
Waspada, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Diabaikan
“Pada tahap awal, gejala kanker ovarium mungkin tidak terlalu signifikan sehingga seringkali tidak disadari pengidapnya. Namun, penyakit tersebut biasanya menimbulkan gejala berupa kembung, sakit perut, dan perubahan BAB.”

DAFTAR ISI
- Apa itu Kanker Ovarium?
- Ciri-ciri Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai
- Memahami Stadium Kanker Ovarium
- Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Kesehatan sistem reproduksi adalah salah satu aspek paling vital bagi kehidupan seorang wanita. Namun, sayangnya ada beberapa ancaman kesehatan yang sering kali datang tanpa disadari, salah satunya adalah kanker ovarium. Penyakit ini kerap dijuluki sebagai “the silent killer” atau pembunuh diam-diam karena gejala awalnya sangat samar dan sering disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa atau keluhan menstruasi rutin.
Pentingnya mendeteksi kanker ovarium sejak dini tidak bisa dipandang sebelah mata. Semakin cepat sel kanker terdeteksi, semakin tinggi pula peluang kesembuhan dan tingkat kelangsungan hidup pasien. Sayangnya, karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai ciri kanker ovarium, banyak kasus baru terdiagnosis ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut, yang mana pengobatannya menjadi jauh lebih kompleks dan berisiko.
Oleh karena itu, mengenali perubahan sekecil apa pun pada tubuh kamu sangatlah krusial. Tubuh sering kali memberikan sinyal-sinyal peringatan ketika ada sesuatu yang tidak beres, termasuk ketika terjadi pertumbuhan sel tidak normal pada indung telur. Dengan edukasi yang tepat, kamu dapat mengambil langkah proaktif untuk melindungi kesehatanmu.
Mengingat topik ini berkaitan dengan diagnosis penyakit serius, artikel ini tidak akan merekomendasikan obat bebas (OTC) untuk penanganan kanker. Penanganan kanker mutlak memerlukan intervensi medis profesional. Nah, mau tahu apa saja ciri kanker ovarium yang tidak boleh kamu abaikan? Berikut ulasan lengkapnya!
Apa itu Kanker Ovarium?
Kanker ovarium adalah jenis kanker yang bermula di ovarium atau indung telur. Ovarium adalah sepasang kelenjar reproduksi wanita yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim. Organ ini memiliki dua fungsi utama: memproduksi sel telur (ovum) untuk proses reproduksi dan menghasilkan hormon reproduksi wanita, yaitu estrogen dan progesteron.
Kanker terjadi ketika sel-sel di dalam atau di dekat ovarium mengalami mutasi DNA. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali, membentuk massa atau tumor. Jika tidak segera ditangani, sel-sel abnormal ini dapat menyerang dan menghancurkan jaringan sehat di sekitarnya, serta menyebar (bermetastasis) ke organ tubuh lain seperti panggul, perut, atau bahkan paru-paru.
Terdapat beberapa jenis kanker ovarium, tergantung pada jenis sel di mana kanker tersebut bermula. Jenis yang paling umum adalah karsinoma epitel, yang berawal di lapisan luar ovarium. Ada pula tumor sel germinal yang bermula di sel penghasil telur, serta tumor stroma yang bermula di jaringan struktur yang memproduksi hormon.
Ciri-ciri Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ciri kanker ovarium pada stadium awal sering kali tidak spesifik. Namun, seiring dengan berkembangnya tumor, beberapa gejala akan mulai muncul secara konsisten. Berikut adalah gejala-gejala yang wajib kamu perhatikan:
1. Perut Kembung yang Terus-Menerus
Perut kembung adalah keluhan yang sangat umum dan biasanya berkaitan dengan makanan atau masalah pencernaan seperti maag. Namun, pada kasus kanker ovarium, kembung terjadi secara terus-menerus selama berminggu-minggu dan tidak mereda meskipun sudah minum obat mag atau mengubah pola makan. Kembung ini bisa disertai dengan pembesaran ukuran perut (asites) akibat penumpukan cairan di rongga perut.
2. Rasa Nyeri di Panggul atau Perut Bawah
Nyeri panggul sering dialami wanita saat sedang menstruasi (dismenore). Akan tetapi, jika kamu merasakan nyeri panggul atau perut bagian bawah yang terasa berat, tumpul, dan berlangsung terus-menerus di luar siklus haid, ini bisa menjadi ciri kanker ovarium. Massa tumor yang membesar dapat menekan organ-organ di sekitarnya dan saraf di area panggul.
