Ad Placeholder Image

Usus Terlipat: Kenapa Anak dan Dewasa Bisa Kena?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Penyebab Usus Terlipat: Pahami Pemicu pada Tiap Usia

Usus Terlipat: Kenapa Anak dan Dewasa Bisa Kena?Usus Terlipat: Kenapa Anak dan Dewasa Bisa Kena?

Memahami Penyebab Usus Terlipat (Intususepsi): Informasi Lengkap untuk Kesehatan Saluran Cerna

Usus terlipat, atau dalam istilah medis disebut intususepsi, adalah kondisi serius di mana satu bagian usus menyelinap ke bagian usus lainnya. Kondisi ini menyerupai teleskop yang melipat dirinya sendiri, dan dapat menghalangi makanan atau cairan melewati usus. Intususepsi dapat menyebabkan kurangnya suplai darah ke bagian usus yang terkena, berpotensi memicu kerusakan jaringan.

Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera karena dapat berakibat fatal jika tidak diobati. Memahami penyebab usus terlipat sangat penting untuk identifikasi dini dan pencegahan yang tepat.

Apa Itu Usus Terlipat (Intususepsi)?

Intususepsi adalah gangguan di mana segmen usus, yang disebut intussusceptum, masuk ke dalam segmen usus di sebelahnya, yang disebut intussuscipiens. Kejadian ini paling sering terjadi pada perbatasan usus kecil dan usus besar. Penyumbatan yang terjadi menghambat aliran makanan dan cairan, serta dapat menekan pembuluh darah yang memasok usus.

Jika tidak segera ditangani, tekanan pada pembuluh darah dapat menyebabkan iskemia atau kematian jaringan usus. Kondisi ini umum terjadi pada bayi dan anak kecil, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa.

Gejala Usus Terlipat yang Perlu Diketahui

Gejala intususepsi seringkali muncul secara tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. Pada anak-anak, gejala klasik meliputi nyeri perut yang datang dan pergi secara bergelombang, tangisan keras, dan menarik kaki ke dada. Gejala lain dapat berupa muntah (terkadang muntah kehijauan akibat empedu), kotoran berdarah atau berlendir yang menyerupai “jeli kismis”, serta lesu atau lemah.

Pada orang dewasa, gejala mungkin kurang spesifik dan bisa menyerupai kondisi pencernaan lain, seperti nyeri perut intermiten, mual, muntah, atau perubahan pola buang air besar. Diagnosis cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Mengapa Usus Bisa Terlipat? Memahami Penyebab Usus Terlipat

Penyebab utama usus terlipat (intususepsi) seringkali tidak diketahui secara pasti, atau disebut idiopatik. Namun, kondisi ini umumnya dipicu oleh adanya “titik pemicu” di dalam usus yang memungkinkan satu bagian menyelinap ke bagian lain.

Pada banyak kasus, pemicu ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening di dinding usus, seringkali akibat infeksi virus seperti flu perut (gastroenteritis). Pembengkakan ini menciptakan tonjolan yang menjadi ujung tombak bagi usus untuk “melipat” ke dalam segmen berikutnya.

Penyebab Usus Terlipat pada Anak-Anak

Intususepsi paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil, terutama antara usia 5 bulan hingga 3 tahun. Pada kelompok usia ini, sebagian besar kasus bersifat idiopatik, namun infeksi memegang peran penting sebagai faktor pemicu.

  • Infeksi Virus: Infeksi saluran pencernaan atau pernapasan atas, seperti flu perut (gastroenteritis) atau pilek, dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di dinding usus. Kelenjar yang membengkak ini dapat menjadi titik awal bagi usus untuk melipat.
  • Kelainan Struktural: Meskipun jarang, kondisi seperti divertikulum Meckel (kantong kecil di usus halus yang merupakan sisa perkembangan janin), polip, atau kista usus dapat bertindak sebagai titik pemicu.
  • Rotavirus Vaksin: Pada kasus yang sangat jarang, intususepsi pernah dikaitkan dengan vaksin rotavirus tertentu, terutama dosis pertama dan kedua. Risiko ini sangat rendah dan manfaat vaksin jauh lebih besar.

