Ad Placeholder Image

Tumor Payudara: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Tumor payudara adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang bisa jinak atau ganas.

Tumor Payudara: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasinyaTumor Payudara: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Tumor payudara merupakan kondisi munculnya benjolan atau pertumbuhan massa abnormal pada jaringan payudara. Mendengar kata “tumor” sering kali memicu kekhawatiran besar, namun penting untuk dipahami bahwa tidak semua tumor bersifat kanker atau ganas. Faktanya, sebagian besar benjolan yang ditemukan pada payudara bersifat jinak (non-kanker) dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Meskipun sebagian besar bersifat jinak, setiap perubahan pada payudara memerlukan perhatian medis segera. Penanganan yang cepat dan diagnosis yang akurat adalah kunci untuk memastikan apakah benjolan tersebut memerlukan tindakan bedah, pemantauan rutin, atau terapi lainnya. Ketidaktahuan sering kali membuat seseorang menunda pemeriksaan, padahal deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa, terutama jika tumor tersebut mengarah pada keganasan.

Sebagai langkah awal pencegahan dan deteksi dini, kamu sangat disarankan untuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin setiap bulan. Jika kamu menemukan adanya perubahan tekstur, warna kulit, atau benjolan yang terasa asing, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya? Mari simak ulasan lengkap mengenai tumor payudara berikut ini!

Apa itu Tumor Payudara?

Tumor payudara adalah massa atau kelompok sel yang tumbuh secara tidak terkendali di dalam jaringan payudara. Payudara sendiri terdiri dari kelenjar penghasil susu (lobulus), saluran susu (duktus), serta jaringan lemak dan ikat. Tumor dapat terbentuk di bagian mana pun dari jaringan ini.

Dalam dunia medis, tumor dibedakan menjadi dua kategori utama:

  • Tumor Jinak (Benign): Tumor yang tumbuh lambat, tidak menyerang jaringan di sekitarnya, dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Biasanya tidak mengancam nyawa tetapi bisa menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan.
  • Tumor Ganas (Malignant): Inilah yang disebut sebagai kanker payudara. Sel-selnya membelah dengan sangat cepat, merusak jaringan sehat di sekitarnya, dan dapat bermetastasis (menyebar) melalui aliran darah atau sistem limfatik.

Jenis-Jenis Tumor Payudara Jinak

Memahami jenis benjolan dapat membantu mengurangi kecemasan. Berikut adalah beberapa jenis tumor jinak yang paling umum ditemukan:

1. Fibroadenoma Mammae (FAM)

FAM adalah tumor jinak yang paling sering terjadi pada wanita muda berusia 15-35 tahun. Benjolan ini terasa bulat, padat, kenyal, dan mudah digerakkan saat diraba. Biasanya FAM tidak menimbulkan rasa sakit dan dipengaruhi oleh fluktuasi hormon estrogen.

2. Kista Payudara

Kista adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Berbeda dengan FAM yang padat, kista terasa lebih lunak seperti balon berisi air. Kista sering kali membesar dan menjadi nyeri tepat sebelum masa menstruasi dimulai.

3. Papiloma Intraduktal

Ini adalah pertumbuhan kecil menyerupai kutil yang tumbuh di dalam saluran susu dekat puting. Gejala yang sering muncul adalah keluarnya cairan (bening atau berdarah) dari puting payudara.

4. Nekrosis Lemak

Kondisi ini terjadi ketika jaringan lemak di payudara mengalami trauma atau cedera (misalnya benturan keras). Jaringan lemak yang rusak akan membentuk benjolan padat yang terkadang terasa nyeri.

Pentingnya Deteksi Dini
  1. Lakukan SADARI setiap 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi.
  2. Perhatikan adanya kerutan atau perubahan tekstur kulit seperti kulit jeruk (peau d’orange).
  3. Jangan menunda pemeriksaan jika benjolan terasa keras dan menetap.

Gejala dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua tumor payudara memberikan sensasi nyeri. Justru, banyak kasus kanker payudara stadium awal tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Berikut adalah gejala yang harus segera diperiksakan:

  • Adanya benjolan yang terasa keras dan memiliki tepi yang tidak beraturan.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara yang signifikan secara tiba-tiba.
  • Puting payudara tertarik ke dalam (retraksi puting).
  • Keluarnya cairan dari puting selain ASI (terutama jika berdarah).
  • Penebalan kulit payudara atau adanya area yang memerah dan bersisik.
  • Adanya benjolan atau pembengkakan di area ketiak.

