
Wajib Tahu, Ini Angka TDS yang Layak untuk Diminum
“TDS, atau total dissolved solid, adalah cara untuk memastikan air yang dikonsumsi bersih dan bebas dari berbagai zat berbahaya. Maka dari itu, perlu tahu angka TDS jika air minum tersebut aman dikonsumsi.”

DAFTAR ISI
- Apa Itu TDS (Total Dissolved Solids)?
- Kandungan Utama dalam Padatan Terlarut
- Standar Angka TDS yang Aman Menurut Kemenkes dan WHO
- Dampak TDS Tinggi terhadap Kesehatan dan Lingkungan
- Cara Efektif Menurunkan Kadar TDS dalam Air
- Studi Terkait Kualitas Air Minum
- FAQ Mengenai TDS
Air adalah komponen vital bagi tubuh manusia, namun tidak semua air bening layak dan aman untuk dikonsumsi. Salah satu parameter yang sering digunakan untuk mengukur kualitas air minum adalah TDS. Banyak orang sering mendengar istilah ini saat membeli filter air atau air minum dalam kemasan, namun belum sepenuhnya memahami apa itu TDS dan mengapa angka tersebut sangat penting bagi kesehatan jangka panjang.
TDS adalah indikator yang menunjukkan jumlah total zat padat yang terlarut dalam air, mulai dari mineral bermanfaat hingga kontaminan yang berpotensi berbahaya. Memahami kadar padatan terlarut dalam sumber air rumah tangga kamu dapat membantu mencegah risiko gangguan ginjal, masalah pencernaan, hingga kerusakan pada peralatan rumah tangga akibat kerak mineral.
Penting bagi kamu untuk selalu waspada terhadap kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari. Jika kamu mengalami keluhan kesehatan seperti diare berulang atau nyeri perut setelah mengonsumsi air dari sumber tertentu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Nah, mau tahu apa itu TDS lebih mendalam dan berapa angka yang ideal untuk air minum kamu? Berikut ulasannya!
Apa Itu TDS (Total Dissolved Solids)?
TDS adalah singkatan dari Total Dissolved Solids, yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Total Padatan Terlarut. Secara definisi, TDS merepresentasikan jumlah total partikel padat, seperti garam, logam, dan mineral, yang terlarut dalam sejumlah volume air tertentu. Satuan yang digunakan untuk mengukur TDS biasanya adalah miligram per liter (mg/L) atau parts per million (ppm).
Padatan terlarut ini berasal dari berbagai sumber, baik alami maupun aktivitas manusia. Secara alami, air yang mengalir di sungai atau tersimpan di dalam tanah akan melarutkan mineral dari bebatuan dan tanah yang dilewatinya. Namun, angka TDS juga bisa meningkat drastis akibat limbah industri, penggunaan pupuk kimia di lahan pertanian, serta kebocoran pipa saluran air.
Kandungan Utama dalam Padatan Terlarut
Zat-zat yang terhitung dalam TDS umumnya meliputi campuran garam anorganik dan sedikit senyawa organik. Beberapa konstituen utama yang sering ditemukan dalam pemeriksaan TDS meliputi:
- Kalsium dan Magnesium: Dua mineral utama yang menentukan tingkat kesadahan air.
- Natrium dan Kalium: Elektrolit penting bagi tubuh, namun bisa merusak rasa air jika kadarnya terlalu tinggi.
- Karbonat dan Bikarbonat: Berperan dalam menjaga keseimbangan pH air.
- Klorida dan Sulfat: Jika kadarnya berlebihan, dapat menyebabkan efek pencahar atau rasa pahit pada air.
- Logam Berat: Seperti timbal, arsenik, atau tembaga yang mungkin masuk melalui pipa yang korosif.
Standar Angka TDS yang Aman Menurut Kemenkes dan WHO
Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) telah menetapkan batas maksimal TDS untuk air minum yang layak konsumsi adalah 500 mg/L (ppm). Angka ini sejalan dengan panduan dari World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa air dengan kadar TDS di bawah 300 ppm dianggap sangat baik secara estetika (rasa), sedangkan air di atas 1.000 ppm dianggap tidak layak minum karena rasa yang tidak enak dan potensi risiko kesehatan.
Klasifikasi Kualitas Air Berdasarkan TDS (ppm)
- 0 – 50 ppm: Air dengan kemurnian tinggi (biasanya hasil proses Reverse Osmosis atau distilasi).
- 50 – 300 ppm: Sangat baik, ideal untuk dikonsumsi dan memiliki rasa yang segar.
- 300 – 600 ppm: Masih dianggap baik dan aman dikonsumsi menurut standar kesehatan.
- 600 – 900 ppm: Kurang baik, rasa air mulai terasa payau atau tidak sedap.
