Ad Placeholder Image

Urutan Fase Mitosis Lengkap dan Mudah Dipahami

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

5 Tahapan Fase Mitosis dan Proses Pembelahan Sel

Urutan Fase Mitosis Lengkap dan Mudah DipahamiUrutan Fase Mitosis Lengkap dan Mudah Dipahami

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana tubuh manusia yang awalnya hanya berasal dari satu sel tunggal di dalam rahim bisa berkembang menjadi triliunan sel saat dewasa? Atau bagaimana luka di kulitmu bisa menutup dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari? Rahasia di balik semua keajaiban biologis ini adalah proses pembelahan sel yang dikenal dengan sebutan mitosis.

Tahapan mitosis adalah proses biologis yang sangat fundamental bagi kelangsungan hidup semua organisme eukariotik, termasuk manusia. Tanpa adanya proses ini, tubuh kita tidak akan bisa bertumbuh, sel-sel yang mati atau rusak tidak akan pernah tergantikan, dan jaringan tubuh akan cepat mengalami penuaan hingga kerusakan permanen.

Memahami tahapan mitosis bukan hanya penting untuk pelajaran biologi di sekolah, tetapi juga sangat krusial dalam dunia medis. Banyak kondisi kesehatan, termasuk penuaan dini, kelainan genetik, hingga penyakit mematikan seperti kanker, sangat berkaitan erat dengan kelainan pada proses pembelahan sel ini.

Nah, mau tahu apa saja tahapan mitosis, bagaimana prosesnya berlangsung, dan apa kaitannya dengan kesehatan tubuhmu secara keseluruhan? Berikut ulasan lengkap yang mudah untuk kamu pahami!

Apa Itu Mitosis?

Mitosis adalah jenis pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik). Tujuan utama dari mitosis adalah untuk menghasilkan dua sel anak yang secara genetik identik dengan sel induknya. Artinya, sel anak yang dihasilkan memiliki jumlah dan susunan kromosom yang sama persis dengan sel asalnya. Pada manusia, sel induk yang memiliki 46 kromosom (diploid) akan membelah dan menghasilkan dua sel anak yang masing-masing juga memiliki 46 kromosom.

Fungsi dari proses ini sangat beragam. Mulai dari memperbanyak jumlah sel agar tubuh organisme dapat bertumbuh secara optimal, mengganti sel-sel yang rusak akibat cedera atau infeksi, hingga meregenerasi sel-sel tua seperti sel darah merah dan sel kulit mati yang terkelupas setiap harinya.

Fase Pendahuluan: Interfase

Sebelum sel benar-benar memasuki tahapan mitosis, sel tersebut harus melalui fase persiapan yang panjang yang disebut interfase. Faktanya, sel menghabiskan sekitar 90% dari siklus hidupnya di dalam fase interfase ini. Pada fase ini, sel tidak sedang membelah, melainkan sedang mengumpulkan energi, tumbuh, dan menduplikasi materi genetiknya.

Interfase sendiri dibagi menjadi tiga sub-fase utama:

  1. Fase G1 (Gap 1): Sel mengalami pertumbuhan fisik yang pesat. Sel memproduksi lebih banyak protein dan organel sel (seperti mitokondria dan ribosom) untuk persiapan pembelahan.
  2. Fase S (Sintesis): Ini adalah fase krusial di mana sel mereplikasi atau menggandakan DNA-nya. Di akhir fase ini, setiap kromosom akan memiliki salinan identik yang menempel padanya, yang disebut kromatid saudara.
  3. Fase G2 (Gap 2): Sel terus tumbuh dan memproduksi protein serta enzim yang secara spesifik dibutuhkan untuk proses pembelahan sel pada fase mitosis nantinya.

Urutan Tahapan Mitosis Lengkap

Setelah tahap interfase selesai dengan sempurna dan DNA berhasil digandakan tanpa adanya kesalahan, barulah sel siap memasuki tahapan mitosis atau fase M. Tahapan mitosis secara berurutan dibagi menjadi lima fase utama. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tahapannya:

1. Profase

Profase adalah tahap pertama dan sering kali dianggap sebagai tahap yang paling lama dalam mitosis. Pada fase ini, kromatin (benang-benang DNA yang panjang dan tipis di dalam nukleus) mulai menebal dan memadat menjadi struktur yang terlihat jelas yang disebut kromosom. Karena DNA sudah digandakan pada fase Sintesis sebelumnya, setiap kromosom kini berbentuk seperti huruf “X”, yang terdiri dari dua kromatid saudara yang disatukan di titik tengah yang disebut sentromer.

