Ad Placeholder Image

Urutan Fase Mitosis Lengkap dan Mudah Dipahami

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

5 Tahapan Fase Mitosis dan Proses Pembelahan Sel

Urutan Fase Mitosis Lengkap dan Mudah DipahamiUrutan Fase Mitosis Lengkap dan Mudah Dipahami

DAFTAR ISI


Pengantar: Siklus Pembelahan Sel

Tubuh manusia adalah mahakarya biologis yang sangat kompleks, terdiri dari triliunan sel yang bekerja sama setiap detiknya. Agar tubuh dapat tumbuh, berkembang, dan memperbaiki jaringan yang rusak, sel-sel ini harus terus membelah diri. Proses pembelahan sel ini dikenal sebagai mitosis dan meiosis. Tanpa adanya proses ini, luka di kulit tidak akan pernah sembuh, anak-anak tidak akan bertambah tinggi, dan organ tubuh yang aus tidak dapat beregenerasi.

Siklus sel terdiri dari beberapa tahapan utama, mulai dari fase persiapan (interfase) hingga fase pembelahan aktual. Pada saat sel siap membelah secara mitosis, ia akan melewati empat fase utama secara berurutan, yaitu profase, metafase, anafase, dan diakhiri dengan telofase. Setiap tahap memiliki peran yang sangat spesifik dan krusial. Jika terjadi sedikit saja kesalahan dalam urutan ini, sel dapat mengalami mutasi atau bahkan berkembang menjadi sel kanker yang berbahaya.

Nah, dari keempat fase pembelahan mitosis tersebut, telofase sering kali dianggap sebagai tahap “penyelesaian”. Pada fase ini, semua materi genetik yang telah ditarik ke kutub-kutub sel yang berlawanan mulai dibungkus kembali, menandakan bahwa satu sel induk sudah hampir resmi menjadi dua sel anakan yang identik. Memahami telofase bukan hanya penting untuk ilmu biologi dasar, tetapi juga krusial dalam dunia medis, terutama dalam penelitian kanker dan genetika.

Mau tahu lebih dalam tentang apa yang terjadi selama telofase, bagaimana ciri-cirinya, dan mengapa kelancaran fase ini sangat penting bagi kesehatan tubuh kamu secara keseluruhan? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Telofase?

Telofase adalah tahap keempat dan terakhir dari proses mitosis (pembelahan sel somatik) dan meiosis (pembelahan sel kelamin). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani “telos” yang berarti akhir, dan “phasis” yang berarti tahap. Fase ini dimulai tepat setelah anafase selesai, yaitu ketika kromosom-kromosom telah berhasil ditarik ke kutub sel yang berlawanan oleh benang-benang spindel (gelendong pembelahan).

Tujuan utama dari fase ini adalah untuk mengembalikan sel ke kondisi normal atau keadaan istirahat (interfase) setelah selesainya distribusi materi genetik. Selama proses pembelahan, membran inti sel harus dilebur agar kromosom bisa bergerak bebas. Namun, di tahap telofase, membran pelindung ini harus dibentuk kembali untuk mengamankan DNA (asam deoksiribonukleat) dari sitoplasma sel. Tanpa penyelesaian telofase yang sempurna, sel anakan tidak akan memiliki inti sel fungsional yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel (apoptosis).

Ciri-Ciri dan Proses Telofase

Proses telofase sangat mudah dikenali jika diamati melalui mikroskop elektron. Ada beberapa peristiwa kunci yang menjadi ciri khas bahwa sebuah sel sedang berada dalam tahap akhir pembelahan ini. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

1. Pembentukan Kembali Membran Inti

Selama profase, membran pelindung inti sel hancur. Saat telofase, pecahan-pecahan vesikel membran nukleus yang tersebar di sitoplasma mulai berkumpul dan menyatu kembali. Mereka membentuk amplop atau membran inti baru yang mengelilingi setiap kelompok kromosom di kedua kutub sel. Hal ini mengembalikan perlindungan terhadap materi genetik.

2. Kromosom Mengalami Dekondensasi

Sebelumnya, kromosom harus memadat (terkondensasi) agar mudah ditarik tanpa terputus. Memasuki telofase, karena kromosom sudah sampai di tujuan akhir, mereka mulai mengurai, memanjang, dan kembali ke bentuk benang-benang kromatin yang longgar. Dekondensasi ini penting agar enzim bisa masuk dan DNA dapat kembali “dibaca” untuk memproduksi protein yang dibutuhkan sel anakan.

3. Kemunculan Kembali Nukleolus

Nukleolus (anak inti) adalah struktur di dalam inti sel yang bertanggung jawab memproduksi ribosom (pabrik protein sel). Struktur ini menghilang saat awal mitosis. Namun, di tahap telofase, nukleolus mulai terlihat kembali di dalam inti sel yang baru terbentuk. Ini menandakan bahwa sel bersiap untuk kembali ke fungsi metabolisme normalnya.

