampai usia berapa bayi perlu melakukan tummy time?
Biasanya dilakukan hingga bayi sudah bisa berguling sendiri secara konsisten dan mulai bisa duduk tanpa bantuan (sekitar usia 6-7 bulan). Setelah itu, bayi akan lebih banyak aktif bergerak sendiri.
4. Bolehkah bayi tidur tengkurap?
Tidak. Bayi harus selalu tidur dalam posisi telentang untuk mencegah SIDS. Tummy time hanya dilakukan saat bayi bangun dan dalam pengawasan orang dewasa.