- Di atas 1.200 ppm: Tidak layak minum dan berisiko bagi kesehatan.
Dampak TDS Tinggi terhadap Kesehatan dan Lingkungan
Kadar TDS yang sangat tinggi dalam air minum tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi fisik dan fungsi organ tubuh manusia. Berikut adalah beberapa dampak yang perlu kamu waspadai:
1. Beban Kerja Ginjal Meningkat
Air dengan kandungan mineral anorganik yang terlalu tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring zat-zat tersebut. Dalam jangka panjang, konsumsi air dengan TDS tinggi yang disertai dengan mineral yang sulit diserap tubuh dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
2. Gangguan Pencernaan
Beberapa jenis garam terlarut, seperti magnesium sulfat (garam Epsom) yang sering ditemukan pada air dengan TDS tinggi, memiliki efek laksatif atau pencahar. Hal ini dapat menyebabkan diare atau perut kembung, terutama pada anak-anak atau individu dengan sistem pencernaan sensitif.
3. Masalah Kulit dan Rambut
Menggunakan air dengan TDS tinggi (air sadah) untuk mandi dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi. Sisa mineral yang tertinggal di permukaan kulit dapat menyumbat pori-pori dan memperparah kondisi seperti eksim.
Jika kamu membutuhkan perlindungan tambahan dari dalam untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima di tengah kualitas lingkungan yang kurang baik, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, termasuk berbagai vitamin dan suplemen harian.
Cara Efektif Menurunkan Kadar TDS dalam Air
Jika hasil pengukuran menunjukkan bahwa air di rumah kamu memiliki kadar TDS yang melebihi ambang batas aman, jangan khawatir. Ada beberapa teknologi yang bisa kamu gunakan:
- Reverse Osmosis (RO): Teknologi ini menggunakan membran semi-permeabel untuk menyaring hingga 99% padatan terlarut. Ini adalah cara paling efektif untuk menurunkan angka TDS secara signifikan.
- Distilasi (Penyulingan): Proses penguapan air dan pengembunan kembali. Zat padat akan tertinggal di wadah penguapan, sehingga menghasilkan air murni.
- Deionisasi: Menggunakan resin penukar ion untuk menarik ion-ion mineral dari air.
Studi Mengenai Kualitas Air Minum
World Health Organization (WHO) menerbitkan studi dalam panduan kualitas air minum yang menjelaskan bahwa TDS bukanlah parameter kesehatan primer, namun merupakan parameter estetika penting yang memengaruhi penerimaan konsumen. Studi tersebut mencatat bahwa air dengan TDS yang sangat rendah (mendekati nol) juga perlu diperhatikan karena mungkin kekurangan mineral esensial seperti kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tubuh.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa keseimbangan mineral dalam air minum berperan penting dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, target TDS ideal adalah berada di rentang menengah, tidak terlalu tinggi namun tidak benar-benar kosong dari mineral bermanfaat.
Penting untuk selalu memantau kualitas air minum keluarga guna mencegah masalah kesehatan di masa depan. Jika kamu merasa kualitas air di lingkunganmu buruk dan mulai merasakan gejala kesehatan yang tidak biasa, segera bicarakan dengan ahlinya.
Selain memantau kualitas air, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan kesehatan lainnya seperti vitamin di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Total Dissolved Solids in Drinking-water.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.
Safe Drinking Water Foundation. Diakses pada 2026. TDS and pH.
Water Quality Association. Diakses pada 2026. Total Dissolved Solids (TDS).
FAQ
1. Apakah TDS 0 aman untuk diminum?
Secara medis aman dan tidak beracun, namun air dengan TDS 0 (air murni) tidak mengandung mineral esensial yang dibutuhkan tubuh. Beberapa ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi air tanpa mineral dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa asupan mineral yang cukup dari makanan.
2. Apakah memasak air bisa menurunkan angka TDS?
Tidak. Memasak air hanya membunuh mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Justru, merebus air dalam waktu lama dapat meningkatkan konsentrasi TDS karena sebagian volume air menguap sementara zat padatnya tetap tertinggal.
3. Bagaimana cara mengukur TDS di rumah?
Kamu bisa menggunakan alat praktis bernama TDS Meter digital. Cukup celupkan ujung alat ke dalam sampel air, dan layar akan menunjukkan angka total padatan terlarut dalam satuan ppm.
4. Apakah TDS tinggi selalu berarti air tersebut beracun?
Tidak selalu. TDS tinggi bisa saja disebabkan oleh mineral bermanfaat seperti kalsium. Namun, TDS yang sangat tinggi (di atas 1.000 ppm) meningkatkan risiko adanya zat berbahaya seperti nitrat atau logam berat yang terlarut.
Punya Keluhan Kesehatan akibat Kualitas Air yang Buruk? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


