Vaksin Cacar Api Bisa Mencegah Demensia: Mitos atau Fakta?
Vaksin cacar api tidak hanya mencegah herpes zoster, tetapi juga berpotensi menurunkan risiko demensia pada lansia berdasarkan berbagai studi ilmiah terkini.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Vaksin Cacar Api?
- Studi: Vaksin Cacar Api dan Risiko Demensia
- Bagaimana Vaksinasi Dapat Mencegah Demensia?
- Bukti Tambahan dari Studi Lain
- Implikasi untuk Kesehatan Masyarakat
- Kesimpulan: Fakta, Bukan Mitos
Demensia, termasuk Alzheimer, menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pengidapnya, tetapi juga membawa beban besar bagi keluarga.
Selama ini, berbagai pendekatan telah dikembangkan untuk mengatasi demensia. Mulai dari pengobatan farmakologis, perubahan gaya hidup, hingga skrining dini.
Namun, sebuah temuan mengejutkan muncul dari studi terbaru, yakni aksin cacar api (herpes zoster) dilaporkan mampu menurunkan risiko terjadinya demensia. Apakah ini fakta ilmiah atau sekadar mitos? Simak penjelasannya lebih lanjut!
Apa Itu Vaksin Cacar Api?
Vaksin cacar api adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah herpes zoster, atau yang lebih dikenal sebagai cacar api. Penyakit ini muncul akibat aktifnya kembali virus cacar air (varicella zoster) di dalam tubuh.
Jadi, jika seseorang pernah terkena cacar air di masa kecil, virus penyebabnya sebenarnya tidak benar-benar hilang, melainkan “tidur” di dalam saraf tubuh.
Di kemudian hari, terutama saat daya tahan tubuh melemah atau seiring bertambahnya usia, virus ini bisa bangun kembali dan menyebabkan herpes zoster.
Herpes zoster bisa sangat menyakitkan. Gejalanya termasuk ruam merah yang muncul di satu sisi tubuh dan disertai nyeri hebat, bahkan bisa bertahan selama berminggu-minggu atau lebih.
Pahami lebih dalam tentang Herpes Zoster / Cacar Api – Gejala, Penyebab & Pengobatannya lewat artikel ini.
Karena itu, vaksin cacar api penting untuk mencegah kekambuhan virus ini, terutama pada orang yang berusia di atas 50 tahun.
Saat ini, ada dua jenis vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari herpes zoster:
1. Zostavax
Vaksin ini mengandung virus hidup yang dilemahkan. Artinya, virus di dalam vaksin sudah dimodifikasi agar tidak menimbulkan penyakit, tetapi cukup untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.
2. Shingrix
Vaksin ini merupakan jenis vaksin rekombinan. Artinya, vaksin tidak mengandung virus hidup sama sekali.
Shingrix bekerja dengan meniru bagian dari virus yang merangsang sistem imun, sehingga lebih aman dan efektif, terutama bagi orang tua dan mereka dengan sistem kekebalan yang lemah.
Saat ini, Shingrix lebih direkomendasikan oleh para ahli karena memberikan perlindungan yang lebih baik dan risiko efek sampingnya lebih rendah dibandingkan Zostavax.
Untuk tahu lebih dalam jenis vaksin ini, simak artikel berikut Vaksin Herpes Zoster (Shingrix) – Tujuan, Jenis, dan Prosedurnya berikut ini.
Studi: Vaksin Cacar Api dan Risiko Demensia
Sebuah penelitian besar yang dilakukan oleh para peneliti dari Stanford Medicine memberikan temuan menarik terkait hubungan antara vaksin cacar api dan risiko demensia.
Studi ini dipublikasikan di jurnal ilmiah ternama, Nature, dan melibatkan lebih dari 280.000 lansia di Wales, Inggris.
Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang mendapatkan vaksin herpes zoster (cacar api) memiliki kemungkinan 20 persen lebih rendah untuk terkena demensia dalam waktu tujuh tahun setelah divaksinasi, dibandingkan dengan orang seusia mereka yang tidak divaksin.
Artinya, vaksin yang awalnya ditujukan untuk mencegah penyakit kulit yang menyakitkan ini ternyata juga punya potensi untuk melindungi kesehatan otak.
Menariknya, studi ini memanfaatkan apa yang disebut sebagai “eksperimen alami”. Maksudnya, para peneliti tidak secara langsung membagi peserta menjadi kelompok yang divaksin dan tidak divaksin.
Sebaliknya, mereka menganalisis data dari program vaksinasi nasional di Wales, di mana pada tahun 2013, hanya orang yang berusia 79 tahun yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin herpes zoster.
Hal ini memungkinkan peneliti membandingkan kelompok usia yang sangat mirip. Misalnya, mereka yang berusia 78 atau 80 tahun, sehingga mengurangi bias dari perbedaan gaya hidup, kondisi kesehatan, atau faktor sosial ekonomi yang mungkin memengaruhi hasil penelitian.
Dengan pendekatan ini, hasil penelitian menjadi lebih kuat dan meyakinkan karena membandingkan kelompok yang nyaris identik. Hanya berbeda dalam hal menerima atau tidaknya vaksin.
