• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin BCG  Tengah Diuji untuk Lawan Virus Corona 

Vaksin BCG  Tengah Diuji untuk Lawan Virus Corona 

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Demi mengakhiri pandemi COVID-19, kini para peneliti bahu membahu untuk menemukan vaksin. Namun, untuk mengembangkan vaksin tersebut, dibutuhkan waktu beberapa tahun untuk akhirnya didapatkan vaksin yang paling ampuh namun aman digunakan oleh siapa saja. Selagi vaksin corona masih terus dikembangkan, para ahli juga mengupayakan beberapa vaksin atau obat lainnya untuk membantu menyembuhkan pasien COVID-19.

Salah satu yang kini tengah diuji untuk melawan virus corona adalah vaksin BCG. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sebelumnya menganjurkan penggunaan vaksin untuk penyakit pernapasan. Sehingga vaksin BCG yang merupakan vaksin untuk mencegah tuberkulosis mungkin bisa bekerja melawan infeksi corona.

Baca juga: Apakah Inhalasi Hidrogen Bisa Bantu Perawatan Pasien COVID-19?

Vaksin BCG untuk Lawan Corona?

Dilansir dari Medical News Today, para peneliti tertarik untuk menyelidiki vaksin BCG terhadap COVID-19 karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vaksin ini mungkin mengurangi risiko beberapa infeksi pernapasan yang sama sekali tidak terkait dengan TB.

Misalnya dalam penelitian dari Spanyol menyebutkan bahwa vaksinasi BCG saat lahir dapat mengurangi rawat inap karena infeksi pernapasan dan sepsis. Demikian pula, penelitian yang dilakukan di Brasil menemukan hubungan antara imunisasi BCG dan penurunan risiko kematian akibat pneumonia pada anak-anak. 

Selain itu, dikutip dari New York Times, ahli juga mengatakan vaksin BCG bisa 'melatih' sistem imun untuk mengenali dan merespons berbagai infeksi virus, bakteri, hingga parasit. Ilmuwan di Melbourne, Australia, juga sudah memberikan vaksin BCG kepada ribuan tenaga medis. 

Nigel Curtis, peneliti penyakit menular di University of Melbourne dan Murdoch Children's Research Institute menjelaskan bahwa vaksin BCG memang bukan obat yang mujarab dalam melawan COVID-19. Namun menurutnya, uji coba ini bertujuan untuk menyelamatkan tenaga kesehatan yang terinfeksi sehingga mereka dapat kembali bekerja secara lebih cepat.

Masih belum jelas persis bagaimana dan mengapa ini disebut efek heterolog dari vaksin BCG. Namun, itu tampaknya disebabkan oleh peningkatan respons imun yang tidak spesifik.

Meskipun penelitian sampai saat ini mengenai pengaruh vaksin BCG terhadap SARS-CoV-2, para ilmuwan berharap bahwa ceritanya kelak bisa jadi serupa. Jika vaksin BCG dapat meningkatkan sistem kekebalan, itu mungkin mengurangi tingkat infeksi SARS-CoV-2 atau mengurangi keparahan COVID-19.

Baca juga: Akses Layanan Rapid Test Drive Thru Bisa Dilakukan Melalui Halodoc

Lebih Dalam Tentang Vaksin BCG

Melansir National Health Service UK, vaksin BCG adalah vaksin yang dibuat untuk melindungi dari tuberkulosis, yang juga dikenal sebagai TB. Penyakit ini adalah infeksi serius yang menyerang paru-paru dan kadang-kadang bagian tubuh lainnya, seperti tulang, persendian, dan ginjal. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menyebabkan meningitis. 

Vaksin BCG pertama kali tersedia pada tahun 1921, dan muncul pada Daftar Obat Esensial WHO. Lebih dari 100 juta bayi menerima vaksinasi BCG setiap tahun. Vaksin BCG dibuat dari strain bakteri TB yang melemah. Karena bakteri dalam vaksin lemah, maka memicu sistem kekebalan untuk melindungi terhadap penyakit. Kemudian, vaksin ini memberikan kekebalan yang baik kepada orang-orang yang menerimanya tanpa benar-benar membuat mereka merasakan gejala penyakit.

Vaksin ini 70 hingga 80 persen efektif terhadap bentuk TB yang paling parah, bahkan untuk meningitis TB pada anak-anak sekalipun. Namun, vaksin ini kurang efektif dalam mencegah penyakit pernapasan, yang merupakan bentuk TB yang lebih umum pada orang dewasa.

Baca juga: Seberapa Besar Risiko Bayi Baru Lahir Kena Corona

Apabila kamu masih ingin tahu mengenai manfaat vaksin BCG untuk perangi COVID-19, atau gaya hidup sehat untuk cegah penularan virus corona, kamu bisa bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Detik. Diakses pada 2020. Pernah Dipakai untuk TB, Ilmuwan Uji Vaksin BCG pada Virus Corona.
Irish Central. Diakses pada 2020. Researcher Says Existing Vaccine Could Help Prevent Coronavirus.
Kompas. Diakses pada 2020. Ahli Perancis dan Australia Uji Coba Vaksin BCG untuk Perangi Corona.
Medical News Today. Diakses pada 2020. COVID-19: Could TB Vaccine Offer Protection?
NHS UK. Diakses pada 2020. BCG Tuberculosis (TB) Vaccine Overview.