3. Cepat Merasa Kenyang atau Sulit Makan
Tumor ovarium yang membesar di rongga panggul dan perut dapat menekan lambung dan organ pencernaan lainnya. Akibatnya, kamu mungkin merasa sangat cepat kenyang saat makan, meskipun hanya mengonsumsi makanan dalam porsi kecil. Penurunan nafsu makan ini sering kali menyebabkan penurunan berat badan yang drastis tanpa alasan yang jelas.
4. Perubahan Kebiasaan Buang Air Kecil
Apakah kamu tiba-tiba merasa sering ingin buang air kecil atau kesulitan menahan kencing (urgensi)? Ketika tumor ovarium membesar, ia bisa menekan kandung kemih yang terletak tepat di depannya. Hal ini membuat kapasitas kandung kemih berkurang, sehingga kamu harus bolak-balik ke toilet lebih sering dari biasanya.
5. Kelelahan yang Ekstrem (Fatigue)
Rasa lelah yang tidak kunjung hilang meski kamu sudah cukup tidur dan beristirahat adalah salah satu tanda bahaya dari tubuh. Kelelahan ekstrem ini terjadi karena tubuh menghabiskan banyak energi untuk melawan sel kanker. Selain itu, pendarahan abnormal atau kurangnya asupan nutrisi akibat hilangnya nafsu makan dapat memicu anemia, yang memperparah rasa lelah.
6. Perubahan pada Pola Buang Air Besar
Sembelit atau konstipasi yang tidak membaik dengan konsumsi serat atau obat pencahar bisa menjadi ciri kanker ovarium. Sama seperti penekanan pada kandung kemih, tumor juga bisa menekan usus, memperlambat pergerakan feses, dan menyebabkan gangguan pencernaan kronis.
7. Nyeri Saat Berhubungan Seksual (Dispareunia)
Rasa sakit yang hebat saat melakukan hubungan intim bisa menjadi tanda adanya masalah di serviks, rahim, atau ovarium. Tumor pada ovarium dapat membuat area panggul menjadi sangat sensitif dan rentan terhadap rasa sakit ketika terjadi penetrasi atau tekanan.
Faktor Risiko Kanker Ovarium yang Perlu Diketahui
- Usia Lanjut: Risiko meningkat secara signifikan pada wanita yang telah memasuki masa menopause (usia 50 tahun ke atas).
- Riwayat Keluarga: Memiliki ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan yang mengidap kanker ovarium atau kanker payudara.
- Mutasi Genetik: Membawa gen mutasi bawaan seperti BRCA1 dan BRCA2.
- Kondisi Reproduksi: Belum pernah hamil, atau mengalami menstruasi pertama di usia yang sangat muda dan menopause terlambat.
- Terapi Penggantian Hormon: Penggunaan terapi hormon estrogen jangka panjang pasca-menopause.
Memahami Stadium Kanker Ovarium
Mengetahui stadium kanker sangat penting bagi dokter untuk menentukan jenis pengobatan yang paling efektif. Stadium kanker ovarium dibagi menjadi empat tahap utama:
1. Stadium I
Pada tahap ini, kanker masih terbatas di dalam salah satu atau kedua ovarium. Kanker belum menyebar ke jaringan panggul lainnya. Jika terdeteksi di stadium I, angka harapan hidup selama 5 tahun ke depan bisa mencapai 90%.
2. Stadium II
Kanker telah menyebar ke luar ovarium tetapi masih terbatas di dalam rongga panggul. Sel kanker mungkin telah menyebar ke rahim, tuba falopi, kandung kemih, atau usus besar yang berada di panggul.
3. Stadium III
Pada stadium ini, sel kanker telah menyebar ke luar panggul menuju selaput perut (peritoneum) atau kelenjar getah bening di bagian belakang perut. Ini adalah stadium di mana kanker ovarium paling sering terdiagnosis karena gejala kembung dan nyeri perut mulai sangat mengganggu.
4. Stadium IV
Ini adalah stadium paling lanjut. Sel kanker telah bermetastasis atau menyebar ke organ-organ yang jauh dari ovarium, seperti bagian dalam liver (hati), paru-paru, limpa, atau organ di luar rongga perut.