4. Pembongkaran Benang Spindel

Benang-benang spindel, yang bertindak layaknya tali penarik kromosom, kini sudah tidak dibutuhkan lagi. Mikrotubulus penyusun benang spindel mulai mengalami depolimerisasi, yaitu hancur dan terurai kembali menjadi protein tubulin dasar yang nantinya akan didaur ulang oleh sel menjadi sitoskeleton (rangka sel).

Tahukah Kamu?
  1. Setiap hari, sekitar 50 hingga 70 miliar sel mati dalam tubuh orang dewasa normal.
  2. Untuk menggantikan sel-sel mati tersebut, pembelahan sel (termasuk telofase) terjadi secara nonstop.
  3. Sel kulit memiliki siklus regenerasi paling cepat, yaitu memperbarui diri sepenuhnya setiap 28 hingga 30 hari.

Telofase I dan II pada Meiosis

Berbeda dengan mitosis yang terjadi di sel tubuh (somatik) seperti sel kulit atau hati, meiosis terjadi secara eksklusif di organ reproduksi untuk menghasilkan sel sperma dan sel telur (ovum). Proses meiosis melalui dua siklus pembelahan, sehingga tahap telofase terjadi dua kali.

1. Telofase I

Pada tahap ini, kromosom homolog (pasangan kromosom) telah terpisah ke kutub sel yang berlawanan. Setiap kutub sekarang memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induk (kondisi haploid), tetapi masing-masing kromosom masih terdiri dari dua kromatid bersaudara. Membran inti mulai terbentuk, dan sel mengalami sitokinesis (pembelahan sitoplasma) untuk membentuk dua sel haploid pertama.

2. Telofase II

Ini adalah akhir dari seluruh proses meiosis. Kromatid saudara yang terpisah pada anafase II kini telah sampai di kutub masing-masing. Membran inti kembali terbentuk di sekitar empat kelompok kromosom tunggal tersebut. Setelah sitokinesis, hasilnya adalah empat sel anakan yang sepenuhnya haploid secara genetik, yang siap menjadi sel sperma atau ovum yang fungsional.

Sitokinesis: Akhir dari Pembelahan Sel

Banyak orang sering menyamakan telofase dengan sitokinesis, padahal keduanya adalah proses yang berbeda, meskipun terjadi di waktu yang hampir bersamaan. Telofase berfokus pada pembelahan materi genetik dan pembentukan kembali inti sel (kariokinesis). Di sisi lain, sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma dan organel sel lainnya.

Pada sel hewan dan manusia, sitokinesis dimulai dengan terbentuknya cincin kontraktil dari filamen aktin dan miosin di bagian tengah sel. Cincin ini perlahan menyusut dan “mencekik” sel dari luar ke dalam (membentuk celah pembelahan atau cleavage furrow), hingga akhirnya sel benar-benar terbagi menjadi dua bagian yang terpisah seutuhnya. Begitu sitokinesis selesai, proses pembelahan sel dianggap selesai, dan siklus kembali ke tahap interfase.

Gangguan Telofase dan Dampaknya pada Kesehatan

Tubuh memiliki sistem pengawasan cermat yang disebut pos pemeriksaan (checkpoints) dalam siklus sel. Sistem ini memastikan setiap fase, termasuk telofase, berjalan tanpa cacat. Namun, paparan radikal bebas, radiasi, racun, atau kelainan genetik dapat mengganggu mekanisme ini. Jika telofase atau sitokinesis gagal, akibatnya bisa sangat fatal bagi kesehatan:

1. Terbentuknya Sel Kanker (Tumorigenesis)

Jika kromosom tidak terbagi rata atau sel gagal membelah sitoplasma setelah materi genetik diduplikasi, sel tersebut bisa memiliki kromosom berlebih (aneuploidi) atau memiliki banyak inti (multinukleasi). Kondisi ini menciptakan ketidakstabilan genetik tingkat tinggi yang merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya sel kanker. Sel abnormal ini dapat membelah tanpa terkendali, membentuk tumor ganas yang merusak jaringan sehat.

2. Penyakit Penuaan Dini (Senescence)

Kerusakan DNA yang terakumulasi dan gagal diperbaiki selama siklus sel sering kali memicu penuaan seluler (cellular senescence). Sel berhenti membelah sama sekali sebagai mekanisme pertahanan. Meskipun ini mencegah kanker, penumpukan sel-sel yang menua ini di jaringan akan memicu peradangan kronis, yang diyakini menjadi akar dari penuaan dini, osteoporosis, dan penyakit kardiovaskular.

Penting untuk selalu waspada terhadap perubahan tidak wajar di tubuh kamu, seperti munculnya benjolan yang tak kunjung hilang, penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab, atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Kondisi tersebut bisa jadi tanda ada kelainan dalam pembelahan seluler di tubuhmu. Segera lakukan konsultasi ke dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis awal yang akurat.