Selain pemadatan kromosom, struktur yang disebut sentrosom mulai bergerak saling menjauh menuju ke arah kutub sel yang berlawanan. Dari sentrosom ini, mulai terbentuk serat-serat halus yang disebut mikrotubulus atau benang gelendong (spindle fibers).

2. Prometafase

Pada tahap prometafase, membran nukleus (selubung inti sel yang membungkus DNA) mulai hancur dan pecah menjadi fragmen-fragmen kecil. Hal ini membebaskan kromosom untuk berada di tengah sitoplasma sel.

Di saat yang bersamaan, benang-benang gelendong yang berasal dari sentrosom mulai menjulur menuju ke arah kromosom. Benang-benang ini kemudian akan menempel pada bagian spesifik di sentromer kromosom yang dikenal dengan nama kinetokor. Fungsi penempelan ini sangat penting sebagai “tali penarik” untuk memindahkan kromosom di fase selanjutnya.

3. Metafase

Metafase adalah tahapan mitosis di mana sel terlihat sangat rapi dan terorganisir. Pada fase ini, benang-benang gelendong yang telah menempel pada kinetokor menarik semua kromosom menuju ke bagian tengah sel. Kromosom-kromosom tersebut akan berbaris sejajar secara sempurna di sepanjang bidang ekuator sel yang disebut dengan pelat metafase (metaphase plate).

Fase ini memiliki mekanisme “pos pemeriksaan” (checkpoint) yang sangat ketat. Sel tidak akan melangkah ke fase berikutnya sampai ia benar-benar memastikan bahwa semua kromosom sudah berbaris di tengah dengan benar dan telah terikat kuat oleh benang gelendong dari kedua kutub.

4. Anafase

Begitu sel melewati pos pemeriksaan metafase, tahap anafase pun dimulai. Ini adalah fase yang berlangsung paling singkat namun sangat dramatis. Protein yang menyatukan kedua kromatid saudara di bagian sentromer akan diputus. Akibatnya, pasangan kromatid ini terpisah dan kini masing-masing dianggap sebagai kromosom tunggal.

Benang-benang gelendong kemudian memendek secara drastis, menarik kromosom-kromosom tersebut dengan kuat ke arah kutub sel yang saling berlawanan. Di akhir fase anafase, masing-masing kutub sel akan mengumpulkan set kromosom yang lengkap dan identik satu sama lain.

5. Telofase

Tahap telofase dapat dibilang merupakan kebalikan dari profase. Kromosom yang telah sampai di masing-masing kutub sel mulai terurai kembali dan mengendur menjadi benang-benang kromatin yang tipis. Benang-benang gelendong pembelahan pun mulai menghilang dan terurai.

Membran nukleus (selubung inti) yang baru mulai terbentuk kembali di sekitar masing-masing kelompok kromosom di kedua kutub, sehingga terbentuklah dua inti sel yang baru di dalam satu sel tersebut.

Tahap Penyelesaian: Sitokinesis
  1. Meski telofase adalah tahap akhir dari mitosis, sel belum benar-benar terbelah menjadi dua tanpa adanya proses sitokinesis.
  2. Sitokinesis adalah proses pembelahan sitoplasma (cairan sel). Pada sel hewan, membran plasma akan melekuk ke dalam di bagian ekuator sel, membentuk seperti “cincin” yang terus menyempit hingga sel terpotong menjadi dua.
  3. Hasil akhirnya adalah terciptanya dua sel anak yang benar-benar baru, utuh, dan siap menjalankan fungsinya.

Perbedaan Mitosis dan Meiosis

Selain mitosis, tubuh makhluk hidup juga memiliki metode pembelahan sel lain yang disebut meiosis. Meskipun tahapan awalnya terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan:

  • Lokasi Terjadi: Mitosis terjadi pada seluruh sel-sel tubuh (sel somatik) seperti kulit, tulang, organ, dan otot. Sedangkan meiosis hanya terjadi pada sel-sel kelamin (gonad) untuk menghasilkan sperma dan sel telur.
  • Jumlah Pembelahan: Pada mitosis, pembelahan hanya terjadi satu kali dan menghasilkan 2 sel anak. Pada meiosis, terjadi dua kali pembelahan (Meiosis I dan Meiosis II) sehingga menghasilkan 4 sel anak.
  • Kondisi Genetik: Sel anak hasil mitosis bersifat diploid (memiliki kromosom penuh/identik dengan sel induk). Sebaliknya, sel anak hasil meiosis bersifat haploid (hanya memiliki setengah jumlah kromosom sel induk) dan memiliki variasi genetik karena adanya persilangan DNA.

