Yuk Kenali! Ciri Ciri Orang Terkena Demam Berdarah

Mengenal Ciri-ciri Orang Terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Penanganannya
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini seringkali menjadi ancaman serius, terutama di daerah tropis dan subtropis. Mengenali ciri-ciri orang terkena demam berdarah secara dini sangat penting untuk penanganan cepat dan tepat.
Gejala DBD dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Pada kasus yang parah, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius seperti syok dan perdarahan, bahkan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.
Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi, gejala penyakit akan mulai muncul.
Penting untuk memahami tahapan penyakit DBD. Fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan memiliki ciri-ciri yang berbeda. Setiap fase memerlukan perhatian khusus.
Ciri-ciri Orang Terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)
Ciri-ciri orang terkena demam berdarah umumnya muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk. Gejala-gejala ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat keparahannya.
Gejala Umum
Beberapa gejala umum yang sering dialami oleh penderita DBD antara lain:
- Demam Tinggi Mendadak: Suhu tubuh dapat naik tiba-tiba hingga 39-40°C. Demam seringkali sulit turun meskipun sudah mengonsumsi obat penurun panas. Pola demam bisa menyerupai pelana kuda, yaitu turun sebentar lalu naik kembali.
- Sakit Kepala Hebat: Nyeri kepala terasa sangat intens, terutama di area belakang mata.
- Nyeri Badan: Otot, sendi, dan tulang terasa sangat nyeri, seringkali digambarkan seperti nyeri tulang patah. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa sangat tidak nyaman.
- Kelelahan dan Lemah: Tubuh menjadi sangat lesu, lemas, dan tidak bertenaga. Penderita mungkin merasa sangat ingin beristirahat.
- Mual dan Muntah: Gejala ini sering disertai dengan hilangnya nafsu makan. Penderita mungkin kesulitan untuk mengonsumsi makanan dan minuman.
- Ruam Merah: Bintik-bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit. Ruam ini biasanya muncul beberapa hari setelah demam.
Tanda Perdarahan (Waspada!)
Tanda perdarahan merupakan gejala serius yang memerlukan perhatian medis segera. Gejala ini mengindikasikan bahwa DBD telah mencapai tahap yang lebih parah.
- Mimisan: Terjadi perdarahan dari hidung.
- Gusi Berdarah: Gusi mudah berdarah, bahkan dengan sentuhan ringan.
- Mudah Memar: Kulit mudah mengalami memar atau lebam tanpa benturan yang berarti.
- Darah dalam Muntahan atau Tinja: Penemuan darah dalam muntahan atau tinja adalah tanda sangat serius. Ini menunjukkan adanya perdarahan internal yang harus segera ditangani.
Tanda Fase Kritis (Syok Dengue)
Fase kritis DBD biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-5, saat demam mulai turun. Kondisi ini seringkali mengecoh karena penderita tampak membaik. Namun, pada fase ini, kondisi justru bisa memburuk drastis karena kebocoran plasma.
Tanda-tanda syok dengue meliputi:
- Napas Cepat: Penderita mulai bernapas dengan cepat dan dangkal.
- Kulit Pucat, Dingin, dan Berkeringat: Kulit terasa dingin dan basah, serta terlihat pucat.
- Sangat Gelisah atau Lemas Luar Biasa: Penderita bisa menjadi sangat gelisah atau sebaliknya, sangat lemas hingga sulit merespons.
- Penurunan Kesadaran: Kesadaran penderita dapat menurun secara drastis.
- Sesak Napas: Penumpukan cairan di paru-paru dapat menyebabkan sesak napas.
Jika ada gejala fase kritis ini, penting untuk segera mencari pertolongan medis. Kondisi ini dapat mengancam nyawa jika terlambat ditangani.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Apabila seseorang mengalami demam tinggi mendadak yang tidak kunjung turun dalam 2-3 hari, disertai beberapa ciri-ciri orang terkena demam berdarah seperti sakit kepala, nyeri otot, mual, atau ruam, segera konsultasikan ke dokter.
Terlebih lagi jika muncul tanda-tanda perdarahan atau gejala fase kritis. Penanganan medis yang cepat akan membantu memantau kondisi pasien dan mencegah komplikasi serius.
Penanganan Awal dan Peran Obat Demam
Penanganan awal DBD berfokus pada meredakan gejala dan mencegah dehidrasi. Penderita DBD dianjurkan untuk beristirahat total dan mengonsumsi banyak cairan.
Pastikan penggunaan sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau yang tertera pada kemasan.
Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen tanpa anjuran dokter karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pada penderita DBD.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue
Pencegahan DBD adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga. Cara paling efektif adalah dengan memberantas sarang nyamuk.
Tindakan pencegahan meliputi 3M Plus:
- Menguras: Rutin menguras penampungan air seperti bak mandi dan vas bunga.
- Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air.
- Mendaur ulang: Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
- Plus: Menaburkan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu, memakai losion anti nyamuk, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
Kesimpulan: Layanan Halodoc untuk Demam Berdarah
Mengenali ciri-ciri orang terkena demam berdarah adalah kunci untuk penanganan yang tepat dan cepat. Jika mengalami gejala yang dicurigai DBD, jangan menunda untuk mencari bantuan medis.
Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter secara daring yang dapat diakses dengan mudah. Dokter di Halodoc dapat memberikan panduan mengenai penanganan awal dan kapan harus mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.



