Ad Placeholder Image

Waspada Anak Sariawan dan Demam Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Penyebab Anak Sariawan dan Demam Serta Cara Mengatasinya

Waspada Anak Sariawan dan Demam Serta Cara MengatasinyaWaspada Anak Sariawan dan Demam Serta Cara Mengatasinya

Memahami Kondisi Anak Sariawan dan Demam

Kondisi anak sariawan dan demam merupakan permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh balita dan anak usia sekolah. Sariawan atau stomatitis adalah luka terbuka kecil yang muncul di dalam rongga mulut, seperti pada gusi, lidah, atau bagian dalam pipi. Ketika sariawan disertai dengan kenaikan suhu tubuh, hal ini biasanya menandakan adanya sistem imun yang sedang bereaksi terhadap infeksi atau peradangan sistemik.

Munculnya luka di mulut membuat proses makan dan minum menjadi menyakitkan bagi si kecil. Kondisi ini sering kali memicu perilaku rewel, gangguan tidur, hingga penurunan nafsu makan yang drastis. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala pendukung lainnya guna menentukan apakah kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera atau dapat dirawat secara mandiri di rumah.

Penyebab Utama Anak Sariawan dan Demam

Infeksi virus menjadi faktor paling dominan yang menyebabkan munculnya anak sariawan dan demam secara bersamaan. Salah satu yang paling umum adalah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang sering disebut sebagai Flu Singapura. Penyakit ini biasanya menyerang anak usia 1 sampai 3 tahun dan ditandai dengan luka di mulut serta munculnya bintik merah atau lepuhan di telapak tangan dan kaki.

Selain HFMD, infeksi Herpes Simplex Virus (HSV) juga sering menjadi penyebab sariawan yang menyakitkan pada anak-anak. Infeksi primer HSV sering kali menyebabkan gusi membengkak, kemerahan, dan munculnya gelembung-gelembung kecil berisi cairan di area mulut yang pecah menjadi sariawan. Virus ini biasanya disertai dengan demam tinggi yang muncul tiba-tiba sebagai respon pertahanan tubuh.

Penurunan stamina dan daya tahan tubuh juga memegang peranan penting dalam munculnya kondisi ini. Kelelahan yang ekstrem, kurangnya waktu tidur, serta asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat membuat tubuh anak lebih rentan terhadap serangan patogen. Ketika imunitas menurun, luka kecil di mulut akibat gigitan atau sikat gigi yang terlalu keras dapat dengan mudah berkembang menjadi sariawan yang memicu reaksi demam ringan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai pada Anak

Gejala yang muncul saat anak sariawan dan demam bisa bervariasi tergantung pada penyebab dasarnya. Selain luka berwarna putih atau kekuningan dengan tepian merah di mulut, anak mungkin akan mengalami air liur yang keluar lebih banyak atau drooling. Rasa nyeri yang hebat sering kali membuat anak menolak untuk menelan, sehingga risiko dehidrasi menjadi perhatian utama selama masa pemulihan.

Beberapa tanda lain yang menyertai infeksi virus meliputi pembengkakan kelenjar getah bening di area leher atau bawah rahang. Jika penyebabnya adalah Flu Singapura, maka akan terlihat ruam kemerahan yang tidak gatal pada bagian tubuh tertentu. Orang tua perlu memantau suhu tubuh anak secara berkala menggunakan termometer untuk memastikan demam tidak mencapai level yang membahayakan.

Cara Menangani Anak Sariawan dan Demam di Rumah

Langkah pertama dalam menangani anak sariawan dan demam adalah memastikan asupan cairan tetap terpenuhi agar anak terhindar dari dehidrasi. Berikan air putih, susu, atau jus buah yang tidak asam secara perlahan dalam porsi kecil namun sering. Penggunaan sendok, sedotan, atau sippy cup dapat menjadi solusi jika penggunaan botol susu justru memperparah rasa nyeri akibat gesekan pada luka sariawan.

Penyajian makanan juga harus diperhatikan dengan memberikan tekstur yang lembut dan suhu yang cenderung dingin. Bubur saring, nasi lembek, yogurt, atau es krim dapat membantu meredakan rasa perih pada area sariawan sekaligus memberikan asupan kalori. Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar proses regenerasi sel dan pemulihan sistem imun dapat berjalan dengan optimal selama masa sakit.

Menjaga kebersihan rongga mulut tetap harus dilakukan meskipun anak sedang merasa nyeri. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang sangat lembut atau kain kasa bersih untuk membersihkan sisa makanan di area yang tidak terluka. Kompres dingin pada area luar mulut atau memberikan es batu kecil yang dibungkus kain bersih untuk diisap juga dapat membantu mengurangi peradangan dan memberikan efek mati rasa sementara.

Rekomendasi Obat Demam untuk Anak

Untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat nyeri sariawan, penggunaan obat penurun panas sangat dianjurkan.

Paracetamol yang terkandung di dalamnya memiliki profil keamanan yang baik jika diberikan sesuai dosis yang tepat. Memberikan obat ini dapat membantu anak merasa lebih tenang, sehingga mereka lebih mudah untuk mengonsumsi cairan dan makanan lunak yang dibutuhkan.

Hal yang Harus Dihindari Saat Anak Sariawan

Selama masa pemulihan, terdapat beberapa hal yang wajib dihindari agar luka tidak semakin parah atau teriritasi. Orang tua sebaiknya tidak memberikan makanan yang bersifat pedas, asam, atau asin secara berlebihan karena zat tersebut dapat memicu rasa perih yang hebat. Makanan yang bertekstur keras atau renyah seperti kerupuk juga sebaiknya dihentikan sementara agar tidak melukai area sariawan lebih lanjut.

Penggunaan dot bayi atau pacifier perlu dibatasi atau dihentikan sementara jika posisinya menggesek bagian sariawan secara langsung. Selain itu, hindari memberikan minuman yang terlalu panas karena suhu tinggi dapat memperlebar pembuluh darah di area peradangan dan meningkatkan rasa nyeri. Kebersihan tangan orang tua dan pengasuh juga harus dijaga agar tidak terjadi infeksi sekunder pada luka yang sedang terbuka.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus anak sariawan dan demam dapat sembuh dengan perawatan mandiri, terdapat kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera. Kondisi sariawan yang sangat luas, berjumlah banyak, atau tidak menunjukkan tanda perbaikan setelah dua minggu juga perlu mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

Tanda-tanda bahaya lainnya meliputi kondisi anak yang sangat lemas, tampak sangat mengantuk, atau rewel yang tidak kunjung berhenti. Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti buang air kecil yang sangat sedikit, mulut tampak sangat kering, atau tidak ada air mata saat menangis, maka penanganan medis di rumah sakit mungkin diperlukan. Diagnosis pasti oleh dokter akan membantu menentukan apakah anak memerlukan terapi antivirus atau pengobatan tambahan lainnya.

Kesimpulan dan Saran Medis

Mengatasi anak sariawan dan demam memerlukan kesabaran serta ketelitian dalam memantau gejala yang muncul. Penanganan yang tepat berfokus pada peredaan gejala nyeri, penurunan suhu tubuh, dan pencegahan dehidrasi melalui pemberian nutrisi yang sesuai. Konsultasi medis secara daring melalui Halodoc dapat dilakukan untuk mendapatkan saran dari dokter spesialis anak secara cepat mengenai dosis obat dan langkah penanganan di rumah.

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, masa penyembuhan anak dapat berjalan lebih singkat dan risiko komplikasi dapat diminimalisir. Tetap jaga kebersihan lingkungan dan nutrisi anak untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan virus di masa mendatang.