Studi ini menjadi salah satu bukti awal bahwa vaksinasi mungkin tidak hanya melindungi dari infeksi, tetapi juga berperan dalam menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Bagaimana Vaksinasi Dapat Mencegah Demensia?
Meski penelitian masih berlangsung dan para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana vaksin cacar api bisa melindungi otak, ada beberapa penjelasan masuk akal yang bisa memberi gambaran.
Para ahli menyebutnya sebagai “hipotesis”, yaitu dugaan berbasis data yang masuk akal secara ilmiah. Berikut penjelasannya:
1. Mengurangi Peradangan di Otak
Infeksi herpes zoster tidak hanya menyebabkan ruam di kulit, tetapi juga bisa memicu peradangan yang cukup serius pada sistem saraf. Peradangan inilah yang berpotensi merusak jaringan otak dan memicu gangguan daya ingat atau demensia seiring waktu.
Nah, karena vaksin bisa mencegah virus herpes zoster bangkit kembali di tubuh, otomatis risiko peradangan di otak pun ikut berkurang.
2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Saat seseorang menerima vaksin, sistem imun tubuh dilatih untuk mengenali dan melawan virus penyebab penyakit. Vaksin herpes zoster tidak hanya melindungi dari cacar api, tapi juga membantu menjaga kekebalan tubuh secara umum.
Sistem imun yang kuat dapat melindungi otak dari infeksi atau kerusakan yang bisa mempercepat penurunan fungsi kognitif.
3. Mencegah Komplikasi yang Mengganggu Fungsi Otak
Salah satu komplikasi dari herpes zoster yang cukup sering terjadi adalah neuralgia pasca-herpes, yaitu nyeri saraf berkepanjangan yang bisa berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh.
Rasa sakit ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, tapi juga berdampak pada suasana hati, tidur, dan fungsi otak secara keseluruhan.
Dengan mencegah herpes zoster, vaksinasi juga menurunkan risiko munculnya komplikasi ini, sehingga membantu menjaga kesehatan mental dan kognitif.
Kesimpulannya, meski para peneliti masih terus menggali lebih dalam bagaimana tepatnya vaksin bekerja dalam mencegah demensia.
Bukti awal menunjukkan bahwa vaksin cacar api bukan hanya melindungi kulit, tetapi juga bisa punya efek positif dalam menjaga daya ingat dan fungsi otak di usia tua.
Kamu Mengidap Cacar Api? Segera Konsultasikan dengan Dokter Ini untuk tahu penanganan yang tepat.
Bukti Tambahan dari Studi Lain
Penelitian tentang kaitan antara vaksin cacar api dan penurunan risiko demensia tidak hanya dilakukan oleh satu institusi.
Studi yang diterbitkan dalam JAMA, meneliti data lansia di Australia. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin Zostavax secara gratis memiliki kemungkinan 1,8 persen lebih rendah untuk didiagnosis demensia dibandingkan mereka yang tidak menerima vaksin.
Meski persentasenya terlihat kecil, ini tetap signifikan dalam skala populasi dan menunjukkan bahwa vaksinasi bisa memberikan manfaat tambahan di luar tujuan awalnya.
Dengan semakin banyaknya bukti yang mengarah ke manfaat vaksin cacar api, vaksin ini menjadi salah satu langkah pencegahan yang layak dipertimbangkan oleh para lansia dan tenaga medis.
Apalagi, vaksinasi termasuk tindakan yang relatif mudah, aman, dan biaya jangka panjangnya jauh lebih rendah dibandingkan biaya perawatan demensia.
Implikasi untuk Kesehatan Masyarakat
Temuan dari berbagai studi terkait manfaat vaksin cacar api bukan hanya penting bagi individu, tetapi juga memiliki dampak besar bagi kebijakan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Berikut beberapa implikasi penting yang perlu diperhatikan:
- Pencegahan Ganda: Vaksinasi tidak hanya mencegah herpes zoster tetapi juga dapat mengurangi risiko demensia.
- Biaya Efektif: Dengan biaya vaksinasi yang relatif rendah dibandingkan dengan perawatan demensia, ini bisa menjadi strategi pencegahan yang hemat biaya.
- Kampanye Vaksinasi: Meningkatkan kesadaran dan akses terhadap vaksinasi herpes zoster dapat menjadi langkah penting dalam strategi kesehatan masyarakat untuk mengurangi beban demensia.
Kesimpulan: Fakta, Bukan Mitos
Berdasarkan bukti dari berbagai studi, klaim bahwa vaksin cacar api dapat mengurangi risiko demensia bukanlah mitos.
Meskipun mekanisme pastinya masih diteliti, data menunjukkan hubungan yang signifikan antara vaksinasi dan penurunan risiko demensia.
Bagi individu berusia 50 tahun ke atas, terutama mereka yang belum divaksinasi, mempertimbangkan vaksinasi herpes zoster dapat menjadi langkah proaktif untuk melindungi kesehatan otak di masa depan.
Itulah penjelasan seputar vaksin cacar api mencegah demensia yang perlu kamu ketahui.
Jika kamu punya pertanyaan lain terkait cacar api, hubungi dokter spesialis saraf di Halodoc saja!
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!