Perbedaan Kista Ovarium dan Kanker Ovarium
Banyak wanita merasa panik ketika didiagnosis memiliki massa di ovariumnya. Namun, penting untuk membedakan antara kista ovarium jinak dan kanker ovarium. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium. Kista sangat umum terjadi, terutama selama masa subur wanita, dan sebagian besar bersifat jinak (tidak bersifat kanker).
Kista biasanya hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Namun, jika kista berisi jaringan padat, tumbuh dengan cepat, terjadi pada wanita yang sudah menopause, atau bentuknya tidak beraturan saat di-USG, dokter akan mencurigainya sebagai potensi keganasan (kanker). Oleh karena itu, pemeriksaan USG dan tes darah sangat diperlukan untuk memastikan jenis massa tersebut.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti kembung, nyeri panggul, atau cepat kenyang yang terjadi hampir setiap hari selama lebih dari 12 kali dalam sebulan, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Diagnosis dini adalah kunci utama dalam keberhasilan pengobatan.
Sebagai langkah awal, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter spesialis kandungan dan ginekologi atau onkologi. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, USG transvaginal, dan tes darah CA-125 untuk mendeteksi keberadaan protein yang dihasilkan oleh sel kanker ovarium.
Sebagai informasi tambahan, meskipun suplemen tidak dapat menyembuhkan kanker, menjaga daya tahan tubuh dengan nutrisi yang baik adalah hal yang penting dalam keseharian. Bagi kamu yang ingin menjaga kebugaran tubuh sebelum ada indikasi penyakit serius, kamu bisa beli vitamin dan suplemen kesehatan orisinal melalui layanan apotek terpercaya untuk menjaga imunitas harianmu.
Studi Mengenai Deteksi Kanker Ovarium
The Lancet menerbitkan studi di tahun 2016 yang mengevaluasi efektivitas skrining kanker ovarium menggunakan tes darah CA-125 dan USG transvaginal (UKCTOCS). Studi ini menjelaskan bahwa skrining rutin dapat mendeteksi kanker ovarium pada stadium yang lebih awal dibandingkan kelompok yang tidak melakukan skrining rutin.
Temuan ini menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan individu terhadap gejala tidak wajar pada tubuhnya. Meskipun metode skrining massal masih terus disempurnakan, deteksi dini berdasarkan keluhan fisik seperti perut kembung kronis dan nyeri panggul terbukti dapat mempercepat intervensi medis dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2024. Signs and Symptoms of Ovarian Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Ovarian cancer – Symptoms and causes.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Symptoms – Ovarian cancer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Kanker Ovarium: Pembunuh Senyap Pada Wanita.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cervical and Ovarian Cancer Data.
FAQ
1. Apakah perut kembung biasa selalu berarti kanker ovarium?
Tidak. Perut kembung sangat umum terjadi akibat masalah pencernaan, gas, atau sindrom pramenstruasi (PMS). Namun, jika kembung tidak kunjung hilang selama berminggu-minggu, disertai nyeri panggul dan sulit makan, kamu harus segera memeriksakannya ke dokter.
2. Apakah kanker ovarium bisa dicegah?
Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker ovarium. Namun, risikonya dapat diturunkan dengan menggunakan pil KB selama minimal 5 tahun, kehamilan, menyusui, atau operasi pengangkatan ovarium bagi mereka yang memiliki mutasi gen BRCA dengan risiko sangat tinggi.
3. Bagaimana cara dokter mendiagnosis kanker ovarium?
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul, diikuti dengan Ultrasonografi (USG) perut atau transvaginal. Jika ditemukan massa yang mencurigakan, dokter akan meminta tes darah untuk memeriksa kadar protein penanda tumor CA-125, dan mungkin CT scan atau biopsi untuk konfirmasi medis.
4. Apakah penderita kanker ovarium masih bisa hamil?
Kemampuan untuk hamil sangat bergantung pada stadium kanker dan jenis pengobatan yang dijalani. Jika kanker terdeteksi pada stadium I dan hanya satu ovarium yang diangkat, wanita masih memiliki peluang untuk hamil secara alami. Namun, jika kedua ovarium dan rahim harus diangkat, pasien tidak lagi bisa hamil.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.


