Ad Placeholder Image

Unik! Polycoria Eye: Ketika Satu Mata Punya Dua Pupil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Polycoria Eye: Kenapa Mata Punya Lebih dari Satu Pupil?

Unik! Polycoria Eye: Ketika Satu Mata Punya Dua PupilUnik! Polycoria Eye: Ketika Satu Mata Punya Dua Pupil

Menguak Kondisi Mata Langka: Polycoria Eye

Polycoria eye merupakan kondisi mata langka yang ditandai dengan adanya lebih dari satu pupil pada satu mata. Kelainan ini dapat memengaruhi penglihatan secara signifikan, terutama pada jenis tertentu. Pemahaman mengenai polycoria penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kondisi ini sering kali sudah ada sejak lahir dan memerlukan perhatian medis. Meskipun jarang, polycoria dapat menimbulkan berbagai gejala visual yang mengganggu.

Apa Itu Polycoria Eye?

Polycoria adalah kondisi mata yang sangat jarang, di mana satu mata memiliki lebih dari satu lubang pupil. Lubang pupil ini bisa berupa pupil sejati yang berfungsi atau hanya lubang di iris yang menyerupai pupil. Kondisi ini biasanya hadir sejak lahir.

Pupil berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Dengan adanya lebih dari satu pupil, fungsi ini bisa terganggu. Deteksi dini dan pemahaman jenis polycoria sangat penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.

Jenis Polycoria

Secara umum, polycoria terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu polycoria sejati (true polycoria) dan polycoria palsu (false polycoria). Perbedaan antara keduanya terletak pada fungsi dan struktur pupil tambahan tersebut.

  • True Polycoria (Polycoria Sejati)

    Jenis ini menampilkan dua atau lebih pupil yang berbeda dan fungsional dalam satu mata. Setiap pupil memiliki otot sfingter sendiri. Otot sfingter adalah otot melingkar yang memungkinkan pupil untuk mengerut (mengecil) dan melebar secara mandiri. Ini berarti setiap pupil sejati dapat merespons cahaya dan berubah ukuran secara terpisah. Polycoria sejati secara signifikan dapat memengaruhi penglihatan, menyebabkan pandangan kabur, silau, dan sensitivitas terhadap cahaya.

  • False Polycoria (Polycoria Palsu)

    Pada kondisi ini, terdapat lubang-lubang di iris yang hanya terlihat seperti pupil tambahan, namun tidak memiliki otot sfingter yang berfungsi. Lubang-lubang ini tidak dapat mengerut atau melebar seperti pupil normal. Polycoria palsu seringkali tidak menimbulkan masalah penglihatan dan mungkin hanya berupa variasi anatomi iris.

Gejala Polycoria Eye

Gejala polycoria sangat bervariasi tergantung pada jenisnya, terutama pada polycoria sejati. Polycoria sejati dapat secara signifikan memengaruhi kualitas penglihatan.

Beberapa gejala umum yang mungkin dialami antara lain:

  • Penglihatan Kabur: Cahaya yang masuk melalui banyak pupil dapat membingungkan otak dan menyebabkan gambaran menjadi tidak fokus.
  • Silau (Glare): Peningkatan jumlah cahaya yang masuk ke mata melalui pupil-pupil tambahan dapat menyebabkan sensasi silau yang mengganggu, terutama di lingkungan terang.
  • Sensitivitas Terhadap Cahaya (Fotofobia): Mata bisa menjadi sangat peka terhadap cahaya terang.
  • Diplopia (Penglihatan Ganda): Dalam beberapa kasus, penglihatan ganda dapat terjadi karena otak kesulitan memproses banyak input visual.

Sementara itu, individu dengan polycoria palsu seringkali tidak mengalami gejala penglihatan yang berarti. Kondisi ini mungkin hanya terdeteksi saat pemeriksaan mata rutin.

Penyebab Polycoria

Polycoria sebagian besar merupakan kondisi kongenital, yang berarti sudah ada sejak lahir. Penyebab pastinya tidak selalu jelas, tetapi seringkali dikaitkan dengan masalah perkembangan mata selama fase embrio.

Kondisi ini juga bisa menjadi bagian dari sindrom genetik yang lebih luas, seperti sindrom Axenfeld-Rieger. Sindrom Axenfeld-Rieger adalah kelainan genetik yang memengaruhi perkembangan mata dan area tubuh lainnya. Konsultasi dengan dokter mata penting untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab dan kondisi terkait.

Diagnosis Polycoria

Diagnosis polycoria dilakukan melalui pemeriksaan mata komprehensif oleh dokter mata. Dokter akan melakukan inspeksi visual pada iris dan pupil untuk mengidentifikasi keberadaan pupil tambahan. Penggunaan slit lamp, sebuah mikroskop khusus untuk mata, dapat membantu dokter melihat detail struktur iris dan menilai apakah pupil tambahan memiliki otot sfingter yang fungsional atau tidak.

Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk mengevaluasi dampak pada penglihatan. Selain itu, dokter juga akan mencari tanda-tanda kondisi lain yang mungkin berhubungan, seperti sindrom Axenfeld-Rieger.

Penanganan Polycoria Eye

Penanganan polycoria bertujuan untuk mengatasi gejala dan memperbaiki kualitas penglihatan. Strategi penanganan akan disesuaikan dengan jenis polycoria dan tingkat keparahan gejalanya. Untuk polycoria sejati, penanganan seringkali berfokus pada mitigasi efek visual yang tidak diinginkan.

Beberapa metode penanganan yang umum meliputi:

  • Kacamata atau Lensa Kontak: Kacamata dengan lensa korektif dapat membantu mengoreksi pandangan kabur. Lensa kontak berwarna atau buram dapat digunakan untuk memblokir cahaya yang masuk melalui pupil tambahan, mengurangi silau dan sensitivitas cahaya.
  • Kacamata Hitam: Menggunakan kacamata hitam, terutama yang memiliki lensa polarisasi, sangat membantu dalam mengurangi silau dan sensitivitas terhadap cahaya matahari atau lingkungan terang.
  • Obat Tetes Mata: Dalam beberapa kasus, obat tetes mata yang dapat memengaruhi ukuran pupil mungkin direkomendasikan, meskipun ini jarang terjadi dan harus di bawah pengawasan dokter.
  • Pembedahan: Pada kasus yang sangat jarang dan parah, terutama jika penglihatan sangat terganggu dan tidak dapat diatasi dengan cara lain, dokter mungkin mempertimbangkan prosedur bedah. Prosedur ini dapat melibatkan rekonstruksi iris untuk menghilangkan atau menutup pupil tambahan. Keputusan untuk melakukan operasi akan dipertimbangkan dengan cermat oleh tim medis.

Polycoria palsu biasanya tidak memerlukan penanganan karena tidak menimbulkan masalah penglihatan yang signifikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila seseorang atau anggota keluarga memiliki lebih dari satu pupil pada satu mata, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter mata. Deteksi dini dan diagnosis yang tepat dapat membantu menentukan jenis polycoria dan rencana penanganan yang paling efektif.

Kunjungan ke dokter mata juga diperlukan jika mengalami gejala seperti penglihatan kabur yang terus-menerus, silau yang parah, sensitivitas cahaya, atau keluhan visual lainnya. Pemeriksaan rutin dapat membantu memantau kondisi mata dan memastikan kesehatan penglihatan tetap terjaga.

Jika memiliki kekhawatiran mengenai kondisi mata, segera konsultasikan dengan dokter profesional. Dengan Halodoc, kemudahan berkonsultasi dengan dokter ahli dan mendapatkan informasi medis akurat kini lebih mudah diakses.