Ad Placeholder Image

Usus Berlipat pada Anak: Gejala dan Langkah Cepat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Usus Berlipat: Kenali Tandanya Agar Cepat Ditangani

Usus Berlipat pada Anak: Gejala dan Langkah CepatUsus Berlipat pada Anak: Gejala dan Langkah Cepat

Mengenal Usus Terlipat (Intususepsi): Gejala, Penyebab, dan Penanganan

Usus terlipat, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Intususepsi, adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi ini terjadi ketika satu bagian usus melipat atau “meneleskop” masuk ke bagian usus berikutnya, menyebabkan penyumbatan. Jika tidak ditangani dengan cepat, intususepsi dapat menghentikan aliran darah ke bagian usus yang terpengaruh, berisiko menyebabkan kerusakan jaringan permanen atau bahkan kematian jaringan.

Intususepsi merupakan salah satu penyebab darurat medis paling umum pada anak-anak di bawah usia 3 tahun. Orang tua perlu mewaspadai gejala khasnya, terutama nyeri perut parah yang datang dan pergi secara berulang, muntah (kadang berwarna hijau), serta feses berdarah atau berlendir.

Definisi Usus Terlipat (Intususepsi) dan Mekanismenya

Intususepsi adalah kondisi medis di mana segmen usus, biasanya bagian usus halus, masuk dan melipat ke dalam segmen usus yang berdekatan. Fenomena ini mirip dengan teleskop yang ditarik masuk. Lipatan ini kemudian dapat menyebabkan obstruksi atau penyumbatan total di saluran pencernaan.

Penyumbatan ini menghambat perjalanan makanan, cairan, dan gas melalui usus. Lebih berbahaya lagi, lipatan tersebut dapat menekan pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke dinding usus. Kurangnya suplai darah dapat mengakibatkan iskemia (kekurangan oksigen) dan nekrosis (kematian jaringan) pada bagian usus yang terdampak.

Gejala Usus Terlipat pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Intususepsi umumnya terjadi pada bayi dan balita, meskipun dapat juga terjadi pada orang dewasa. Gejala pada anak-anak seringkali muncul tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. Penting untuk mengenali tanda-tandanya agar penanganan medis dapat dilakukan secepatnya.

  • Nyeri Perut Parah dan Siklikal: Ini adalah gejala paling umum. Anak akan menangis kencang dan menarik kakinya ke arah dada, lalu tiba-tiba tenang kembali seolah tidak terjadi apa-apa. Pola nyeri ini berulang setiap 15-20 menit pada awalnya, kemudian semakin sering dan intens.
  • Muntah: Anak mungkin muntah awalnya berupa makanan yang belum dicerna, kemudian bisa berubah menjadi muntah cairan empedu berwarna hijau atau kuning.
  • Feses Berdarah atau Berlendir: Disebut juga sebagai “currant jelly stool” karena penampilannya seperti jeli kismis. Ini menandakan adanya pendarahan di usus dan kerusakan mukosa.
  • Perut Kembung dan Lemas: Perut bisa terasa keras dan bengkak. Anak tampak lemas, pucat, dan tidak mau makan atau minum.
  • Demam: Demam dapat muncul jika sudah terjadi komplikasi seperti infeksi atau perforasi usus.

Apa Penyebab Usus Terlipat?

Pada sebagian besar kasus intususepsi pada anak-anak, terutama bayi, penyebab pastinya tidak dapat diidentifikasi (idiopatik). Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini:

  • Infeksi Virus atau Bakteri: Peradangan pada usus atau kelenjar getah bening di sekitarnya akibat infeksi dapat memicu intususepsi.
  • Perbedaan Ukuran Dinding Usus: Perubahan ukuran atau bentuk usus, seperti adanya polip, tumor, atau divertikulum Meckel (kantong kecil di dinding usus), dapat menjadi titik awal lipatan.
  • Riwayat Intususepsi Sebelumnya: Anak yang pernah mengalami intususepsi memiliki risiko kambuh.
  • Kondisi Medis Tertentu: Beberapa kondisi seperti fibrosis kistik atau purpura Henoch-Schonlein juga dapat meningkatkan risiko.

Diagnosis dan Penanganan Medis Usus Terlipat

Diagnosis intususepsi biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik dan riwayat gejala yang dijelaskan orang tua. Untuk konfirmasi, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan pencitraan.

Ultrasonografi (USG) perut adalah metode pencitraan yang paling umum dan efektif untuk mendiagnosis intususepsi. Terkadang, rontgen perut juga dapat dilakukan untuk melihat adanya tanda-tanda penyumbatan usus.

Penanganan intususepsi adalah kondisi darurat medis. Tujuan utama pengobatan adalah membuka lipatan usus dan mengembalikan aliran darah. Metode penanganan meliputi:

  • Reduksi Non-Bedah (Enema): Prosedur ini melibatkan memasukkan cairan atau udara ke dalam rektum untuk mendorong usus agar kembali ke posisi normal. Ini sering kali berhasil jika dilakukan sedini mungkin.
  • Pembedahan: Jika reduksi non-bedah tidak berhasil, ada tanda-tanda kerusakan usus, atau anak dalam kondisi syok, operasi menjadi pilihan. Dokter bedah akan secara manual membuka lipatan usus. Jika ada bagian usus yang telah mengalami nekrosis, bagian tersebut akan diangkat dan kedua ujung usus yang sehat akan disambungkan kembali.

Pencegahan Usus Terlipat

Pencegahan spesifik untuk intususepsi masih sulit dilakukan karena sebagian besar kasus bersifat idiopatik. Namun, deteksi dini dan penanganan segera adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius. Orang tua diharapkan selalu waspada terhadap perubahan perilaku makan atau buang air besar pada anak, terutama jika disertai nyeri perut parah.

Jika ada kecurigaan gejala usus terlipat pada anak, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Konsultasi dan pemeriksaan dokter secepatnya dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius.

Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli bedah terkemuka, serta informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya. Manfaatkan fitur chat atau janji temu dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang optimal.