Ad Placeholder Image

Wajib Tahu! Suntik Campak Berapa Kali Dosisnya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Suntik Campak Berapa Kali Sih? Ini Jadwal Lengkapnya

Wajib Tahu! Suntik Campak Berapa Kali Dosisnya?Wajib Tahu! Suntik Campak Berapa Kali Dosisnya?

Suntik Campak Berapa Kali Sebaiknya Dilakukan? Ini Jadwal Lengkapnya

Imunisasi campak adalah langkah krusial dalam melindungi individu dari penyakit campak yang sangat menular. Pertanyaan mengenai suntik campak berapa kali perlu dilakukan sering muncul, terutama bagi orang tua dan juga orang dewasa yang belum pernah divaksinasi. Umumnya, imunisasi campak diberikan beberapa dosis sesuai kelompok usia untuk membangun kekebalan optimal.

Menurut jadwal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak-anak akan menerima imunisasi campak sebanyak tiga kali. Sementara itu, untuk orang dewasa yang belum memiliki kekebalan terhadap campak, dosis yang dianjurkan bisa 1 hingga 2 kali, bergantung pada risiko paparan.

Apa Itu Suntik Campak dan Pentingnya?

Suntik campak atau imunisasi campak adalah pemberian vaksin untuk mencegah penyakit campak. Campak adalah infeksi virus yang sangat menular, ditandai dengan ruam merah pada kulit, demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian, terutama pada anak-anak.

Vaksin campak mengandung virus campak yang sudah dilemahkan, yang bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi tanpa menyebabkan penyakit. Ada dua jenis vaksin yang umum digunakan, yaitu MR (Measles-Rubella) yang melindungi dari campak dan rubella, serta MMR (Measles-Mumps-Rubella) yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.

Pemberian vaksin ini sangat penting tidak hanya untuk melindungi individu yang divaksinasi, tetapi juga untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Kekebalan kelompok melindungi anggota masyarakat yang tidak dapat divaksinasi, seperti bayi terlalu muda atau individu dengan kondisi medis tertentu.

Suntik Campak Berapa Kali untuk Anak?

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal imunisasi campak untuk anak-anak diberikan sebanyak tiga kali untuk mencapai perlindungan maksimal.

  • Dosis Pertama (Vaksin MR): Imunisasi campak dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan. Vaksin MR melindungi anak dari campak dan rubella.
  • Dosis Kedua/Booster (Vaksin MR atau MMR): Dosis booster pertama diberikan saat anak berusia 18 bulan. Pada dosis ini, bisa digunakan vaksin MR atau MMR, yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella. Dosis ini penting untuk memperkuat kekebalan yang sudah terbentuk.
  • Dosis Ketiga/Booster (Vaksin MR atau MMR): Booster kedua diberikan saat anak berada di Sekolah Dasar (SD) kelas 1, umumnya pada usia 5-7 tahun. Seperti dosis kedua, vaksin yang digunakan bisa MR atau MMR. Dosis ini memastikan kekebalan bertahan lama hingga dewasa.

Melengkapi ketiga dosis ini sangat direkomendasikan untuk memberikan perlindungan terbaik terhadap penyakit campak sepanjang masa kanak-kanak.

Suntik Campak Berapa Kali untuk Dewasa yang Belum Divaksin?

Bagi orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi campak sama sekali atau tidak yakin dengan riwayat imunisasinya, imunisasi campak tetap dianjurkan. Vaksin yang digunakan biasanya MMR atau MR.

  • Jumlah Dosis: Dosis yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 kali, tergantung pada tingkat risiko paparan. Jika seseorang berisiko tinggi terpapar campak, seperti petugas kesehatan atau individu yang akan bepergian ke daerah endemis, dua dosis lebih disarankan.
  • Jeda Antar Dosis: Jika diperlukan dua dosis, jeda waktu antar dosis kedua adalah minimal 4 minggu.

Penting bagi orang dewasa untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jadwal dan jenis vaksin yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan riwayat paparan.

Efek Samping Suntik Campak yang Perlu Diketahui

Seperti vaksin lainnya, imunisasi campak dapat menimbulkan efek samping, namun umumnya ringan dan bersifat sementara. Efek samping umum meliputi:

  • Demam ringan.
  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak pada area suntikan.
  • Ruam ringan yang tidak menular, biasanya muncul 5-12 hari setelah vaksinasi.

Efek samping serius sangat jarang terjadi. Jika ada kekhawatiran atau efek samping yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Kesimpulan

Mengetahui suntik campak berapa kali diperlukan adalah kunci untuk memberikan perlindungan optimal dari penyakit campak. Ikuti jadwal imunisasi campak yang telah direkomendasikan IDAI untuk anak-anak, yaitu tiga dosis pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5-7 tahun. Untuk orang dewasa yang belum divaksinasi, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan kebutuhan 1 atau 2 dosis sesuai risiko.

Jangan tunda imunisasi untuk anggota keluarga. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau menjadwalkan konsultasi terkait imunisasi campak, Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis dan informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya.