Ad Placeholder Image

Turner: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Turner: Gejala, Penyebab & Cara Mengatasi

Turner: Gejala, Penyebab dan Cara MengatasiTurner: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Sindrom Turner: Kelainan Genetik pada Wanita yang Perlu Diketahui

Sindrom Turner adalah kelainan genetik yang memengaruhi perkembangan wanita. Kondisi ini terjadi akibat hilangnya sebagian atau seluruh kromosom X. Mari pelajari lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan penanganannya.

Definisi Sindrom Turner

Sindrom Turner adalah kondisi genetik langka yang hanya terjadi pada wanita. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kelainan pada kromosom X, di mana seorang wanita kehilangan satu kromosom X atau memiliki kromosom X yang tidak lengkap. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 2.500 bayi perempuan yang lahir.

Gejala Sindrom Turner

Gejala Sindrom Turner bervariasi pada setiap individu. Beberapa wanita mungkin memiliki gejala ringan, sementara yang lain mengalami gejala yang lebih parah. Berikut beberapa gejala umum yang terkait dengan Sindrom Turner:

  • Tubuh pendek: Pertumbuhan yang lambat dan perawakan pendek adalah ciri khas sindrom ini.
  • Gagal pubertas: Ovarium tidak berkembang dengan baik, menyebabkan kurangnya perkembangan seksual dan infertilitas.
  • Leher lebar: Adanya lipatan kulit yang lebar di leher.
  • Garis rambut rendah di bagian belakang kepala.
  • Telinga rendah.
  • Jari tangan dan kaki pendek dan lebar.
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki, terutama saat lahir.
  • Masalah jantung: Beberapa wanita dengan Sindrom Turner memiliki kelainan jantung bawaan.
  • Masalah ginjal.
  • Tekanan darah tinggi.

Penyebab Sindrom Turner

Sindrom Turner bukan penyakit keturunan. Kondisi ini terjadi akibat kesalahan acak selama pembentukan sel telur atau sperma. Pada sebagian besar kasus, seorang wanita dengan Sindrom Turner memiliki satu kromosom X yang normal dan satu kromosom X yang hilang atau abnormal. Hilangnya atau perubahan kromosom X ini menyebabkan masalah pada perkembangan dan fungsi tubuh wanita.

Diagnosis Sindrom Turner

Diagnosis Sindrom Turner dapat dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kelahiran melalui pemeriksaan prenatal seperti amniocentesis atau chorionic villus sampling. Setelah kelahiran, diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan analisis kromosom (kariotipe).

Pengobatan Sindrom Turner

Tidak ada obat untuk Sindrom Turner, tetapi ada beberapa perawatan yang dapat membantu mengatasi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa perawatan yang umum dilakukan meliputi:

  • Terapi hormon pertumbuhan: Untuk meningkatkan tinggi badan.
  • Terapi penggantian estrogen: Untuk memicu pubertas dan menjaga kesehatan tulang.
  • Pemantauan dan penanganan masalah jantung dan ginjal.
  • Dukungan psikologis: Untuk membantu wanita dengan Sindrom Turner mengatasi masalah emosional dan sosial.

Komplikasi Sindrom Turner

Sindrom Turner dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk:

  • Infertilitas.
  • Masalah jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Osteoporosis.
  • Masalah pendengaran.
  • Masalah penglihatan.
  • Diabetes.
  • Hipotiroidisme.

Pencegahan Sindrom Turner

Karena Sindrom Turner disebabkan oleh kesalahan acak dalam pembentukan sel telur atau sperma, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup wanita dengan Sindrom Turner.

Kualitas Hidup dengan Sindrom Turner

Dengan diagnosis dini dan penanganan yang komprehensif, wanita dengan Sindrom Turner dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Penting untuk mendapatkan dukungan medis dan psikologis yang tepat untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala Sindrom Turner, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang tepat.