Ad Placeholder Image

Ulkus Mole: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Ulkus Mole: Waspada Luka Kelamin Menular Berbahaya

Ulkus Mole: Gejala, Penyebab, dan Cara MengatasinyaUlkus Mole: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ulkus mole adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Kondisi ini ditandai dengan luka terbuka yang nyeri dan mengeluarkan nanah di area kelamin. Infeksi ini sangat menular, dapat meningkatkan risiko penularan HIV, namun dapat disembuhkan dengan antibiotik jika ditangani tepat waktu.

Definisi Ulkus Mole Adalah

Ulkus mole, dikenal juga dengan sebutan chancroid, merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS). Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Karakteristik utama ulkus mole adalah kemunculan luka atau ulkus yang sangat nyeri pada area kelamin, yang sering kali disertai dengan keluarnya nanah.

Infeksi ini dimulai dari benjolan kecil yang kemudian berkembang menjadi luka terbuka. Ulkus mole memiliki tingkat penularan yang tinggi. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi virus HIV.

Gejala Ulkus Mole

Gejala ulkus mole biasanya muncul beberapa hari setelah terpapar bakteri. Berikut adalah tanda-tanda yang umum terjadi:

  • Awalnya muncul benjolan kecil berwarna merah di area kelamin, anus, paha bagian dalam, atau mulut.
  • Benjolan tersebut kemudian berkembang menjadi luka terbuka atau ulkus yang sangat nyeri.
  • Luka ulkus umumnya memiliki tepi tidak rata dan dasar yang lunak, seringkali tertutup lapisan abu-abu atau kekuningan.
  • Luka dapat mengeluarkan nanah atau cairan yang berbau tidak sedap.
  • Pada sebagian kasus, kelenjar getah bening di selangkangan bisa membengkak dan terasa nyeri.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang parah dapat membentuk abses (kumpulan nanah) yang bisa pecah.

Penyebab Ulkus Mole

Penyebab utama ulkus mole adalah bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri ini menular melalui kontak langsung dengan luka ulkus yang terinfeksi. Penularan paling sering terjadi melalui aktivitas seksual yang tidak aman, seperti hubungan intim vaginal, anal, atau oral tanpa penggunaan kondom.

Meskipun demikian, penularan juga bisa terjadi melalui kontak kulit-ke-kulit biasa jika ada luka terbuka yang memungkinkan bakteri masuk. Risiko penularan meningkat signifikan ketika seseorang memiliki lebih dari satu pasangan seksual atau tidak menjaga kebersihan diri dengan baik.

Faktor Risiko Ulkus Mole

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi ulkus mole, antara lain:

  • Perilaku Seksual Berisiko: Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan atau tanpa kondom.
  • Kebersihan Diri yang Buruk: Kurangnya menjaga kebersihan area kelamin dapat mempermudah infeksi.
  • Tinggal di Daerah Endemik: Ulkus mole lebih sering ditemukan di negara berkembang dengan sanitasi dan akses kesehatan yang terbatas.
  • Memiliki IMS Lain: Keberadaan IMS lain dapat merusak integritas kulit dan meningkatkan risiko penularan.
  • Pekerja Seks Komersial: Individu yang terlibat dalam industri seks memiliki risiko penularan yang lebih tinggi.

Diagnosis Ulkus Mole

Diagnosis ulkus mole biasanya diawali dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan memeriksa luka ulkus dan kelenjar getah bening di selangkangan. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat mengambil sampel cairan atau jaringan dari luka.

Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Haemophilus ducreyi. Penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh karena gejala ulkus mole dapat mirip dengan IMS lain, seperti herpes genital atau sifilis.

Pengobatan Ulkus Mole

Ulkus mole dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan antibiotik. Jenis antibiotik dan durasi pengobatan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien.

Penting untuk mengikuti seluruh instruksi pengobatan yang diberikan. Menghentikan pengobatan terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kambuh atau menjadi resisten terhadap antibiotik. Selama masa pengobatan, disarankan untuk menghindari aktivitas seksual hingga luka benar-benar sembuh. Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati jika terinfeksi.

Pencegahan Ulkus Mole

Pencegahan ulkus mole melibatkan beberapa langkah penting untuk mengurangi risiko penularan IMS. Langkah-langkah ini juga efektif untuk mencegah IMS lainnya:

  • Praktik Seks Aman: Selalu gunakan kondom secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan seksual.
  • Hindari Berganti-ganti Pasangan: Batasi jumlah pasangan seksual untuk mengurangi risiko terpapar.
  • Jaga Kebersihan Diri: Bersihkan area kelamin secara teratur, terutama sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Lakukan skrining IMS secara berkala, terutama jika memiliki riwayat perilaku seksual berisiko.
  • Hindari Kontak dengan Luka: Jauhi kontak fisik langsung dengan luka atau ruam yang mencurigakan di area kelamin.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Jika mengalami gejala yang menyerupai ulkus mole atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan seksual, segera konsultasikan dengan profesional medis. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan penyebaran infeksi.

Melalui Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana pengobatan yang tepat. Manfaatkan fitur chat, video call, atau kunjungan langsung ke klinik terdekat yang bermitra dengan Halodoc. Kesehatan seksual adalah bagian integral dari kesehatan keseluruhan yang tidak boleh diabaikan.