Cara Menjaga Kesehatan dan Regenerasi Sel

Karena setiap sel dalam tubuh terus melakukan mitosis, maka penting bagi kamu untuk menciptakan lingkungan tubuh yang mendukung pembelahan sel yang sehat. Proses perakitan DNA baru dan pemisahan kromosom pada tahap telofase membutuhkan energi (ATP) yang sangat besar serta bahan baku nutrisi yang berkualitas.

1. Penuhi Kebutuhan Antioksidan

Antioksidan adalah “pelindung” utama DNA sel dari serangan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak struktur benang spindel dan memicu mutasi DNA. Konsumsi makanan kaya vitamin C (jeruk, stroberi), vitamin E (kacang-kacangan), dan beta-karoten sangat disarankan untuk menjaga integritas siklus sel.

2. Asupan Mineral Penting (Zink dan Magnesium)

Mineral seperti zinc (seng) berperan penting dalam sintesis DNA dan pembelahan sel. Defisiensi zinc diketahui menghambat proses regenerasi jaringan, membuat luka lama sembuh. Magnesium juga krusial karena enzim yang mereplikasi DNA membutuhkan magnesium untuk berfungsi.

Jika kamu merasa asupan dari pola makan harian kurang memenuhi gizi yang dibutuhkan, kamu bisa menambahkan suplemen ke rutinitas harianmu. Jangan ragu untuk beli suplemen dan vitamin di aplikasi Halodoc, produknya dijamin asli dan langsung diantar ke depan pintu rumahmu.

3. Tidur yang Cukup

Mitosis, khususnya pada sel kulit dan jaringan otot, mencapai puncaknya pada malam hari saat kamu tertidur pulas. Hormon pertumbuhan (growth hormone) yang diproduksi saat fase tidur dalam atau deep sleep adalah sinyal utama yang memicu pembelahan sel untuk perbaikan jaringan.

Studi Terkait Siklus Sel dan Penyakit

Banyak pengobatan medis modern berakar dari pemahaman mendalam tentang siklus sel. Jurnal bergengsi Nature Reviews Cancer menerbitkan berbagai studi komprehensif terkait hal ini. Dijelaskan bahwa banyak obat kemoterapi dirancang secara khusus untuk menyerang sel kanker pada fase-fase tertentu dari mitosis.

Misalnya, jenis obat dari kelas Taxane bekerja dengan cara mencegah benang spindel (mikrotubulus) terurai selama anafase dan telofase. Karena benang spindel tidak bisa hancur, sel kanker tidak dapat menyelesaikan telofase, tidak dapat membelah, dan akhirnya mengalami kematian sel apoptosis. Penemuan tentang mikrobiologi dan telofase ini telah menyelamatkan jutaan nyawa penderita kanker di seluruh dunia.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Nature Reviews Molecular Cell Biology. Diakses pada 2024. Cytokinesis in eukaryotes.
National Human Genome Research Institute (NIH). Diakses pada 2024. Mitosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cancer – Symptoms and causes.
Molecular Biology of the Cell. 4th edition (Alberts B, et al.). Diakses pada 2024. M Phase: Mitosis and Cytokinesis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Cell Cycle and Cell Division.

FAQ

1. Apa perbedaan utama antara anafase dan telofase?

Pada fase anafase, kromosom sedang aktif ditarik berpisah menuju kutub sel yang berlawanan oleh benang spindel. Sedangkan pada telofase, kromosom tersebut sudah tiba di tujuan, berhenti bergerak, mulai terurai (dekondensasi), dan membran inti sel mulai terbentuk kembali untuk membungkus kromosom tersebut.

2. Apakah telofase selalu diikuti oleh sitokinesis?

Sebagian besar waktu, ya. Namun, ada beberapa pengecualian dalam kondisi biologis tertentu. Jika telofase selesai tetapi sel gagal melakukan sitokinesis, hasilnya adalah satu sel raksasa yang memiliki banyak inti (multinukleat). Hal ini normal pada jaringan tertentu seperti sel otot rangka manusia, tetapi di jaringan lain bisa menandakan adanya mutasi atau sel abnormal.

3. Berapa lama proses mitosis berlangsung di dalam tubuh?

Lama prosesnya sangat bervariasi bergantung pada jenis selnya. Siklus sel secara keseluruhan bisa memakan waktu 24 jam untuk sel mamalia yang membelah cepat. Dari 24 jam tersebut, fase mitosis (termasuk profase, metafase, anafase, dan telofase) umumnya merupakan fase yang paling singkat, hanya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam saja.

4. Bagaimana nutrisi memengaruhi proses pembelahan sel?

Nutrisi menyediakan blok bangunan dasar untuk regenerasi seluler. Asam amino diperlukan untuk membentuk protein sitoskeleton, asam lemak dibutuhkan untuk mensintesis membran inti baru, dan glukosa memberikan energi murni (ATP) untuk menggerakkan seluruh proses mitosis. Kekurangan gizi kronis akan menyebabkan tubuh menghentikan siklus sel guna menghemat energi, yang mengakibatkan terhentinya pertumbuhan dan pelemahan sistem imun.