• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Gangguan Memori Juga Bisa Terjadi pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Gangguan Memori Juga Bisa Terjadi pada Anak

Waspada, Gangguan Memori Juga Bisa Terjadi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 05 Agustus 2020
Waspada, Gangguan Memori Juga Bisa Terjadi pada Anak

Halodoc, Jakarta – Gangguan memori pada anak terkadang sulit dipisahkan dari masalah perhatian atau kondisi mental tertentu. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The National Benefit Authority, gangguan memori jangka pendek pada anak biasanya disebabkan oleh kondisi disleksia. 

Disleksia adalah istilah untuk mendefinisikan ketidakmampuan belajar yang mengganggu kelancaran seseorang atau akurasi pemahaman pada kemampuan membaca. Dilansir dari Pediatric Education, terkadang gangguan memori pada anak adalah kondisi normal dan bersifat sementara karena kondisi tertentu. Lalu, bagaimanakah cara tepat untuk menanganinya?

Baca juga: Gangguan Memori Jangka Pendek dan Jangka Panjang, Apa Bedanya? 

Penanganan Gangguan Memori pada Anak

Kapan gangguan memori pada anak menjadi indikasi kondisi kesehatan tertentu? Itu terjadi jika gangguan ini memengaruhi fungsi serta aktivitas kehidupan sehari-hari, yang tampaknya progresif dan melibatkan fungsi kognitif lainnya.

Tes neuropsikiatri mungkin diperlukan untuk membantu memilah ingatan dan defisit kognitif lainnya. Pemeriksaan fisik yang dilakukan juga harus mencakup tes pada mata untuk kondisi ophthalmoplegia atau papilledema (peningkatan tekanan intrakranial), dan pemeriksaan saraf termasuk mencari mioklonus, motorik fokus atau masalah sensorik (tumor, stroke). 

Baca juga: Daya Ingat Menurun karena Kurang Tidur, Benarkah?

Masalah kulit, rambut, atau berat badan mungkin mengindikasikan hipotiroidisme. Pemeriksaan status mental juga dapat membantu skrining untuk masalah psikiatri atau sosial lainnya. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The National Benefit Authority disebutkan kalau gangguan memori pada anak bisa diatasi dengan cara: 

1. Pastikan anak mendapatkan pembelajaran terstruktur

Tanyakan kepada guru di mana anak biasanya duduk di kelas. Tempat seorang anak duduk di kelas dapat memengaruhi cara ia belajar dan menyimpan informasi. Minta guru untuk mendorong anak di area yang membantunya untuk fokus. 

2. Melatih otak anak

Bagaimana melakukannya? Cara sederhananya adalah dengan menjawab pertanyaan. Tanyakan kepada anak-anak apa yang baru mereka pelajari di sekolah untuk menumbuhkan percakapan yang melatih otak.

3. Jadikan proses belajar seperti permainan

Saat mengajar anak, bersiaplah untuk mengulangi informasi berulang kali. Beberapa anak perlu mendengar informasi yang diulang untuk memahaminya. Kegiatan apa yang bisa membantu meningkatkan daya ingat jangka pendek anak? 

Jika butuh rekomendasi mengenai hal ini bisa ditanyakan langsung di Halodoc.  Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Mengenal Gangguan Memori 

Memori adalah kemampuan untuk mengingat pengalaman sebelumnya termasuk hubungan visual, auditori, dan spasial. Memori mengintegrasikan pengalaman, pikiran, dan kesan bersama. Berikut adalah komponen penting dari fungsi eksekutif dan interaksi sosial terkait memori:

Baca juga: Hari Tidur Sedunia, Intip 5 Cara Tidur Nyenyak

1. Memori kerja 

Ini yang berlangsung beberapa detik, biasanya terkait dengan latihan dan penggunaan informasi dan dikaitkan dengan korteks prefrontal dan angular gyrus.

2. Memori Episodik 

Terjadi eberapa menit hingga bertahun-tahun dan dikaitkan dengan hippocampus dan limbus

3. Memori Semantik 

Terkait dengan informasi faktual dan dikaitkan dengan lobus temporal inferolateral

4. Memori Prosedural 

Terkait dengan melakukan rutinitas misalnya menyikat gigi, mengikat sepatu, mengendarai mobil dan lain-lain. Area yang bersinergi dengan ingatan ini adalah ganglia basal, otak kecil, dan area motor tambahan.

Gangguan memori bisa terjadi dalam beberapa momen. Hiperakut berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam, penyebabnya bisa termasuk migrain, kejang, stroke Sedangkan gangguan memori subakut bisa berhari-hari hingga berbulan-bulan, penyebabnya termasuk masalah infeksi dan inflamasi, tumor otak, masalah kejiwaan dan endokrinologis dan kronis bisa sampai dua tahun, biasanya karena proses neurodegenerative.

Referensi:
The National Benefit Authority. Diakses pada 2020. What Causes Short Term Memory Loss in Children?
Pediatric Education.org. Diakses pada 2020. What Can Cause Memory Problems?
Kids Health.org. Diakses pada 2020. Memory Matters.