• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Vaksin Covid-19: Dari 240 Vaksin Sembilan di antaranya Masuk Tahap Akhir

Update Vaksin Covid-19: Dari 240 Vaksin Sembilan di antaranya Masuk Tahap Akhir

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Update Vaksin Covid-19: Dari 240 Vaksin Sembilan di antaranya Masuk Tahap Akhir

Halodoc, Jakarta - Sebagai satu-satunya cara untuk menangkal virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, vaksin Covid-19 terus dilakukan perkembangan. Kabar terakhir menyatakan bahwa vaksin akan siap sepenuhnya digunakan pada pertengahan tahun 2021 mendatang. Lalu, bagaimana perkembangan terkini dari uji coba yang telah dilakukan dan berbagai jenis vaksin yang telah dikembangkan?

Ternyata, para peneliti dari seluruh penjuru dunia terus mengerahkan segala upaya untuk bisa segera memproduksi vaksin Covid-19 guna menangkal bahaya penyakit akibat virus tersebut. Setidaknya, kini ada 240 jenis vaksin yang telah memasuki tahap perkembangan awal, sebanyak 40 jenis telah masuk pada tahap pengujian klinis, dan 9 vaksin telah berada pada tahap akhir dan siap untuk diuji coba pada relawan. 

Sembilan Jenis Vaksin yang Masuk Tahap Akhir

Lalu, apa saja sembilan jenis vaksin yang katanya telah memasuki tahap akhir dan siap untuk dilakukan uji coba pada relawan manusia? Berikut ini informasinya:

  • Pfizer

Sekitar bulan Juli lalu, Pfizer dan BioNTech melakukan pengujian dengan menyatukan fase kedua dan ketiga terhadap populasi di daerah endemik SARS-CoV-2. Hasil awal yang diperoleh dari fase pertama dan kedua menunjukkan bahwa vaksin membentuk antibodi dan respons sel-T untuk protein SARS-CoV-2.

Baca juga: Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan?

  • Moderna Therapeutics

Di bulan yang sama, Moderna memberikan informasi bahwa mereka sedang melakukan pengujian klinis tahap ketiga dengan terus melakukan pemantauan pada hasil pengujian tahap kedua. Hasil dari fase pertama menunjukkan pengidap yang sehat, termasuk usia lanjut menghasilkan imunitas virus corona dan reaksi dari sel-T.

  • Sinovac

Sementara itu, Brasil akhirnya memberikan pernyataan persetujuan untuk vaksin Sinovac memasuki pengujian fase ketiga setelah melakukan pemantauan uji klinis di fase sebelumnya. Perusahaan dari China ini pun menerbitkan hasil uji coba fase kedua pada manusia yang menunjukkan adanya pembentukan antibodi pada tubuh tanpa efek samping yang parah. 

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Virus Corona Kini Diuji Coba pada Manusia

  • AstraZeneca dan Universitas Oxford

Calon vaksin corona ini juga sedang memasuki tahap uji klinis ketiga, setelah dua uji sebelumnya menunjukkan hasil adanya respons imun tubuh yang kuat dengan efek samping yang terbilang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan. Namun, beberapa waktu lalu uji coba sempat dihentikan, karena adanya reaksi yang berlebihan pada satu relawan.

  • CanSino Biologics

Sebenarnya, secara teknis calon vaksin ini masih berada pada tahapan uji coba kedua. Namun, tak lama kemudian CanSino mendapatkan persetujuan dari pemerintah China untuk menguji coba vaksin pada manusia, yaitu terbatas pada anggota militer saja dengan jangka waktu satu tahun.

  • Sinopharm

Vaksin ini telah diuji coba pada manusia pada Agustus lalu, membuatnya menjadi vaksin corona pertama yang tersedia untuk warga sipil yang tidak terbatas pada sukarelawan. Perusahaan sengaja memilih Uni Emirat Arab sebagai relawan karena keragaman kebangsaan membuat vaksin bisa memberikan hasil yang lebih akurat.

Baca juga: Ini 7 Perusahaan Pembuat Vaksin Virus Corona

  • Imperial College London

Sebelum diuji coba pada manusia, vaksin dari Imperial College London telah melalui tahap uji coba terhadap hewan dengan hasil yang positif. Pengujian calon vaksin ini tergolong unik, karena hanya ada satu relawan yang divaksin pada hari pertama, lalu dilanjutkan dengan tiga relawan dalam rentang waktu setiap 48 jam.

  • Murdoc’s Children Research Institute

April lalu, para peneliti dari institusi ini melakukan serangkai uji coba apakah vaksin BCG dapat bekerja efektif terhadap virus corona. Uji coba dilakukan secara terkontrol dengan sampel acak. 

  • Sputnik V

Rusia, sebagai negara produsen vaksin corona ini, belum lama mengumumkan bahwa Sputnik V bisa digunakan secara besar dan menjadi vaksin corona pertama yang beredar di pasaran. Meski begitu, masih perlu banyak bukti yang menunjukkan validasi informasi ini. Rusia mengklaim sedang melakukan uji coba tahap tiga, sementara WHO masih mengategorikan Sputnik V dalam tahapan uji klinis pertama.

Nah, itu tadi sembilan calon vaksin covid-19 yang sedang berada pada tahapan pengujian klinis ketiga. Sambil menunggu hasilnya, kamu harus terus mematuhi protokol kesehatan. Jika ingin melakukan rapid test di rumah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc, atau untuk tanya jawab dengan dokter seputar virus corona. 



Referensi: 
National Geographic. Diakses pada 2020. Dozens of Covid-19 Vaccines are in Development. Here are the Ones to Follow. 
BBC News. Diakses pada 2020. Coronavirus: Human Trial of New Vaccine Begins in UK.