Ciri Demam DBD pada Anak: Orang Tua Wajib Tahu!

Mengenal Ciri Demam DBD pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pada anak-anak, DBD dapat menunjukkan gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan menyerupai flu biasa hingga kondisi yang lebih serius. Memahami ciri demam DBD pada anak sangat penting bagi orang tua agar dapat melakukan deteksi dini dan mencari penanganan medis sesegera mungkin.
Definisi Demam Berdarah Dengue pada Anak
DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue. Penyakit ini menjadi perhatian serius di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Anak-anak rentan terinfeksi virus ini, dan respons tubuh mereka terhadap infeksi bisa berbeda dengan orang dewasa, terkadang lebih sulit dideteksi pada tahap awal.
Ciri-Ciri Demam DBD pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Ciri demam DBD pada anak seringkali muncul secara mendadak. Orang tua perlu cermat mengamati setiap perubahan kondisi kesehatan anak. Berikut adalah ciri-ciri umum DBD pada anak yang harus diwaspadai.
Demam Tinggi Mendadak
Anak akan mengalami demam tinggi secara tiba-tiba, suhu tubuh bisa mencapai 40°C. Demam ini berlangsung sekitar 2 hingga 7 hari. Terkadang, pola demam bisa menyerupai siklus “pelana kuda”, yaitu demam tinggi yang sempat turun lalu naik kembali.
Nyeri Tubuh dan Sakit Kepala
Rasa nyeri dapat menyebar ke seluruh tubuh anak. Ciri demam DBD pada anak sering disertai sakit kepala hebat. Anak mungkin juga mengeluhkan nyeri di belakang mata, serta pegal pada otot, tulang, dan sendi.
Gangguan Pencernaan
Mual dan muntah adalah gejala umum DBD. Anak juga bisa mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan. Kondisi ini dapat menyebabkan anak menjadi lemas dan kekurangan cairan.
Ruam Kulit
Ruam atau bintik-bintik merah dapat muncul pada kulit anak. Ciri demam DBD pada anak ini biasanya terlihat saat demam mulai turun. Ruam ini dapat menyebar ke berbagai area tubuh.
Tanda Bahaya Lainnya
Selain gejala umum, ada tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis segera. Ini termasuk nyeri perut parah, anak terlihat sangat lemas atau gelisah, mimisan, gusi berdarah, atau napas cepat. Tanda-tanda ini mengindikasikan kemungkinan perkembangan penyakit ke fase kritis.
Penyebab Demam Berdarah Dengue pada Anak
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari. Nyamuk betina yang terinfeksi virus akan menularkan virus tersebut ke manusia saat menghisap darah.
Penanganan Awal dan Kapan Harus ke Dokter
Jika anak menunjukkan ciri demam DBD, orang tua harus segera bertindak. Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, seperti air putih, oralit, atau jus buah. Berikan juga obat penurun panas yang direkomendasikan dokter, seperti parasetamol, sesuai dosis. Hindari pemberian aspirin atau ibuprofen.
Penting untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi berlangsung lebih dari dua hari. Terutama jika disertai tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, atau anak terlihat sangat lemas. Pemeriksaan darah akan membantu dokter menegakkan diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Anak
Pencegahan DBD berpusat pada pemberantasan sarang nyamuk. Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, drum, dan vas bunga.
- Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
- Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
- Menggunakan kelambu saat tidur atau menggunakan losion antinyamuk, terutama saat anak beraktivitas di luar rumah.
- Memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela rumah.
Konsultasi Medis melalui Halodoc
Apabila anak menunjukkan ciri demam DBD atau gejala lainnya yang mengkhawatirkan, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, orang tua dapat menghubungi dokter secara daring untuk mendapatkan saran medis awal yang akurat. Dokter dapat memberikan panduan mengenai langkah penanganan awal yang tepat dan menentukan apakah anak perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.