Faktor Risiko Tumor Payudara

Meskipun penyebab pasti tumor payudara belum diketahui secara mutlak, beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya:

  • Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan kanker payudara (mutasi gen BRCA1 atau BRCA2).
  • Hormonal: Paparan estrogen yang lama, seperti mulai menstruasi terlalu dini (di bawah 12 tahun) atau menopause yang terlambat.
  • Gaya Hidup: Konsumsi alkohol berlebih, merokok, dan obesitas setelah menopause.
  • Paparan Radiasi: Pernah menjalani pengobatan radioterapi di area dada pada usia muda.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Tumor Payudara?

Ketika kamu berkonsultasi, dokter akan melakukan serangkaian langkah diagnostik untuk memastikan jenis massa tersebut:

1. Pemeriksaan Fisik (Sadanis)

Dokter akan meraba payudara dan kelenjar getah bening di ketiak untuk menilai ukuran dan tekstur benjolan.

2. Mammografi dan USG Payudara

Mammografi (Rontgen payudara) biasanya disarankan untuk wanita di atas 40 tahun, sedangkan USG lebih efektif untuk wanita muda dengan jaringan payudara yang lebih padat.

3. Biopsi

Ini adalah prosedur pengambilan sampel jaringan menggunakan jarum halus (Fine Needle Aspiration) atau bedah kecil. Sampel tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli patologi untuk memastikan apakah sel tersebut jinak atau ganas.

Cara Mengatasi dan Penanganan Medis

Penanganan tumor sangat bergantung pada jenisnya. Untuk tumor jinak seperti kista yang kecil, dokter mungkin hanya akan melakukan observasi berkala. Namun, jika tumor menyebabkan nyeri hebat atau terus membesar, tindakan operasi pengangkatan massa (lumpektomi) mungkin diperlukan.

Sedangkan untuk tumor ganas (kanker), protokol pengobatan biasanya melibatkan kombinasi operasi, kemoterapi, radioterapi, atau terapi hormon. Selama masa pemulihan atau sebagai langkah preventif umum, menjaga daya tahan tubuh sangatlah penting. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk kebutuhan vitamin atau suplemen yang mendukung imunitas tubuh.

Studi Mengenai Tumor Payudara

The Lancet Oncology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa deteksi dini melalui skrining mammografi secara rutin dapat menurunkan angka kematian akibat kanker payudara hingga 20% pada kelompok usia risiko tinggi.

Studi ini menekankan bahwa kesadaran akan perubahan pada payudara sendiri (SADARI) yang dikombinasikan dengan kemajuan teknologi pencitraan medis sangat krusial dalam menentukan keberhasilan terapi jangka panjang bagi pasien.

Penting untuk diingat bahwa menemukan benjolan bukan berarti akhir dari segalanya. Sebagian besar kasus dapat ditangani dengan baik jika ditemukan lebih awal. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kamu untuk mendapatkan bantuan medis.

Selain melakukan SADARI, pastikan kamu menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga. Jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa, segera hubungi ahlinya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait benjolan di payudara atau masalah kesehatan lainnya, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breast Lumps: Early evaluation is key.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Benign Breast Lumps and Conditions.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Breast Cancer: Early diagnosis and screening.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan SADARI dan SADANIS untuk Deteksi Dini.

FAQ

1. Apakah semua benjolan payudara adalah kanker?

Tidak. Sekitar 80% hingga 85% benjolan payudara bersifat jinak atau non-kanker, terutama pada wanita di bawah usia 40 tahun.

2. Apakah FAM bisa berubah menjadi kanker?

Secara umum, Fibroadenoma Mammae (FAM) sederhana tidak meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan, namun tetap memerlukan pemantauan medis secara berkala.

3. Kapan waktu terbaik untuk melakukan SADARI?

Waktu terbaik adalah sekitar 7 sampai 10 hari setelah hari pertama menstruasi, saat jaringan payudara tidak lagi kencang atau bengkak akibat hormon.

4. Apakah pria bisa terkena tumor payudara?

Ya, meskipun jarang, pria memiliki jaringan payudara dan dapat mengembangkan tumor payudara, baik yang jinak maupun yang ganas (kanker payudara pria).