Ad Placeholder Image

Varikokel Adalah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Februari 2026

Varikokel Adalah: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Varikokel Adalah: Gejala, Penyebab, dan PengobatanVarikokel Adalah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Varikokel?
  2. Gejala Varikokel
  3. Penyebab Varikokel
  4. Diagnosis Varikokel
  5. Pengobatan Varikokel
  6. Komplikasi Varikokel
  7. Pencegahan Varikokel
  8. Kapan Harus ke Dokter?
  9. Rekomendasi Halodoc

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena di dalam skrotum, yaitu kantung kulit yang menggantung di bawah penis dan berisi testis. Kondisi ini mirip dengan varises yang terjadi pada kaki. Varikokel lebih sering terjadi pada sisi kiri skrotum, dan umumnya tidak berbahaya. Namun, varikokel dapat menyebabkan nyeri, infertilitas, dan penyusutan testis.

Apa Itu Varikokel?

Varikokel adalah pembesaran vena di dalam skrotum. Vena ini berfungsi mengembalikan darah dari testis ke jantung. Varikokel terbentuk ketika katup di dalam vena ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga darah mengumpul dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini lebih umum terjadi pada pria usia 15-25 tahun.

Gejala Varikokel

Varikokel seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, beberapa pria mungkin mengalami:

  • Nyeri tumpul atau tidak nyaman pada skrotum.
  • Rasa berat atau pegal di skrotum.
  • Pembengkakan pada skrotum.
  • Pembesaran vena yang terlihat atau teraba di skrotum (sering digambarkan seperti “sekantong cacing”).
  • Ukuran testis yang berbeda (testis yang terkena mungkin lebih kecil).
  • Infertilitas (kesulitan memiliki anak).

Nyeri akibat varikokel dapat memburuk setelah berdiri lama atau berolahraga, dan biasanya mereda saat berbaring.

Penyebab Varikokel

Penyebab pasti varikokel belum diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar ahli percaya bahwa varikokel terjadi akibat kerusakan atau tidak berfungsinya katup di dalam vena spermatika. Katup ini seharusnya menjaga aliran darah tetap bergerak menuju jantung. Ketika katup ini tidak berfungsi dengan baik, darah dapat mengumpul di dalam vena, menyebabkan pembengkakan dan pelebaran vena.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya varikokel meliputi:

  • Riwayat varikokel dalam keluarga.
  • Posisi vena spermatika (vena sebelah kiri lebih rentan).
  • Masalah anatomi lainnya pada pembuluh darah.

Diagnosis Varikokel

Dokter biasanya dapat mendiagnosis varikokel melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa skrotum untuk mencari pembengkakan atau pembesaran vena. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dalam posisi berdiri dan berbaring.

Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan meliputi:

  • USG skrotum: Menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur di dalam skrotum.
  • Pemeriksaan sperma: Untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma, terutama jika pasien mengalami infertilitas.

Pengobatan Varikokel

Tidak semua varikokel memerlukan pengobatan. Jika varikokel tidak menimbulkan gejala atau tidak menyebabkan masalah infertilitas, pengobatan mungkin tidak diperlukan. Namun, jika varikokel menyebabkan nyeri, atrofi testis, atau infertilitas, beberapa pilihan pengobatan dapat dipertimbangkan:

  • Pembedahan (Varikocelektomi): Prosedur untuk mengikat atau mengangkat vena yang terkena.
  • Embolisasi Varikokel: Prosedur minimal invasif di mana dokter memasukkan kateter ke dalam vena dan menggunakan koil atau zat lain untuk memblokir aliran darah ke vena yang terkena.
  • Pemberian Obat-obatan: Obat pereda nyeri dapat diberikan untuk meredakan nyeri ringan.

Komplikasi Varikokel

Varikokel dapat menyebabkan beberapa komplikasi, termasuk:

  • Infertilitas: Varikokel dapat meningkatkan suhu di sekitar testis, yang dapat mengganggu produksi sperma.
  • Atrofi Testis: Varikokel dapat menyebabkan penyusutan testis yang terkena.
  • Nyeri Kronis: Varikokel dapat menyebabkan nyeri skrotum yang kronis.

Pencegahan Varikokel

Tidak ada cara pasti untuk mencegah varikokel. Namun, menjaga gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan menghindari merokok, dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala varikokel, terutama jika mengalami nyeri skrotum, pembengkakan, atau kesulitan memiliki anak.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami gejala varikokel atau memiliki kekhawatiran tentang kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai.