Ad Placeholder Image

Usir Bromhidrosis: Ketiak Segar, Bebas Bau Tak Sedap!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Bromhidrosis: Ini Cara Atasi Bau Badan

Usir Bromhidrosis: Ketiak Segar, Bebas Bau Tak Sedap!Usir Bromhidrosis: Ketiak Segar, Bebas Bau Tak Sedap!

Mengenal Bromhidrosis: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bromhidrosis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan bau badan yang tidak sedap dan berlebihan. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Bau yang menyengat muncul akibat interaksi bakteri pada kulit dengan keringat, terutama yang berasal dari kelenjar apokrin di area tubuh tertentu.

Kondisi bromhidrosis dapat memburuk saat pubertas, masa stres, atau karena konsumsi makanan tertentu. Namun, masalah bau badan berlebihan ini dapat dikelola dengan kebersihan diri yang baik, penggunaan antiperspiran, hingga prosedur medis jika diperlukan.

Definisi Bromhidrosis

Bromhidrosis adalah istilah medis untuk bau badan yang intens dan kronis. Bau ini muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah komponen-komponen tertentu dalam keringat. Keringat yang baru keluar dari tubuh sebenarnya tidak berbau.

Namun, ketika bakteri pada kulit mengurai zat-zat tersebut, proses ini menghasilkan asam lemak volatil yang menyebabkan bau khas bromhidrosis. Kondisi ini paling sering terjadi di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat apokrin, seperti ketiak dan area genital.

Penyebab Bromhidrosis

Penyebab utama bromhidrosis adalah interaksi antara bakteri di kulit dengan jenis keringat tertentu. Ada dua faktor kunci yang berkontribusi terhadap munculnya bau badan berlebihan ini:

  • Interaksi Bakteri & Keringat
    Keringat itu sendiri tidak memiliki bau. Namun, bakteri yang secara alami hidup di permukaan kulit akan memecah protein dan lemak yang terkandung dalam keringat. Proses pemecahan ini menghasilkan asam lemak berbau busuk, yang merupakan sumber utama bau tidak sedap pada bromhidrosis.
  • Kelenjar Apokrin
    Kelenjar apokrin adalah salah satu jenis kelenjar keringat yang terletak di area tubuh tertentu. Kelenjar ini banyak ditemukan di ketiak, selangkangan, dan sekitar puting. Kelenjar apokrin mulai aktif setelah masa pubertas dan memproduksi keringat yang lebih kental serta kaya akan protein, lemak, dan steroid. Komponen-komponen ini menjadi sumber nutrisi ideal bagi bakteri, sehingga memicu produksi bau yang lebih kuat.

Gejala Bromhidrosis

Gejala utama bromhidrosis adalah bau badan yang terus-menerus dan menyengat. Bau ini seringkali digambarkan sebagai bau asam, apek, atau busuk. Aroma tidak sedap dapat tercium bahkan setelah mandi atau menggunakan produk kebersihan biasa.

Area yang paling sering terpengaruh adalah ketiak, selangkangan, dan kaki. Bau ini dapat memburuk saat seseorang berkeringat lebih banyak, seperti saat berolahraga, stres, atau berada di lingkungan yang panas.

Faktor Pemicu yang Memperburuk Bromhidrosis

Beberapa faktor dapat memperparah kondisi bromhidrosis dan membuat bau badan semakin kuat. Memahami pemicu ini dapat membantu dalam mengelola kondisi:

  • Pubertas
    Kelenjar apokrin mulai aktif sepenuhnya saat pubertas, sehingga remaja sering kali mengalami peningkatan bau badan.
  • Stres dan Kecemasan
    Stres dapat memicu kelenjar apokrin untuk memproduksi lebih banyak keringat. Keringat ini menjadi makanan bagi bakteri, yang akhirnya memperkuat bau badan.
  • Pola Makan Tertentu
    Konsumsi makanan pedas, bawang putih, bawang bombay, kafein, dan alkohol dapat memengaruhi bau keringat dan memperburuk bromhidrosis.
  • Kondisi Medis Lain
    Beberapa kondisi medis, seperti obesitas, diabetes, atau penyakit hati, juga dapat memengaruhi bau badan.
  • Pakaian yang Ketat
    Pakaian yang tidak menyerap keringat atau terlalu ketat dapat menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk pertumbuhan bakteri.

Pengobatan Bromhidrosis

Pengobatan bromhidrosis bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri di kulit atau menekan produksi keringat. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Antiperspiran dan Deodoran
    Antiperspiran yang mengandung aluminium klorida dapat membantu mengurangi produksi keringat. Deodoran bekerja dengan menutupi bau atau membunuh bakteri.
  • Obat Topikal
    Dokter mungkin meresepkan losion atau salep antibiotik untuk mengurangi bakteri di kulit.
  • Perawatan Medis
    Injeksi botulinum toksin (Botox) dapat digunakan untuk mengurangi keringat berlebihan di ketiak. Pilihan lain adalah prosedur bedah untuk mengangkat kelenjar keringat atau melakukan sedot lemak di area ketiak.

Pencegahan Bromhidrosis

Langkah-langkah pencegahan dapat sangat efektif dalam mengurangi dan mengelola bau badan akibat bromhidrosis:

  • Menjaga Kebersihan Diri
    Mandi secara teratur dengan sabun antibakteri, terutama setelah beraktivitas fisik.
  • Mencukur Rambut Ketiak
    Rambut di area ketiak dapat menjebak keringat dan bakteri, sehingga mencukurnya dapat membantu mengurangi bau.
  • Mengganti Pakaian Secara Teratur
    Gunakan pakaian yang bersih dan berbahan longgar, serta mudah menyerap keringat seperti katun. Ganti pakaian setelah berkeringat.
  • Perhatikan Pola Makan
    Hindari atau batasi makanan dan minuman yang dapat memicu bau badan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Kapan Harus Berkonsultasi Medis?

Jika bromhidrosis memengaruhi kepercayaan diri secara signifikan atau tidak membaik dengan langkah-langkah kebersihan dasar, penting untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan dokter atau dermatolog dapat membantu menentukan penyebab pasti dan mendapatkan rekomendasi pengobatan yang sesuai.

Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Dokter di Halodoc akan memberikan saran medis berdasarkan kondisi dan riwayat kesehatan, sehingga penanganan bromhidrosis dapat lebih efektif.