Infeksi virus merupakan pemicu paling umum pada anak-anak, dengan peradangan kelenjar usus akibat respons imun tubuh. Pembengkakan ini membentuk massa kecil yang kemudian ditarik oleh gerakan peristaltik usus, menyebabkan intususepsi.

Penyebab Usus Terlipat pada Orang Dewasa

Intususepsi pada orang dewasa jauh lebih jarang dibandingkan pada anak-anak, dan penyebabnya cenderung lebih spesifik. Pada orang dewasa, kondisi ini hampir selalu disebabkan oleh adanya kelainan struktural di usus.

  • Tumor atau Polip: Benjolan baik jinak (polip) maupun ganas (tumor) di dinding usus dapat menjadi titik pemicu. Tumor usus besar adalah penyebab paling umum intususepsi pada orang dewasa.
  • Penyakit Radang Usus (IBD): Kondisi seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif yang menyebabkan peradangan kronis dan penebalan dinding usus dapat memicu intususepsi.
  • Bekas Luka atau Adhesi: Jaringan parut atau perlengketan (adhesi) akibat operasi perut sebelumnya atau infeksi dapat menarik bagian usus untuk melipat.
  • Kelainan Lain: Divertikula (kantong kecil menonjol dari dinding usus), lipoma (tumor lemak), atau kista juga bisa menjadi penyebab.

Meskipun penyebab pada dewasa sering terkait dengan lesi organik, mekanisme dasar tetap sama: adanya massa atau kelainan yang menjadi “lead point” dan ditarik oleh peristaltik usus.

Diagnosis Usus Terlipat

Diagnosis intususepsi memerlukan evaluasi medis yang cermat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk palpasi perut untuk merasakan adanya massa atau tanda-tanda nyeri. Tes pencitraan adalah kunci utama dalam diagnosis.

Ultrasonografi perut seringkali menjadi pilihan pertama karena aman, non-invasif, dan efektif dalam mengidentifikasi intususepsi. Studi pencitraan lain seperti CT scan atau X-ray juga dapat digunakan, terutama pada orang dewasa untuk mencari penyebab yang mendasari.

Pengobatan dan Penanganan Usus Terlipat

Penanganan intususepsi harus segera dilakukan. Pada anak-anak, non-bedah seringkali menjadi pilihan pertama. Prosedur enema pneumatik atau hidrostatis, di mana udara atau cairan dimasukkan ke rektum, dapat membantu mendorong bagian usus yang terlipat kembali ke posisi normal.

Jika enema tidak berhasil atau jika ada tanda-tanda komplikasi seperti perforasi usus, operasi menjadi diperlukan. Pada orang dewasa, operasi seringkali menjadi penanganan awal karena tingginya kemungkinan penyebab struktural yang memerlukan pengangkatan.

Pencegahan Usus Terlipat

Karena banyak kasus intususepsi idiopatik, pencegahan spesifik sulit dilakukan. Namun, menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi virus dapat mengurangi risiko, terutama pada anak-anak. Vaksinasi rotavirus dapat membantu mencegah jenis gastroenteritis tertentu yang dapat memicu intususepsi, meskipun ada risiko yang sangat kecil terkait dengan vaksin itu sendiri.

Pada orang dewasa, deteksi dini dan penanganan kondisi underlying seperti tumor atau IBD dapat membantu mengurangi risiko. Konsultasi rutin dengan dokter penting untuk memantau kesehatan saluran cerna.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Intususepsi adalah keadaan darurat medis. Jika seseorang, terutama bayi atau anak kecil, menunjukkan gejala nyeri perut hebat yang bergelombang, muntah, atau buang air besar berdarah, segera cari pertolongan medis. Penundaan penanganan dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk perforasi usus, peritonitis, syok, dan kematian.

Diagnosis dan intervensi dini sangat krusial untuk hasil yang optimal. Jangan ragu untuk menghubungi layanan kesehatan terdekat atau berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc jika ada kekhawatiran terkait kesehatan saluran cerna.