Ad Placeholder Image

Tumor Axilla: Pahami Benjolan Ketiak, Kapan Harus Cek?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Tumor Axilla: Benjolan Ketiak, Jinak Atau Ganas?

Tumor Axilla: Pahami Benjolan Ketiak, Kapan Harus Cek?Tumor Axilla: Pahami Benjolan Ketiak, Kapan Harus Cek?

Apa Itu Tumor Axilla (Benjolan di Ketiak)?

Tumor axilla atau benjolan di ketiak adalah massa abnormal yang muncul di area ketiak. Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran karena dapat menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan, mulai dari yang jinak hingga yang lebih serius seperti kanker. Benjolan ini bisa muncul pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin.

Benjolan di ketiak dapat bervariasi dalam ukuran, tekstur, dan gejala penyerta. Penting untuk memahami bahwa tidak semua tumor axilla bersifat ganas. Banyak kasus disebabkan oleh faktor-faktor non-kanker yang relatif mudah diobati. Namun, diagnosis yang tepat oleh tenaga medis profesional sangat krusial untuk menentukan penyebab pasti dan penanganan yang sesuai.

Ciri-ciri Tumor Axilla yang Perlu Diperhatikan

Mengenali ciri-ciri benjolan di ketiak dapat membantu seseorang untuk lebih cepat mencari pertolongan medis. Karakteristik tumor axilla bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Beberapa ciri umum yang sering ditemukan termasuk:

  • Ukuran benjolan, apakah kecil atau sudah membesar.
  • Konsistensi benjolan, bisa terasa lunak saat disentuh (seringkali pada infeksi atau kista) atau keras (lebih mungkin pada kondisi kanker).
  • Nyeri, benjolan mungkin terasa sakit atau tidak sakit sama sekali.
  • Mobilitas, benjolan bisa bergerak bebas saat disentuh atau melekat pada jaringan sekitarnya.
  • Perubahan warna kulit di sekitar benjolan.
  • Adanya luka atau ruam di area ketiak.

Penyebab Umum Tumor Axilla

Tumor axilla memiliki beragam penyebab yang mendasarinya. Kebanyakan benjolan di ketiak berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening, yang dikenal sebagai limfadenopati. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berperan melawan infeksi.

Infeksi dan Peradangan

Penyebab paling umum dari tumor axilla jinak adalah infeksi atau peradangan. Kondisi ini membuat kelenjar getah bening membengkak sebagai respons alami tubuh terhadap agen penyebab penyakit. Contoh infeksi yang bisa menyebabkan benjolan di ketiak meliputi:

  • Reaksi alergi atau iritasi kulit.
  • Infeksi bakteri seperti bisul (furunkel) atau abses.
  • Infeksi virus seperti mononukleosis atau campak.
  • Infeksi jamur.
  • Vaksinasi tertentu, terutama yang diberikan di lengan.

Kista dan Lipoma

Selain infeksi, benjolan di ketiak juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan jaringan non-kanker seperti kista dan lipoma. Kista adalah kantung berisi cairan atau material lain yang tumbuh di bawah kulit. Sementara itu, lipoma adalah tumor lemak jinak yang terasa lunak, kenyal, dan mudah digerakkan di bawah kulit. Keduanya umumnya tidak berbahaya, namun bisa membesar dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri, juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Contohnya termasuk lupus eritematosus sistemik dan rheumatoid arthritis.

Kanker

Kasus tumor axilla yang paling dikhawatirkan adalah yang disebabkan oleh kanker. Benjolan ini bisa merupakan metastasis, yaitu penyebaran sel kanker dari lokasi primer lain. Kanker payudara adalah penyebab paling umum dari metastasis ke kelenjar getah bening di ketiak. Selain itu, tumor axilla juga bisa menjadi tanda:

  • Kanker jaringan lunak (sarkoma).
  • Kanker payudara aksesori (jaringan payudara tambahan di ketiak).
  • Limfoma, yaitu kanker yang berasal dari sistem limfatik itu sendiri.
  • Leukemia.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meskipun banyak benjolan di ketiak bersifat jinak, penting untuk selalu memeriksakan diri ke dokter jika menemukan adanya massa di area tersebut. Konsultasi medis sangat dianjurkan terutama jika benjolan:

  • Membesar dengan cepat dalam waktu singkat.
  • Terasa keras, padat, dan tidak mudah digerakkan.
  • Memiliki bentuk yang tidak beraturan.
  • Disertai dengan nyeri atau ketidaknyamanan yang persisten.
  • Disertai gejala lain seperti demam, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau kelelahan.

Diagnosis dan Penanganan Tumor Axilla

Diagnosis tumor axilla dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba benjolan untuk mengevaluasi ukuran, tekstur, mobilitas, dan adanya nyeri. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti:

  • Ultrasonografi (USG) untuk melihat gambaran benjolan lebih detail.
  • Mammografi atau MRI untuk mengevaluasi jaringan payudara dan sekitarnya.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dari benjolan untuk dianalisis di laboratorium. Biopsi adalah cara paling akurat untuk menentukan apakah benjolan bersifat jinak atau ganas.

Penanganan tumor axilla akan sangat bergantung pada hasil diagnosis. Untuk benjolan akibat infeksi, dokter mungkin meresepkan antibiotik atau anti-inflamasi. Kista atau lipoma yang tidak menimbulkan gejala biasanya tidak memerlukan penanganan khusus, tetapi dapat diangkat melalui prosedur bedah jika menyebabkan keluhan. Jika benjolan didiagnosis sebagai kanker, rencana pengobatan akan disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker, yang bisa meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, atau terapi target.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Munculnya tumor axilla atau benjolan di ketiak tidak boleh dianggap remeh. Deteksi dini dan diagnosis yang akurat adalah kunci untuk penanganan yang efektif, terutama jika benjolan tersebut memiliki potensi keganasan. Jangan menunda untuk mencari bantuan profesional medis jika menemukan benjolan di ketiak atau mengalami gejala yang mencurigakan.

Melakukan konsultasi dengan dokter spesialis secara teratur dapat membantu dalam memantau kesehatan dan mendapatkan informasi yang tepat mengenai kondisi yang dialami. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin memeriksakan diri, segera buat janji temu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini menyediakan akses mudah ke tenaga medis profesional yang terpercaya.