Hubungan Mitosis dan Penyakit Kanker

Pada sel yang normal dan sehat, siklus sel dan tahapan mitosis dikontrol dengan sangat ketat oleh berbagai enzim dan protein tubuh. Sel tahu kapan waktu yang tepat untuk membelah, kapan harus berhenti membelah, dan bahkan kapan harus menghancurkan diri sendiri (apoptosis) jika ditemukan adanya kerusakan DNA yang tidak bisa diperbaiki.

Namun, jika DNA pada sel mengalami mutasi—baik karena faktor keturunan, paparan radikal bebas, radiasi karsinogenik, atau zat kimia beracun—sistem kontrol ini dapat rusak. Sel mulai membelah secara agresif, tidak terkendali, dan tanpa batas waktu. Pertumbuhan sel abnormal dan tiada henti inilah yang memicu terbentuknya tumor dan berujung pada penyakit kanker.

Oleh karena itu, banyak obat-obatan kemoterapi untuk pengobatan kanker dirancang secara spesifik untuk menghentikan tahapan mitosis. Misalnya, obat-obatan tertentu bekerja dengan cara mencegah terbentuknya atau menghancurkan benang gelendong (spindle), sehingga sel kanker akan tertahan di fase metafase, tidak bisa membelah lebih lanjut, dan akhirnya mati.

Jika kamu mengalami keluhan yang tak kunjung mereda, mulai muncul benjolan tak wajar di bagian tubuh tertentu, atau ada kecurigaan terkait kelainan genetik, jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis. Kamu bisa langsung konsultasi ke dokter Halodoc agar diagnosis dapat segera ditegakkan dan penanganan yang akurat dapat diberikan tanpa menunda waktu.

Cara Alami Menjaga Regenerasi Sel

1. Konsumsi Antioksidan Tinggi

Radikal bebas adalah musuh utama dari DNA sel. Pastikan kamu memperbanyak konsumsi sayuran hijau, buah beri, serta makanan yang kaya akan vitamin C dan E untuk melindungi kromosom dari mutasi selama proses pembelahan sel.

2. Penuhi Kebutuhan Mikronutrien

Selain pola makan seimbang, pemenuhan multivitamin harian juga sangat penting guna mendukung regenerasi jaringan tubuh secara optimal. Tidak perlu repot keluar rumah, kamu bisa beli obat, suplemen, atau multivitamin secara online di Halodoc yang terjamin keasliannya dan langsung diantar ke depan pintu rumahmu.

Studi Terkait

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kegagalan proses mitosis (mitotic failure) dapat memicu pembentukan tumor secara agresif pada sel epitel manusia.

Studi ini memberikan wawasan mendalam bahwa kerusakan pada protein pengatur spindle checkpoint selama tahap metafase berperan kuat dalam mutasi genetik berkelanjutan. Penemuan ini memegang peran krusial bagi dunia farmasi dalam mengembangkan terapi kanker tertarget yang lebih aman di masa mendatang.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Nature Education. Diakses pada 2024. Cell Division, Cancer, and Mitosis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Cell Cycle and Mitosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cell Mutation and Cancer Pathophysiology.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Mitosis and the Spindle Assembly Checkpoint.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sel manusia untuk menyelesaikan tahapan mitosis?

Pada sel manusia pada umumnya, keseluruhan proses siklus sel memakan waktu sekitar 24 jam. Namun, fase mitosisnya sendiri (dari profase hingga sitokinesis) tergolong sangat cepat, yaitu hanya memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam saja.

2. Apa yang akan terjadi jika proses pembelahan atau mitosis pada sel mengalami kegagalan?

Bila kegagalan terdeteksi di awal, sel biasanya akan menghancurkan dirinya sendiri untuk mencegah kerusakan. Namun, jika kegagalan ini tidak terdeteksi, hal tersebut dapat memicu mutasi genetik yang mengarah pada penuaan sel yang cepat, tumor, dan penyakit kanker.

3. Apakah mitosis terjadi pada semua sel tubuh manusia secara terus menerus?

Tidak semua sel melakukan tahapan mitosis terus menerus. Sebagai contoh, sel-sel saraf (neuron) dan sel otot jantung dewasa jarang sekali membelah diri. Itulah sebabnya cedera pada saraf pusat atau kerusakan akibat serangan jantung sangat sulit untuk sembuh dan diperbaiki oleh tubuh.

4. Bagaimana perbedaan antara sel kanker dengan sel biasa yang membelah secara mitosis?

Sel normal memiliki fungsi kontrol yang menghentikan pembelahan (mitosis) bila ruang antarsel sudah padat (contact inhibition) atau terjadi kerusakan DNA. Sebaliknya, sel kanker mengabaikan semua sinyal kontrol ini sehingga ia terus menduplikasi diri tanpa kendali, menyerang jaringan di sekitarnya, serta menghabiskan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel sehat.