Ad Placeholder Image

TURP Prostat: Atasi Sumbatan, Pipis Jadi Plong

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Kencing Lancar Lagi dengan TURP Prostat, Ini Rahasianya!

TURP Prostat: Atasi Sumbatan, Pipis Jadi PlongTURP Prostat: Atasi Sumbatan, Pipis Jadi Plong

Mengenal TURP Prostat: Solusi Efektif Pembesaran Prostat Jinak

Prosedur Transurethral Resection of the Prostate (TURP) adalah tindakan bedah minimal invasif yang menjadi standar emas untuk mengatasi masalah pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Kondisi ini kerap menyebabkan sumbatan aliran urine dan mengganggu kualitas hidup.

TURP prostat dirancang untuk melancarkan kembali buang air kecil dengan membuang jaringan prostat berlebih yang menghalangi saluran kemih. Prosedur ini tidak memerlukan sayatan eksternal, menjadikannya pilihan yang sering direkomendasikan dokter.

Apa Itu TURP Prostat?

TURP, atau Reseksi Transurethral Prostat, merupakan prosedur operasi yang bertujuan mengatasi pembesaran prostat jinak (BPH). Prosedur ini melibatkan pemotongan sebagian jaringan prostat yang membesar untuk mengurangi tekanan pada uretra (saluran kemih) dan memulihkan aliran urine.

Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan alat khusus yang disebut resektoskop melalui uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Karena tidak ada sayatan pada kulit, TURP dianggap sebagai prosedur minimal invasif yang sangat efektif.

Gejala Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Pembesaran prostat jinak seringkali menimbulkan gejala yang berkaitan dengan gangguan berkemih. Gejala ini umumnya memburuk seiring bertambahnya usia.

Beberapa gejala umum BPH meliputi:

  • Kesulitan memulai buang air kecil (hesitancy).
  • Aliran urine lemah atau terputus-putus.
  • Perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil.
  • Perlu buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari (nokturia).
  • Dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil (urgensi).
  • Mengedan saat buang air kecil.

Penyebab Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Penyebab pasti pembesaran prostat jinak belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini berkaitan erat dengan perubahan hormon seiring bertambahnya usia pria. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra.

Dengan bertambahnya usia, sel-sel di dalam kelenjar prostat dapat mulai berkembang biak secara berlebihan. Pertumbuhan sel inilah yang menyebabkan prostat membesar dan menekan uretra, menimbulkan gejala gangguan saluran kemih.

Kapan TURP Prostat Direkomendasikan?

Dokter biasanya merekomendasikan prosedur TURP prostat ketika pengobatan lain, seperti perubahan gaya hidup atau obat-obatan, tidak berhasil mengatasi gejala BPH secara efektif. Prosedur ini juga dipertimbangkan jika BPH menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi tersebut antara lain infeksi saluran kemih berulang, batu kandung kemih, kerusakan ginjal, atau ketidakmampuan untuk buang air kecil sama sekali (retensi urine akut). Keputusan untuk menjalani TURP akan didasarkan pada evaluasi menyeluruh oleh dokter.

Bagaimana Prosedur TURP Prostat Dilakukan?

Prosedur TURP biasanya dilakukan di bawah anestesi umum atau spinal. Dokter akan memasukkan resektoskop, sebuah instrumen tipis seperti teleskop dengan sumber cahaya dan kamera, melalui uretra hingga mencapai prostat.

Resektoskop dilengkapi dengan alat pemotong listrik yang kecil. Dengan alat ini, dokter akan memotong dan mengangkat jaringan prostat yang menyumbat secara perlahan, potong demi potong. Serpihan jaringan prostat yang telah dipotong kemudian akan dibilas keluar dari kandung kemih.

Seluruh proses dilakukan tanpa sayatan eksternal, sehingga mengurangi waktu pemulihan. Tujuannya adalah menciptakan saluran yang lebih lebar bagi urine untuk mengalir dengan lancar.

Manfaat TURP Prostat

Sebagai standar emas dalam penanganan BPH, TURP menawarkan beberapa manfaat signifikan. Manfaat utamanya adalah meredakan gejala sumbatan saluran kemih secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup.

Setelah prosedur, sebagian besar pasien merasakan perbaikan yang signifikan pada aliran urine, penurunan frekuensi buang air kecil, dan hilangnya perasaan tidak tuntas. Efek positif ini dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama.

Persiapan Sebelum TURP Prostat

Sebelum menjalani prosedur TURP, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Ini termasuk tes darah, tes urine, dan evaluasi kondisi jantung.

Dokter akan memberikan instruksi khusus, seperti menghentikan konsumsi obat pengencer darah beberapa hari sebelumnya. Diskusi mendalam mengenai riwayat kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi sangat penting untuk memastikan keamanan prosedur.

Pemulihan Setelah TURP Prostat

Setelah TURP, pasien biasanya perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa hari. Kateter urine akan dipasang sementara untuk membantu mengalirkan urine dan membilas kandung kemih dari sisa-sisa darah atau gumpalan.

Pasien mungkin merasakan sensasi tidak nyaman saat buang air kecil dan melihat sedikit darah dalam urine selama beberapa waktu. Penting untuk banyak minum air putih, menghindari aktivitas fisik berat, dan mengikuti semua instruksi dokter untuk mempercepat pemulihan.

Potensi Risiko dan Komplikasi TURP Prostat

Seperti prosedur bedah lainnya, TURP prostat memiliki potensi risiko dan komplikasi. Meskipun jarang, beberapa di antaranya termasuk perdarahan, infeksi, atau masalah dengan ereksi.

Risiko lain yang mungkin terjadi adalah ejakulasi retrograde, di mana sperma saat ejakulasi masuk kembali ke kandung kemih. Dokter akan menjelaskan semua potensi risiko secara detail sebelum prosedur.

Pencegahan Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah BPH, menjaga gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan prostat secara umum. Konsumsi makanan seimbang, kaya buah dan sayuran, dapat memberikan manfaat.

Selain itu, rajin berolahraga dan menjaga berat badan ideal juga direkomendasikan. Pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi pria di atas usia 50 tahun, penting untuk deteksi dini masalah prostat.

Kesimpulan

TURP prostat adalah prosedur yang efektif dan menjadi pilihan utama untuk mengatasi gejala pembesaran prostat jinak yang mengganggu. Dengan memahami prosedur ini, diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi pria yang menghadapi masalah BPH.

Jika mengalami gejala gangguan saluran kemih, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.