Ad Placeholder Image

Waspada! Ini Penyebab Scabies Kucing yang Menular

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Penyebab Scabies Kucing: Awas Tungau Bikin Gatal!

Waspada! Ini Penyebab Scabies Kucing yang MenularWaspada! Ini Penyebab Scabies Kucing yang Menular

Mengenal Penyebab Scabies Kucing: Infeksi Tungau Parasit dan Penularannya

Scabies pada kucing adalah kondisi kulit yang sangat menular, ditandai dengan gatal parah, kerontokan bulu, dan koreng. Kondisi ini umumnya dipicu oleh infeksi tungau parasit mikroskopis. Memahami secara detail penyebab scabies kucing sangat penting bagi pemilik hewan peliharaan untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat. Tanpa penanganan, scabies dapat menyebabkan penderitaan signifikan pada kucing dan berpotensi menular ke hewan lain.

Definisi Scabies Kucing dan Karakteristiknya

Scabies kucing, dikenal juga sebagai kudis kucing, merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau parasit yang menggali liang di bawah lapisan kulit. Tungau-tungau ini hidup, berkembang biak, dan bertelur di dalam kulit, memicu reaksi alergi hebat yang mengakibatkan gatal luar biasa. Infeksi ini tidak hanya membuat kucing merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup hewan peliharaan secara keseluruhan.

Gejala Scabies Kucing yang Perlu Diwaspadai

Meskipun fokus utama adalah penyebab, mengenali gejalanya membantu pemilik kucing dalam mengidentifikasi masalah. Kucing yang terinfeksi scabies biasanya menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Gatal parah dan intens, terutama di telinga, wajah, leher, dan kaki.
  • Kerontokan bulu atau area botak, sering kali disebabkan oleh garukan dan jilatan berlebihan.
  • Pembentukan koreng atau kerak tebal pada kulit.
  • Peradangan dan kemerahan pada kulit.
  • Luka terbuka atau infeksi sekunder akibat garukan terus-menerus.

Gejala-gejala ini dapat memburuk seiring waktu jika tidak segera ditangani.

Penyebab Utama Scabies Kucing: Infeksi Tungau Parasit

Penyebab scabies kucing yang paling mendasar adalah infestasi tungau parasit. Tungau-tungau kecil ini adalah arthropoda mikroskopis yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Mereka adalah penyebab utama di balik gatal dan iritasi kulit yang dialami kucing terinfeksi.

Jenis Tungau Penyebab Scabies Kucing

Dua jenis tungau utama yang sering menjadi penyebab scabies kucing adalah:

  • Tungau Sarcoptes scabiei: Tungau ini adalah penyebab kudis sarkoptik, yang juga dapat menginfeksi anjing dan, dalam beberapa kasus, manusia (meskipun pada manusia cenderung bersifat sementara). Tungau betina menggali liang di lapisan kulit, tempat mereka bertelur. Proses penggalian dan reaksi terhadap air liur tungau memicu gatal yang sangat intens.
  • Tungau Notoedres cati: Tungau ini adalah penyebab utama kudis notoedrik, atau sering disebut kudis kucing sejati (feline scabies). Tungau ini lebih spesifik pada kucing dan sangat menular. Seperti Sarcoptes scabiei, Notoedres cati juga menggali liang di kulit, menyebabkan reaksi alergi dan gatal parah. Infeksi ini seringkali dimulai di telinga dan wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Kedua jenis tungau ini hidup dengan menggali terowongan di kulit kucing, memakan sel kulit mati, dan mengisap cairan jaringan atau darah. Aktivitas ini, ditambah dengan reaksi alergi yang dipicu oleh tungau, kotoran, dan telurnya, mengakibatkan peradangan, gatal, dan kerusakan kulit yang khas pada scabies.

Bagaimana Scabies Kucing Menular?

Penting untuk memahami bahwa scabies pada kucing sangat menular. Mekanisme penularan utama meliputi:

  • Kontak Langsung: Ini adalah cara penularan paling umum. Kucing yang sehat dapat terinfeksi saat bersentuhan langsung dengan kucing yang sudah terinfeksi, seperti saat bermain, berkelahi, atau berbagi tempat tidur.
  • Benda Terkontaminasi: Tungau dapat bertahan hidup untuk waktu singkat di luar inangnya. Oleh karena itu, berbagi peralatan seperti sisir, selimut, mainan, atau tempat tidur yang terkontaminasi dengan tungau dari kucing terinfeksi juga dapat menjadi jalur penularan. Lingkungan yang tidak dibersihkan dengan baik setelah adanya kucing terinfeksi juga berisiko.

Karena sifatnya yang sangat menular, satu kucing yang terinfeksi dalam rumah dapat dengan cepat menularkan scabies ke kucing lain yang tinggal bersama. Hal ini menekankan pentingnya isolasi dan penanganan segera.

Dampak Scabies Jika Tidak Ditangani

Jika infeksi tungau penyebab scabies kucing tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius. Garukan dan jilatan yang terus-menerus dapat menyebabkan luka terbuka, yang rentan terhadap infeksi bakteri sekunder. Hal ini memperburuk kondisi kulit, menyebabkan rasa sakit, dan dapat membutuhkan pengobatan antibiotik tambahan. Dalam kasus parah, kucing dapat mengalami penurunan berat badan, lesu, dan stres kronis akibat gatal yang tak kunjung henti.

Kapan Harus Membawa Kucing ke Dokter Hewan?

Jika ditemukan gejala-gejala yang mengarah pada scabies, pemilik kucing disarankan untuk segera membawa hewan peliharaannya ke dokter hewan. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat krusial untuk mencegah penyebaran infeksi dan meringankan penderitaan kucing. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mengambil sampel kulit untuk identifikasi tungau di bawah mikroskop guna menegakkan diagnosis.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis dari Halodoc

Memahami penyebab scabies kucing, yaitu infeksi tungau parasit Sarcoptes scabiei atau Notoedres cati, serta cara penularannya, merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan kucing. Jangan tunda untuk mencari bantuan profesional jika kucing menunjukkan gejala scabies. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan kucing kesayangan atau masalah hewan peliharaan lainnya, gunakan aplikasi Halodoc. Dokter hewan terpercaya Halodoc siap memberikan rekomendasi medis yang akurat dan solusi terbaik.